Ribuan Umat Peziarah Semana Santa Daraskan Doa Iringi Tuan Yesus Tersalib di Selat Gonsalu Larantuka

Prosesi laut Tuan Meninu adalah ritual sakral dalam Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, yang diadakan setiap Jumat Agung. Patung Yesus disalib atau Bayi Yesus diarak menggunakan sampan tradisional (berok) melintasi laut dari Kapela Tuan Meninu di Sarotari menuju Pantai Kuce. Ritual ini melambangkan penderitaan Yesus dan diikuti ribuan peziarah. Prosesi laut ini berlangsung hari Jumat Agung, di mana patung Yesus di salib atau Bayi Yesus diarak melintasi laut selat Larantuka.

Tampak ribuan umat Katolik Keuskupan Larantuka dan para peziarah dari berbagai wilayah di Indonesia maupun luar negeri mengikuti prosesi laut menghantar Tuan Yesus Tersalib di Kayu Salib dari Kapela Tuan Meninu di Sarotari menuju Pante Kuce hingga ditahtakan di Armidanya di Kelurahan Pohon Sirih.

Semua Umat Katolik sejak pukul 9.00 Wita mulai membanjiri Kapela Tuan Meninu untuk mengikuti ritual Cium Tuan dan menunggu di pinggir pantai di lokasi depan kapela tempat Berok (perahu) yang akan membawa peti berisi Tuan Yesus Tersalib.

Di teluk Gonsalu ada ratusan kapal motor yang mengangkut ribuan peziarah yang siap mengiringi Bero Tuan Yesus Tersalib dan puluhan sampan yang ikut mengapit jalanya prosesi laut.

Tidak hanya di laut, ribuan umat katolik dan peziarah juga berdesak desakan di pelabuhan TPI Amagarapati, Pelabuhan Laut Larantuka dan di sepanjang turap pengaman pantai di sekitar Pante Kuce.

Umat katolik dan para peziarah tampak khusuk dalam doa menyaksikan langsung  perarakan rombongan prosesi laut dari dekat.

“Kami juga khusuk berdoa saat rombongan melewati depan kami,” sebut Yosefina Nurak salah seorang peziarah asal Belu yang ditemui media di pelabuhan TPI Amagarapati, Jumat (3/4/2026).

Yosefina mengaku sudah 3 kali mengikuti setiap rangkaian kegiatan selama Semana Santa di Kota Larantuka bersama keluarganya.

Ia mengaku selalu ingin datang lagi setiap tahunnya karena mengaku devosi di Kota Reinha Larantuka tidak terdapat di wilayah lainnya di Indonesia.

“Pinginnya setiap tahun kami datang ikut kegiatan Semana Santa di Larantuka. Tradisi Semana Santa di Larantuka sangat luar biasa dan tidak terdapat di tempat lain,” ungkapnya.

Setelah tiba di Pante Kuce, Kelurahan Pohon Sirih peti berisi Tuan Yesus Tersalib diangkat dari Bero Tuan Meninu untuk diletakkan di kepala petugas dari Suku Kinta Besa.

Peti berisi Tuan Yesus Tersalib pun selanjutnya diarak melewati jalan menuju Armida Tuan Meninu yang berada di sebelah utara Pante Kuce sejauh sekitar 400 meter diikuti oleh umat seraya melantunkan doa dan bernyanyi dengan memegang lilin bernyala.

Sempat terjadi hujan gerimis sepanjang prosesi menghantar Tuan Yesus Tersalib menuju Armida namun umat yang hadir tetap bertahan mengikuti hingga tiba di Armida Tuan Meninu. ***

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *