Kuliah Sambil Kerja di Semarang, Bupati Lembata Lepas 21 Calon Mahasiswa UNAKI

LEMBATA– Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P melepas 21 calon mahasiswa asal Lembata untuk kuliah sambil bekerja di Universitas Abdi Karya Indonesia (UNAKI) Semarang, Jumat (29/5). Program kerja sama Pemkab Lembata-UNAKI ini jadi yang pertama di Indonesia dengan skema pendidikan tinggi sekaligus penempatan kerja bagi mahasiswa daerah.

 

Pemerintah Kabupaten Lembata membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih pendidikan tinggi tanpa harus membebani ekonomi keluarga. Jumat (29/5), Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P secara resmi melepas 21 calon mahasiswa yang akan kuliah sambil bekerja di Universitas Abdi Karya Indonesia (UNAKI) Semarang.

 

Pelepasan berlangsung di Ruang Rapat Bupati dan dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Rafael Betekeneng, S.H, Kepala Dinas Pendidikan, Koordinator UNAKI-Lembata Paskalis Wilh Wato Maing, http://S.Pd., http://M.Pd, para calon mahasiswa, serta orang tua/wali.

 

Kadisnakertrans Rafael Betekeneng menjelaskan, program ini merupakan kebijakan resmi Pemkab Lembata di bawah arahan langsung Bupati. Kerja sama dengan UNAKI Semarang ini menjadi yang pertama di Indonesia dalam bentuk kolaborasi pemerintah kabupaten dengan skema kuliah sambil bekerja.

 

“Gelombang pertama 21 orang disesuaikan dengan kapasitas penginapan. Mereka berangkat Sabtu, 30 Mei 2026 dengan KM Lawit,” kata Rafael.

 

Sebelum kuliah dan bekerja, peserta akan ikut pelatihan sekitar tiga minggu. Program akan berjalan bertahap. Setelah gelombang pertama mulai bekerja, gelombang berikutnya menyusul.

 

*Sudah Ada 53 Mahasiswa Lembata di UNAKI*  

Koordinator UNAKI-Lembata, Paskalis Wilh Wato Maing, mengapresiasi komitmen Bupati Lembata. Sejak 2022, sudah ada 53 mahasiswa asal Lembata yang kuliah di UNAKI secara mandiri sambil bekerja. Sebanyak 11 orang di antaranya dijadwalkan wisuda Oktober atau November 2025.

 

“Prodi yang diambil anak-anak Lembata antara lain Perpajakan, Manajemen, Akuntansi, Sistem Informasi, dan Psikologi. Kami harap kerjasama ini diperkuat lewat MoU dan PKS resmi,” ujar Paskalis.

 

Dalam arahannya, Bupati P. Kanisius Tuaq menegaskan program ini adalah investasi jangka panjang SDM Lembata. Ia meminta para mahasiswa disiplin, bertanggung jawab, dan lulus tepat waktu agar bisa kembali mengabdi ke daerah.

 

“Ini peluang emas. Pemerintah akan pantau dan koordinasi dengan kampus. Jaga sikap, disiplin, dan nama baik keluarga serta Kabupaten Lembata,” tegas Bupati.

 

Ia juga berpesan ke orang tua agar memberi dukungan dan doa. “Kuliah sambil kerja butuh komitmen, ketekunan, dan manajemen waktu yang baik,” tambahnya.

 

Salah satu calon mahasiswa menyampaikan bahwa kami bersyukur dengan program ini. “Kuliah sambil kerja sangat bantu kami. Bisa biaya hidup dan kuliah mandiri, jadi tidak terlalu bebani orang tua,” katanya.

 

Begitu juga, Pemkab Lembata berharap para mahasiswa harus bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan akademik dan keterampilan kerja, lalu pulang membangun daerah. **Prokompim Pemkab Lembata**

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *