Setelah mengikuti misa bersama warga dan melakukan pencanangan program Lembata Bebas Rabies 2030 di Desa Bolibean, Kecamatan Nagawutung, Minggu (28/9), Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, meninjau langsung progres pengerjaan ruas jalan Bolibean–Loang.
Peninjauan penanganan jalan dengan panjang 7 km ini dilakukan untuk memastikan perbaikan akses penting yang telah lama menjadi keluhan masyarakat.
Bupati Lemvata, didampingi oleh Kepala Badan Kesbangpol, Camat Nagawutung, serta tim teknis, meninjau ruas jalan tersebut dengan mengidentifikasi titik-titik kritis pada jalan yang menghubungkan jalur tengah pedalaman dengan pusat pemerintahan Kecamatan Nagawutung.
Dalam tinjauannya, Bupati menegaskan komitmen pemerintah untuk mengatasi masalah mobilitas dan distribusi hasil pertanian yang selama ini terhambat, terutama saat musim hujan tiba.
“Jalan yang baik adalah urat nadi ekonomi. Kalau akses lancar, maka masyarakat juga lebih mudah menjual hasil pertaniannya,” tegas Bupati Kanis.
Untuk diketahui, jalan Bolibean-Loang merupakan jalur penghubung utama menuju pusat ibu kota Kecamatan Nagawutung yang sangat vital, yang selama ini tidak tersentuh.
Dan Kali ini dibawah kepemimpinan Bupati Kanisius Tuaq bersama Wakil Bupati Muhammad Nasir, perbaikan jalan mulai dikerjakan. Fokus pengerjaannya pada peningkatan jalan Loang-Bolibean. Mulai dari penyiapan, pelebaran badan jalan, pasangan mortar hingga rabat beton.
Ia mengatakan Meskipun pemerintah tengah menghadapi keterbatasan anggaran, akan tetapi pemerintah tetap memprioritaskan penyelesaian perbaikan ini, mengingat jalur ini sebagai penghubung menuju lokasi pertanian di Desa Wuakerong.
Untuk tahun anggaran 2025, ruas jalan ini dikerjakan oleh CV. Virlon Verrel dengan pagu anggaran sebesar Rp 299.800.000,- (dua ratus sembilan puluh sembilan juta delapan ratus ribu rupiah). Proyek ini mulai dikerjakan pada 23 Juli 2025 dan ditargetkan selesai pada 20 November 2025.