OPINI: Asam Sebagai Potensi Unggulan Pertanian Masyarakat Desa Baumata Timur

Oleh: Maria N.T. Jentar, Lusiana Novi Tae, Arnoldus Yansen Banggur, Gemma Galgani Wilanty, Stephanie P.A. Lawalu., S.Sos., MPP

 

Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di Asia Tenggara yang beriklim tropis karena terletak pada garis khatulistiwa. Sebagai negara yang bertumpu pada sektor pertanian, Indonesia disebut juga sebagai Negara agraris. Hal ini disebabkan oleh mayoritas penduduk yang berprofesi sebagai petani, juga karena postur tanah yang subur sebagai pendukung peningkatan kapasitas ekonomi rakyat melalui  sektor pertanian. Namun fenomena yang terjadi saat ini, masyarakat belum bisa mengoptimalkan dengan baik untuk menjadi potensi pertanian yang unggul, berdaya saing dan sebagai penopang perekonomian karena masyarakat belum menemukan alternatifnya.

Hal ini terjadi di sebagian besar masyarakat terlebih yang berdiam di desa-desa, di mana mereka belum dapat menemukan dan memanfaatkan secara maksimal potensi alam pertanian yang dimiliki. Berangkat dari situasi ini, pemerintah mencoba menjawab situasi yang ada dengan mengeluarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Otonomi Desa, yang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi desa berperan serta memajukan negara dengan bersandar pada pembangunan desa sebagai pilar utamanya.

Kelompok 16, adalah salah satu dari lima puluh kelompok mahasiswa yang melaksanakan kegiatan kuliah kerja nyata pada periode genap 2021/2022, yang ditempatkan di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Desa ini merupakan salah satu desa pemekaran dari Desa Baumata induk pada tahun 2004 atas inisiatif tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Cendikiawan secara kewilayahan. Desa Baumata Timur pada saat dimekarkan dikepalai oleh Bapak Costan Humau sebagai kepala desa persiapan dan wilayah pemerintahnya meliputi 5 dusun yaitu; Dusun Manefu, Dusun IIManefu, Dusun IIINeketuka, Dusun IV Bilamun, dan Dusun VNanuat. Sejak tahun 2004 Desa Baumata Timur ditetapkan sebagai desa definitif, dan saat ini dikepalai oleh Bapak Melkisedek Humau, S.H.

Mayoritas penduduk Desa Baumata Timur berprofesi sebagai petani karena letaknya berada di bukit dengan kondisi tanah yang terbilang subur dan memiliki sumber mata air yang memadai. Kondisi ini memungkinkan untuk menghasilkan berbagai komoditas yang dapat menjadi sumber pernghasilan utama utama masyarakat seperti; sayuran hingga buah-buahan seperti kelapa, pepaya, pisang, ubi dan juga buah asam jawa. Wajar jika Desa Bumata Timur selama ini telah menjadi penghasil berbagai produk berbahan dasar buah-buahan tersebut di atas, antara lain berupa: minyak kelapa murni/virgin coconut oil, keripik pisang dan ubi, serta anggur pisang, yang dibuat dan dipasarkan oleh kelompok-kelompok usaha masyarakat setempat.

Jika kelapa, Ubi dan Pisang telah dikelola menjadi produk turunan yang dapat memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat petani, lain halnya dengan asam jawa. Sesuai pengamatan yang dilakukan selama masa KKN, terdapat banyak pohon asam (Tamarindus indica) yang sedang berbuah lebat di desa tersebut, baik yang tumbuh di pinggir jalan, pekarangan, mau pun kebun warga. Buah asam tersebut dibiarkan saja dan hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, yang tentu saja hanya sedikit saja jumlahnya. Sebagian besar buah asam yang ada dibiarkan saja di pohon sampai membusuk dan jatuh.

Foto: Asam Jawa

Asam Jawa (Tamarindus Indica) adalah sejenis buah yang masam rasanya, sekaligus juga nama pohon penghasilnya yang masih termasuk famili Fabaceae (Leguminosae). Spesies ini adalah satu-satunya anggota genus Tamarindus. Asam jawa termasuk tumbuhan tropis. Asal-usulnya diperkirakan dari Savana Afrika Timur di mana jenis liarnya ditemukan, salah satunya di Sudan. Semenjak ribuan tahun, tanaman ini telah menjelajah ke Asia tropis, dan kemudian juga ke Karibia dan Amerika Latin. Pada banyak tempat yang bersesuaian, termasuk di Indonesia, tanaman ini sebagian besar tumbuh secara liar seperti di hutan-hutan luruh daun dan savana. Pohon asam dapat tumbuh baik hingga ketinggian sekitar 1.000 m (kadang-kadang hingga 1.500 m) dari permukaan laut, pada tanah berpasir atau tanah liat, khususnya di wilayah yang musim keringnya jelas dan cukup panjang.

Dikutip dari Wikipedia, asam mempunyai beberapa kegunaan dan manfaat antara lain; daging buah asam jawa sangat populer, dan digunakan dalam aneka bahan masakan atau bumbu di berbagai belahan dunia. Buah yang muda sangat masam rasanya, dan biasa digunakan sebagai bumbu sayur asam atau campuran rujak. Batang pohon Asam Jawa menghasilkan kayu teras asam jawa berwarna cokelat kemerahan, berat, keras, padat, awet dan bertekstur halus, sehingga kerap digunakan untuk membuat mebel, kerajinan, ukir-ukiran dan patung. Bagi anak-anak di Jawa Tengah, kayu asam merupakan kayu pilihan untuk membuat gasing.Pohon asam biasa ditanam di tepi jalan sebagai peneduh, tanaman asam ini terutama terkenal di sepanjang jalan raya Daendels, dari Anyer hingga Panarukan.

Selain daging buah dan kayunya, bagian lain dari  pohon asam juga dapat dijadikan bahan obat tradisional. Daun mudanya (Jw. sinom) digunakan dengan kunyit dan bahan ramuan lain untuk membuat ramuan minuman kesegaran (Jamu Sinom), minuman untuk  melancarkan dan memperbanyak air susu ibu (Jamu Gopyok) dan juga bisa digunakan sebagai tapal (dioleskan pada atau ditempelkan pada permukaan kulit) untuk mengurangi radang dan rasa sakit di persendian, diatas luka atau pada sakitrematik.

Asam jawa juga diyakini mengandung vitamin dan nutrisi, oleh karena itu dapat digunakan sebagai obat herbal. Tidak hanya pada buahnya saja, daun dan kulit biji terluar asam jawa juga bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal. Berikut ini adalah beberapa manfaat asam jawa untuk kesehatan tubuh, antara lain:

Ø  Mengobati batuk

Asam jawa dipercaya sangat efektif mengobati sakit batuk. Untuk merasakan manfaatnya, cukup menyiapkan 10 gram daging buah asam

jawa. Kemudian diseduh daging asam jawa tersebut dengan segelas air panas lalu diminum bersama gula jawa dan ramuan herbal tersebut diminum satu kali sehari.

Ø  Obat Bisul

Daun asam jawa juga bisa menjadi obat herbal bisul. Cara membuat obat herbal ini cukup mudah, yaitu daun asam jawa ditumbuk bersama kunyit secukupnya dan ditumbuk sampai halus lalu tempelkan di bisul. Penggunaan ramuan herbal tersebut secara rutin sampai bisul sembuh.

Ø  Mengatasi gangguan pencernaan

Sakit pencernaan, kulit kayu asam jawa bisa jadi solusinya. Kulit kayu asam jawa cukup diseduh 1-2 gram bubuk kulit kayu manis dengan segelas air panas dan minum obat herbal tersebut secara rutin satu kali sehari.

Ø  Mencegah rambut rontok

Asam jawa dipercaya efektif mencegah dan mengatasi kerontokan pada rambut. Caranya, yaitu campurkan biji asam jawa yang sudah matang dengan sedikit air. Setelah itu dibubuhkan diatas permukaan kulit kepala dan pijat. Kemudian dicuci kulit kepala dengan shampo dan bilas sampai bersih.

Ø  Mengobati rematik

Daun asam jawa bisa mengobati sakit rematik. Cara pembuatannya adalah giling sampai halus daun asam jawa dan kunyit. Kemudian, diseduh bahan tersebut dengan sedikit air panas. Kemudian bubuhkan ramuan herbal tersebut di bagian yang terasa nyeri. Pemberian ramuan herbal tersebut secara rutin sampai rematik sembuh.

Ø  Obat sariawan

Asam jawa memiliki sifat anti bakteri. Ini yang membuat asam jawa dipercaya efektif mengobati sariawan. Caranya adalah campur buah asam jawa dan bubuk kulit asam jawa dengan air lalu aduk sampai rata. Setelah itu digunakan untuk berkumur.

Ø  Mengobati sakit panas

Buah asam jawa dapat digunakan sebagai obat sakit panas, caranya 2 polong buah asam jawa yang telah masak dan garam secukupnya. Kemudian kedua bahan tersebut diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah itu disaring, kemudian diminum seperti biasa.

Melihat dari kutipan di atas, buah asam memiliki beragam manfaat positif bagi manusia terutama jika dilihat dari kegunaan dan manfaatnya yang telah dijabarkan di atas.

Buah asam yang ada di Desa Baumata Timur belum dikelola secara maksimal sehingga berbagai kegunaan dan manfaat yang sudah disebutkan di atas belum dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar. Selama ini mereka hanya mengumpulkan buah yang sudah jatuh lalu dikupas kulitnya dan langsung dijual ke pasar untuk dijadikan bumbu masakan. Rata-rata harga pasar asam sebagai bumbu masakan adalah Rp.5000 per kemasan. Dengan harga demikian tentunya nilai jual asam dan keuntungan yang diperoleh terbilang sangan rendah.

Agar potensi buah asam di Desa Baumata Timur dapat bernilai  lebih tinggi maka asam tersebut dapat terlebih dahulu dikelola menjadi berbagai produk turunan yang dapat bernilai jual tinggi. Produk turunan asam yang dapat bernilai lebih tinggi daripada asam mentah antara lain: Manisan asam dan olahan dalam bentuk minuman kesehatan (sari asam atau kunyit asam). Dengan kemasan dan teknik pemasaran yang kekinian sesuai target pasar dengan menggunakan teknologi yang tepat maka dapat bernilai jual lebih tinggi dan memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat Desa BaumataTimur. (*)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *