OMESURI – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., meletakkan batu pertama pembangunan TK Lesu Mani di Desa Nilanapo, Kecamatan Omesuri, Sabtu (4/7/2026). Dalam sambutannya, bupati menegaskan bahwa pembangunan harus dibuktikan dengan kerja nyata di lapangan, bukan hanya sebatas kegiatan seremonial.
“Pemerintah hadir bukan untuk seremoni saja. Kita harus pastikan setiap pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama anak-anak kita,” tegas Bupati Kanisius di hadapan warga dan tokoh masyarakat Omesuri.
Pembangunan TK Lesu Mani diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan layanan pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut. Dengan adanya fasilitas baru ini, Pemkab Lembata menargetkan peningkatan akses dan mutu pendidikan dasar sejak usia dini, sehingga anak-anak di Omesuri memiliki bekal yang lebih baik untuk masa depan.
Pembangunan Taman Kanak-Kanak (TK) Lesu Mani ini didanai melalui anggaran revitalisasi sebesar Rp 624 juta. Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pembangunan satu ruang kelas baru, rehabilitasi satu ruang kelas, pembangunan satu unit toilet, serta penyediaan taman bermain sebagai sarana pendukung proses belajar mengajar. Saat ini, TK Lesu Mani memiliki 29 peserta didik yang akan memperoleh manfaat langsung dari peningkatan fasilitas tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Camat Omesuri, Kepala Desa Nilanapo, Ketua dan Anggota BPD, Kepala TK Lesu Mani, serta tokoh masyarakat dan warga Desa Nilanapo.
Dalam sambutannya, Camat Omesuri, Ade Hasan Yusup, S.P., mengapresiasi gaya kepemimpinan Bupati Lembata yang tidak hanya hadir untuk melakukan peletakan batu pertama secara simbolis, tetapi juga mengajak seluruh unsur pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menyusun batu pembangunan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap TK Lesu Mani yang sedang dibangun.
Ia juga menilai bahwa kebiasaan Bupati turun langsung ke lapangan merupakan bentuk kepemimpinan yang menghadirkan perubahan nyata. Pola kerja seperti ini, katanya, telah dilakukan di berbagai kecamatan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Kanisius Tuaq menyampaikan rasa syukur dapat hadir langsung di tengah masyarakat Desa Nilanapo. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar memenuhi agenda seremonial, melainkan bagian dari karakter kepemimpinan yang mengedepankan kerja nyata.
“Turun langsung ke lapangan bukan untuk pencitraan atau sekadar mengangkat batu demi kebutuhan media sosial, tetapi untuk memastikan bahwa pemerintah benar-benar bekerja bersama masyarakat,” tegas Bupati.
Bupati juga mengajak seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat untuk mengubah pola pikir dari budaya kerja yang hanya bersifat simbolis menjadi budaya kerja yang menghasilkan manfaat nyata.
“Setiap pekerjaan harus diselesaikan dengan sungguh-sungguh hingga tuntas agar dapat memberikan dampak bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati meminta Kepala Sekolah, panitia pembangunan, serta pengawas agar mengawal proses pembangunan dengan baik sehingga kualitas pekerjaan tetap terjaga dan dapat diselesaikan sesuai target waktu selama 90 hari.
Ia menjelaskan bahwa kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten Lembata saat ini masih menghadapi keterbatasan, sebagaimana juga dialami banyak daerah lain di Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti membangun.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh kepala desa dan masyarakat untuk tetap menjaga semangat gotong royong, memperkuat kerja sama, serta mendukung setiap program pembangunan pemerintah dengan penuh kesabaran demi mewujudkan kemajuan Kabupaten Lembata.
Menurutnya, komitmen pemerintah untuk terus hadir dan bekerja bersama masyarakat merupakan wujud nyata kecintaan kepada rakyat. Pemerintah, tidak boleh hanya hadir dalam bentuk kebijakan, tetapi juga harus hadir melalui kerja dan pengorbanan di lapangan.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keterlambatan kehadirannya. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya telah melaksanakan rangkaian agenda kerja di sejumlah wilayah, mulai dari Lewoleba, Ile Ape, hingga Lewoeleng.
Peletakan batu pertama pembangunan TK Lesu Mani diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di Kecamatan Omesuri sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata dalam menghadirkan pembangunan yang merata, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.**ProkompimPemkabLembata**