Misa Syukuran Natal Bersama di Rujab Bupati Lembata, Romo Sinyo Da Gomez; Kelahiran Yesus Membawa Damai Kasih dan Sukacita Untuk Seluruh Umat Manusia

Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq bersama keluarga merayakan Open House, Natal bersama dan sekaligus pemberkatan rumah jabatan bupati Lembata. Acara penuh syukur ini diawali dengan misa perayaan kudus yang dipimpin langsung Romo Deken Lembata Sinyo Da Gomez dan didampingi 6 imam konselebran. misa syukuran ini mengenang hari kelahiran Yesus sang raja damai. Upacara misa berjalan dalam nada syukur dan penuh khidmat. Senin 29/12/2025.

Romo Deken Sinyo Da Gomez 

Kepada seluruh umat yang hadir menyampaikan bahwa,  hari raya Natal kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus Allah yang menjadi manusia ino, Dia lahir di tengah keluarga Karena itu Natal juga merupakan perayaan keluarga.

Hari ini kita berkumpul disini sebagai suatu keluarga besar putra putri Allah yang sama untuk bersyukur kepada Tuhan atas karya besar Allah, bagi keselamatan kita manusia yang telah dilakukan melalui hidup dan karya Yesus Kristus di tengah dunia yang kelahiranNya kita kenangkan di hari raya kemarin tepatnya 25 Desember 2025.

Perayaan kelahiran Yesus ini, membawa damai kasih dan sukacita bagi segenap umat manusia bahkan bagi segenap alam ciptaan. Oleh karena itu kita patut bersyukur dan memuji Allah atas karya besar keselamatan yang boleh kita alami.

Sebagai orang yang diselamatkan oleh Allah maka kita sebagai  umatNya senantiasa juga membawa damai kasih dan sukacita bagi sesama dalam keluarga, ditempat kerja dan lingkungan kita masing-masing.

Dalam ekaristi kudus ini kita juga bersyukur kepada Tuhan atas berkat bimbingan dan penyertaan Tuhan bagi kita semua sepanjang tahun ini secara khusus yang telah Tuhan berikan kepada bapak Bupati bersama bapak Wakil Bupati Lembata yang sudah sepuluh bulan kurang lebih memimpin wilayah ini.

Pada perayaan syukur ini Kita juga mohon berkat dan bimbingan Tuhan bagi kedua pemimpin kita ini di hari- hari yang akan datang agar mereka dapat melaksanakan menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat.

Pada perayaan Natal Bersama ini Kita juga tidak lupa mendoakan semua mereka yang telah berjasa untuk kabupaten Lembata yang telah meninggal dunia semoga amal bakti mereka baik untuk kepentingan Lewotana Leuwauk Lembata ini yang menjadi berkat bagi mereka sendiri untuk diperhitungkan oleh Tuhan,”ungkap Romo, Sinyo Da Gomez.

Dalam renungannya, Romo Deken Sinyo Da Gomez kepada semua umat yang hadir mengatakan, injil kita dengar hari ini, merupakan kelanjutan dari kisah tentang kelahiran Yesus yang ditulis oleh Lukas.

Setelah mendapat berita kelahiran Yesus dari Malaikat Tuhan para gembala yang diliputi sukacita itu mereka saling mengajak,” mari kita pergi ke betlehem untuk melihat apa yang terjadi disana. Setibanya para gembala di Betlehem tepatnya di kandang Natal, mereka mendapati Maria dan Yoseph serta bayi yang terbaring di dalam palungan. diana apa yang dilihat para gembala itu tidak ada yang istimewa, tidak ada yang luar biasa seperti yang kita semua juga bisa saksikan di Rs, atau di rumah- rumah keluarga dimana setelah ada kelahiran bayi yang mana di sana pasti ada orang tua atau bapak dan mamanya dan bayi yang lahir.

Hal yang sama juga dilihat oleh para gembala di kandang Betlehem yang serba biasa dan tidak ada yang istimewa. Semua fasilitas di kandang itu juga serba biasa bahkan boleh dikatakan sangat sederhana. Bayi mungil ini tidak diletakkan diatas box bayi tetapi di dalam palungan tempat makanan hewan.

Kondisi sederhana dan biasa-biasa saja ini justru Allah mengatakan karya kemuliaanNya yang besar Melaui Yesus sang bayi mungil itu. nyatalah cara Allah bekerja untuk menyelamatkan dunia dan manusia dimana keselamatan tidak datang lewat kekuatan dunia melainkan lewat kerendahan hati dan cinta kasih.

