LEMBATA, 27 Juni 2026 – Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mencatat 102 kali letusan selama periode pengamatan 27 Juni 2026 pukul 00.00-24.00 WITA.
Meski aktivitas vulkanik meningkat, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG mempertahankan status Gunung Ili Lewotolok pada Level II atau Waspada.
Informasi yang dihimpun media ini melalui laporan Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, tinggi letusan terekam 200-500 meter dengan asap berwarna putih hingga kelabu. Selain letusan, teramati juga gemuruh dan dentuman lemah hingga kuat, serta lontaran material pijar yang masih berada di area kawah.
Aspek kegempaan menunjukkan 137 kali hembusan, 3 kali tremor non-harmonik, 2 kali tremor harmonik, 1 kali vulkanik dangkal, 5 kali vulkanik dalam, dan 1 kali tektonik jauh. Asap kawah bertekanan lemah terpantau tipis hingga sedang setinggi 50-100 meter di atas puncak.
“Saat ini G. Ili Lewotolok berada pada Level II Waspada. Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 2 km dari pusat kawah,” demikian rilis PVMBG yang disusun petugas Syawaludin, A.Md.
Rincian Aktivitas Visual dan Kegempaan
Cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan dengan angin lemah-sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara 25-31°C.
Selain 102 letusan, PVMBG juga mencatat potensi bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut gunung.
Rekomendasi PVMBG Terhadap Warga
PVMBG mengeluarkan 5 poin imbauan:
1. Jangan memasuki radius 2 km dari pusat aktivitas.
2. Waspada guguran lava dan awan panas di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut.
3. Gunakan masker dan tutup tempat air untuk menghindari abu vulkanik serta gangguan ISPA.
4. Koordinasi dengan Pos PGA Laranwutun atau PVMBG Bandung untuk info terbaru.
5. Pantau perkembangan via aplikasi/website Magma Indonesia http://magma.esdm.go.id.
Kondisi Terkini
Hingga 27 Juni 2026 pukul 24.00 WITA belum ada laporan kerusakan atau korban akibat aktivitas gunung. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik, namun tetap mematuhi zona larangan.**