LEMBATA – Bupati P. Kanisius Tuaq, S.P menitipkan harapan besar pada pundak generasi muda Lembata. Ia menegaskan, kemandirian daerah dimulai saat anak muda berani kembali ke pertanian dengan etos kerja dan disiplin tinggi.
Pesan dan harapan ini disampaikan saat Bupati Lembata menghadiri kegiatan Penanaman Perdana Kebun Contoh Kaya Tene Agriculture di Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape, Senin (1/6/2026). Kegiatan dihadiri Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Lembata, pimpinan OPD, Camat Ile Ape, Ketua Pembina Kaya Tene, Ketua dan Anggota Yayasan Kaya Tene, Kepala Desa Petuntawa dan Riangbao, penyuluh pertanian, serta masyarakat setempat.
Kegiatan diawali dengan penanaman perdana oleh Bupati Lembata bersama Ketua DPRD, didampingi pimpinan OPD, Camat Ile Ape, kepala desa, pengurus Kaya Tene, dan penyuluh pertanian sebagai tanda dimulainya pengembangan kebun contoh berbasis pemberdayaan masyarakat.
Ketua Yayasan Kaya Tene, Zainuddin Umar, dalam laporannya menjelaskan bahwa Kaya Tene lahir dari inisiatif anak-anak muda Lembata di Kupang yang memiliki komitmen untuk membangun daerah melalui pemberdayaan masyarakat. Saat ini, program Kaya Tene Agriculture mulai dikembangkan di sejumlah wilayah di Lembata melalui konsep kebun contoh berbasis kolaborasi bersama masyarakat.
Camat Ile Ape, Lorensius Lebe, mengapresiasi pola pendampingan yang dilakukan Kaya Tene karena tidak hanya menghadirkan program, tetapi juga terlibat langsung mendampingi petani di lapangan.
Menurutnya, pendekatan seperti ini penting untuk mengoptimalkan potensi lahan tidur yang masih cukup luas sekaligus mendorong pengembangan pertanian masyarakat secara berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan warga desa.
Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Safruddin Sira, menyebut pengembangan kebun contoh Kaya Tene Agriculture sebagai langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian masyarakat.
Ia mengapresiasi anak-anak muda Kaya Tene yang membawa pengalaman dan pengetahuan untuk membangun Lembata serta berharap masyarakat serius mengikuti pendampingan agar program tersebut dapat menjadi contoh dan dikembangkan ke desa-desa lain.
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya Yayasan Kaya Tene, kelompok tani, dan masyarakat yang terlibat dalam pengembangan lahan produktif di wilayah ini. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Lembata yang berfokus pada penguatan sektor nelayan, tani, dan ternak.
Program pengembangan pertanian tersebut dilakukan melalui pembukaan lahan baru dan penanaman komoditas hortikultura seperti tomat dan cabai sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Kehadiran program ini bukan hanya untuk menjaga ketahanan pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi masyarakat, dan yang paling penting adalah mengubah pola pikir masyarakat kita,” ujar Bupati Kanis.
Beliau menilai tantangan terbesar pembangunan daerah saat ini adalah pola pikir instan yang masih berkembang di tengah masyarakat, terutama generasi muda, yang ingin memperoleh hasil cepat tanpa melalui proses kerja keras dan disiplin.
“Kalau ingin maju, kita harus mau berproses. Disiplin kerja harus dibangun. Mentalitas masyarakat juga harus berubah,” tegasnya.
Bupati Kanis mengungkapkan bahwa pengembangan lahan pertanian tersebut direncanakan mencapai 15 hektar. Saat ini sekitar 3 hektar telah mulai dikerjakan dan masih tersedia potensi pengembangan lahan tambahan pada tahap berikutnya.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan apabila dikelola secara serius dengan memanfaatkan teknologi dan pola kerja yang produktif. Ia mencontohkan perhitungan hasil produksi hortikultura yang mampu menghasilkan pendapatan besar dengan biaya produksi yang relatif terukur.
“Petani sebenarnya kaya kalau usaha taninya dikelola dengan baik dan serius. Karena itu, kita harus mulai mengubah cara pandang terhadap sektor pertanian,” ujarnya.
Selain membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran, program tersebut juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda agar lebih produktif, mandiri, dan memiliki semangat membangun daerah melalui sektor pertanian.
Pada kesempatan itu, Bupati Kanis juga menegaskan bahwa setiap kegiatan pemerintah harus menghasilkan tindakan nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Kalau datang menanam, harus benar-benar menanam. Kalau panen, harus benar-benar panen sampai selesai. Pemerintah harus memberi contoh kerja nyata kepada masyarakat,” tegasnya.
Semoga seluruh masyarakat, terutama generasi muda, mulai membangun budaya kerja yang produktif, memanfaatkan teknologi pertanian, serta melihat sektor pertanian sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan bagi masa depan Kabupaten Lembata.
(ProkompimPemKabLembata)