“jadi jangan anggap rendah, jangan menganggap enteng atau jangan anggap remeh hal-hal kecil dan sederhana dan yang biasa saja dalam hidup ini.

Allah bisa melakukan hal-hal kecil dan sederhana karena dibalik hal-hal kecil yang biasa dan sederhana itu  juga termasuk  tantangan dan kesulitan terdapat hal yang penting dan bernilai.

“Sekarang ini saya perhatikan dimana-mana orang bilang ada efisiensi, banyak orang mengeluh tetapi meski dalam situasi seperti ini kita mesti tetap semangat dan memiliki sukacita dalam bekerja.

Di kandang Betlehem ketika para gembala bertemu dan berkumpul bersama Yoseph Maria dan bayi Yesus terbentuklah sebuah keluarga baru keluarga yang tidak didasarkan pada hubungan keluarga atau keturunan. Melainkan keluarga yang terbentuk atas dasar iman akan Allah. Bahwa didalam Yesus bayi Kudus itu Allah sungguh hadir untuk menyelamatkan manusia. Iman inilah yang mendorong dan menggerakan para gembala untuk datang menjumpai sang bayi di kandang Betlehem.

Keluarga baru yang tercipta di kandang Betlehem ini sungguh diliputi suasana damai dan sukacita sehingga Lukas dalam injil melaporkan bahwa ketika para gembala keluar dari tempat itu mereka memuji dan memuliakan Allah.

Sehingga yang membuat para gembala bersuka cita adalah Yesus sang Bayi Betlehem. Dia adalah Allah yang menjadi manusia dialah Juruselamat,”Yesus artinya Ia menyelamatkan.

Begitu juga Kita semua yang hadir hari ini adalah satu keluarga meskipun kita tidak punya hubungan darah atau keturunan tetapi kita menjadi satu keluarga karena iman kita akan Yesus.

Peristiwa syukur ini Kita menjadi satu keluarga karena kita mempunyai kepentingan yang sama kita tinggal di pulau ini dan kita membangun kabupaten ini secara bersama-sama sebagai satu keluarga besar. Kita mestinya saling mengasihi satu terhadap yang lain, kita mestinya saling membantu dan saling bekerjasama untuk kebaikan bersama untuk kesejahteraan masyarakat di kabupaten Lembata.

Sebagai satu keluarga kita tidak boleh saling menaruh benci, curiga satu terhadap yang lain, kita tidak boleh saling sikut menyikut satu terhadap yang lain karena sebagai satu keluarga besar kita hidup dalam semangat kasih dan damai seperti yang diharapkan oleh Tuhan sendiri.

Lanjut RD, Sinyo Da Gomez, Setelah para gembala itu bertemu dengan Yesus dan mengalami kasih dan sukacita di kandang Betlehem mereka kembali sambil memuji dan memuliakan Allah. Mereka kembali ke tempat mereka, kembali ke kampung halaman mereka kembali ke rumah tangga atau keluarga mereka, kembali ke tempat kerja mereka sebagai gembala di padang. Pulang kembali ke tempat mereka berarti kembali ke rutinitas kerja mereka sehari-hari di dalam keluarga, di dalam masyarakat dengan segala dinamika dan pergulatan.

“Hari ini kita telah merayakan hari raya Natal dan mengalami kasih damai dan sukacita Natal Tuhan. Kita bertemu dan saling salaman berjabatan tangan dan sedikit acara makan -makan enak. Tetapi setelah itu kita juga akan kembali kedalam keluarga kita, ke kampung halaman kita, ke tempat kerja kita masing-masing dengan segala macam persoalan, dengan segala macam dinamika dan pergulatan hidup kita.

Kiranya sebagai orang yang baru saja mengalami Natal Tuhan, kita bisa menjadi pembawa damai, pembawa kasih dan sukacita kepada sesama di tempat kerja kita, di dalam masyarakat dan di dalam keluarga kita. Karena Tuhan hadir membawa keselamatan bagi kita semua, bagi semua keluarga dan semua kita di tempat kita masing-masing dan Tuhan berkarya melalui kita. Melalui perkataan, melalui perbuatan kita, melalui pekerjaan kita.

Karena itu marilah kita membuka hati terhadap roh Tuhan yang berkarya melalui kita, agar kehadiran kita memberikan kontribusi manfaat bagi sukacita dan kebaikan banyak orang,” Semoga Tuhan memberkati kita,”tutup RD, Sinyo Da Gomez.

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *