KALIKUR – Tiga Jamaah Haji asal Kabupaten Lembata akhirnya menginjakkan kaki kembali di kampung halaman dengan selamat. Kepulangan mereka disambut Tasyakuran Haji yang berlangsung penuh kehangatan di Desa Kalikur, Kecamatan Buyasuri, Jumat 26/6.
Momen itu menjadi kebahagiaan besar bagi keluarga dan warga. Wajah penuh haru tampak saat para jamaah yang baru menunaikan rukun Islam kelima berkumpul bersama sanak saudara dan masyarakat yang menanti kedatangan mereka.
Setelah menempuh perjalanan panjang ke Tanah Suci, para jamaah disambut dengan doa, pelukan, dan lantunan syukur dari warga Kalikur. Suasana haru begitu terasa ketika mereka saling bersalaman dengan keluarga yang sudah lama menanti.
Tasyakuran yang digelar di desa itu menjadi simbol syukur bersama atas keselamatan dan kelancaran ibadah haji. Warga memadati lokasi untuk memberikan ucapan selamat sekaligus mendoakan agar ibadah yang ditunaikan menjadi haji mabrur.
“Pulang membawa cahaya dari Tanah Suci. Semoga keberkahan haji ini menular bagi kami semua di Kalikur,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.
Acara tasyakuran itu dihadiri langsung oleh Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Lembata, Ny. Ursula Surat Bayo Tuaq. Kehadiran keduanya menambah suasana hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para jamaah yang telah menyelesaikan perjalanan spiritual mereka di Tanah Suci.
Ketiga jamaah haji tersebut adalah H. Ode Yusra dari Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Hj. Zakia Ahmad dari Desa Kalikur, Kecamatan Buyasuri, dan Hj. Fatimah Syamsudin Amung dari Desa Kalikur, Kecamatan Buyasuri.
Sebelumnya, para jamaah haji iniĀ berangkat dari Lewoleba pada 6 Mei 2026 itu telah diterima secara resmi di Kantor Bupati Lembata sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan syukur atas kepulangan mereka dalam keadaan sehat walafiat.
Dalam sambutannya, Bupati Petrus Kanisius Tuaq mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas penyertaan-Nya sehingga para jamaah dapat menyelesaikan ibadah haji dengan baik dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
Menurut Bupati, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Baitullah, tetapi juga perjalanan spiritual yang sarat makna, pengorbanan, kesabaran, dan keikhlasan. Kesempatan menjadi tamu Allah SWT merupakan anugerah yang tidak dimiliki semua orang.
“Saya berharap pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, serta pengabdian kepada masyarakat. Para jamaah diharapkan menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang religius, harmonis, dan penuh kepedulian sosial,” ujar Bupati.
Di tengah suasana penuh syukur tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, mulai dari Kementerian Haji dan Umrah, petugas haji, tenaga kesehatan, panitia daerah, hingga keluarga jamaah yang terus memberikan doa dan dukungan selama perjalanan ibadah berlangsung.
Bagi masyarakat Kalikur dan Lembata pada umumnya, kepulangan para jamaah haji bukan hanya menandai berakhirnya sebuah perjalanan panjang menuju Tanah Suci. Lebih dari itu, kepulangan mereka membawa cerita tentang keteguhan iman, doa-doa yang dipanjatkan di hadapan Ka’bah, serta harapan agar nilai-nilai kebaikan yang dibawa pulang dapat menjadi berkat bagi keluarga, lingkungan, dan daerah tercinta.
Di bawah langit Kalikur yang teduh sore itu, rasa syukur menyatu dalam doa-doa yang dipanjatkan bersama. Sebuah penanda bahwa perjalanan spiritual ke Tanah Suci telah usai, namun perjalanan untuk menebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat baru saja dimulai.**ProkompimPemkabLembata**