LEWOLEBA – Kenaikan harga gas elpiji 12 kg di Lembata bikin warga resah. Dari harga normal Rp 285 ribu, kini tembus Rp400 ribu per tabung di tingkat pengecer. Pada persoalan harga elpiji yang mencekik ini, Warga mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Lembata untuk segera turun sidak ke pangkalan dan pengecer nakal.
Kelangkaan gas ini mulai terasa di sejumlah wilayah, seperti di kota Lewoleba, kecamatan Nubatukan, berdampak dari kenaikan harga Elpiji ini Emak-emak di kota Lewoleba Lembata terpaksa putar otak karena harga yang mencekik di tengah daya beli yang belum pulih. “Kami mau masak pakai apa? Kayu bakar juga susah. Dinas Perindag jangan diam saja,” keluh Prada, warga kota Lewoleba Tengah, Selasa (3/6/2026).
Pantauan di lapangan Selasa (3/6/2026), hampir seluruh tokoh pengecer di Lewoleba menjual gas 12 kg tembus hingga Rp400.000. Ribu di beberapa tokoh dalam kota Lewoleba.
Kondisi ini diperparah dengan stok gas yang mulai langka. “Sejak gas tidak dapat. Sekalinya ada, harganya dua kali lipat. Kami rakyat kecil mau makan apa,” ujar Chatarina Ndapamerang Owner lapak Dapur Inches di Harnus Wulon Luo Lembata.
.
Desakan Warga & Dugaan Permainan Harga
Warga menduga ada permainan harga di tingkat pengecer hingga pangkalan. Gas yang menjadi kebutuhan vital untuk masyarakat kecil di Lembata justru dijual bebas dengan harga seenaknya.
“Kami minta Disperindag jangan cuma duduk di kantor. Turun sidak sekarang. Cabut izin pangkalan yang nakal kalau terbukti mainkan harga,” tegas Vinansius Atu Warga Kota Lewoleba.
Saat berita ini diturunkan, pihak Dinas Perindag Lembata belum memberikan keterangan resmi terkait lonjakan harga tersebut.
Sementara Kepala Dinas Perindag Lembata Wilhelm Leuweheq yang dihubungi via telepon menyampaikan pihaknya akan segera turun untuk sidak harga pasar di Lembata.
Ia menyampaikan bahwa sesuai Permendag No. 26 Tahun 2009, Dinas Perindag wajib melakukan pengawasan dan pembinaan distribusi elpiji. Termasuk menindak pangkalan yang menjual di atas HET dan di luar peruntukannya.
Dampak & Tuntutan
Kenaikan harga gas ini langsung memukul ekonomi rumah tangga. Pedagang kecil yang mengandalkan gas untuk usaha juga terancam gulung tikar.
Untuk itu Warga kota Lewoleba menuntut 3 hal ke Pemkab Lembata:
1. Sidak mendadak ke seluruh pangkalan dan pengecer.
2. Publikasikan HET secara masif di setiap pangkalan.
3. Beri sanksi tegas, dari teguran hingga pencabutan izin usaha bagi yang terbukti melanggar bermain harga.***