Pemprov Optimis, NTT Menjadi Provinsi Jagung

Pembacaan Pidato Radio Gubernur NTT pada perayaan HUT Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, dibacakan oleh Wakil Gubernur NTT Josef Adrianus Nae Soi, di Auala Fernandes, Kantor Gubernur NTT, pada Senin, 15/8/2022.

Wagub Nae Soi memaparkan dalam salah satu bagian dari pidato Radio tersebut bahwa, dalam upaya
pemberdayaan masyarakat, sejak Tahun 2019 Pemerintah Provinsi NTT melakukan
program Tanam Jagung Panen Sapi atau TJPS. Sejak tahun 2021, program TJPS dijalankan dengan pola kemitraan yang melibatkan masyarakat, pemerintah (dinas pertanian), dunia usaha dan perbankan. Wagub Josef Adrianus Nae Soi menjelaskan, Program TJPS adalah program pemberdyaan yang sangat inovatif dan berdampak besar bagi perekonomian petani. Program ini, sebut Wagub Josep, sepenuhnya dibiayai oleh Lembaga Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin (Asuransj), serta keterlibatan pengusaha yang berfungsi sebagai off-taker yang akan membeli produksi jagung petani.

Dengan adanya progran TJPS dengan modernisasi dan mekanisasi pertanian, telah berhasil meningkatkan produktivitas jagung petani menjadi tujuh ton per tahun per hektar, meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi petani, meningkatkan luas tanam dan indeks pertanaman dari satu kali tanam pertahun menjadi dua kali tanam setahun, meningkatkan pendapatan petani dan kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk mengoptimalkan dan menjamin keberlanjutan program TJPS Pemerintah Provinsi NTT juga mendorong kolaborasi Pentahelix dengan melibatkan akademisi, dunia usaha, perbankan dan komunitas petani wirausaha dan media.

Dalam pidotonya Josef Adrianus Nae Soi memaparkan, “Total luas lahan program TJPS pada 21 kabupaten di
seluruh NTT sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 adalah
21.400 hektar dengan hasil produksi jagung mencapai sekitar 44
ribu ton dengan 28.663 ekor ternak yang terdiri dari 1.193 ekor sapi, 4.752 ekor babi, 3.104 ekor kambing, 19.614 ekor ayam. Tahun 2022 sampai dengan periode Juli 2022 untuk musimtanam periode April sampai dengan September telah ditanam jagung pada lahan seluas sebesar 37 ribu hektar lebih yang tersebar di seluruh Kabupaten di NTT. Pada 2022 ini untuk pertama kalinya dalam sejarah, Provinsi NTT melakukan ekspor jagung curah ke Surabaya sebanyak 1.000 ton dari Kabupaten Sumba Barat Daya”.

Pemerintah Provinsi NTT optimis dengan keberhasilan program TJPS dapat membangun gairah petani NTT untuk menanam jagung
sekaligus menjadi provinsi jagung. ” Saya sangat optimis dengan keberhasilan program ini dapat membangun gairah petani NTT untuk menanam jagung sekaligus menjadi provinsi jagung”

Wagub NTT berharap agar Pemerintah Kabupaten juga mengalokasikan APBD dan mempersiapkan petani untuk pelaksanaan Program TJPS. Program ini harus dilaksanakan secara luas dengan ditunjang oleh ketersediaan alat mekanisasi pertanian, sarana-prasarana pengairan penyediaan pupuk dan pencegahan hama agar dapat diperoleh hasil yang signifikan.

Manurutnya program TJPS harus dilaksanakan secara luas dengan ditunjang oleh ketersediaan alat mekanisasi pertanian, sarana-prasarana pengairan,
penyediaan pupuk dan pencegahan hama agar dapat diperoleh hasil yang signifikan, tegas Josef Nae Soi (Gusty Muda)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *