Aktivitas Gunung Ili Lewotolok Meningkat, Status Tetap Waspada Level II

PVMBG catat 908 kali Gempa Erupsi dalam sepekan pertama Juli 2026. Warga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 2 km dari puncak

 

LEMBATA – Aktivitas vulkanik Gunungapi Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Informasi yang dihimpun media ini melalui Laporan Khusus Nomor 1228.Lap/GL.03/BGL/2026 tanggal 8 Juli 2026, jumlah Gempa Erupsi dan Gempa Hembusan meningkat sejak pertengahan Juni 2026. Meski demikian, status gunung tetap berada pada Level II WASPADA sejak 24 Februari 2026.

 

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, pada periode 1–30 Juni 2026 tercatat 1746 kali Gempa Erupsi, 2198 kali Gempa Hembusan, 45 kali Gempa Guguran, 56 kali Tremor Harmonik, 55 kali Tremor Non Harmonik, 32 kali Gempa Hybrid, 11 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 124 kali Gempa Vulkanik Dalam, 31 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 41 kali Gempa Tektonik Jauh.

 

Sementara pada 1–7 Juli 2026, tercatat 908 kali Gempa Erupsi dan 583 kali Gempa Hembusan. Jumlah tersebut menunjukkan tren kenaikan yang cukup tajam dibandingkan bulan sebelumnya. Energi seismik berdasarkan metode RSAM juga terpantau naik, namun masih di bawah energi seismik bulan Juni 2026.

 

Melalui pengamatan visual menunjukkan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal setinggi 20–400 meter dari puncak. Kolom erupsi terpantau setinggi 100–600 meter berwarna putih hingga kelabu. Lontaran material pijar juga teramati dengan jarak 200–500 meter ke arah tenggara dan 100 meter ke arah selatan. Suara dentuman kuat dari kawah bahkan dilaporkan menggetarkan dinding rumah dan kaca jendela warga di sekitar gunung.

 

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam laporan tersebut meminta masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pendaki dan wisatawan untuk tidak memasuki radius 2 km dari pusat aktivitas. Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas di sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut gunung.

 

Selain itu warga diminta menggunakan masker dan pelindung mata serta kulit untuk menghindari gangguan ISPA akibat paparan abu vulkanik. Tempat penampungan air bersih juga harus ditutup. Masyarakat juga diminta tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman karena itu merupakan ciri aktivitas erupsi.

 

Kepada Pemerintah daerah Lana Saria meminta untuk terus berkoordinasi dengan Pos PGA Ili Lewotolok di Laranwutun atau PVMBG Bandung. Informasi perkembangan aktivitas dapat dipantau melalui website Magma Indonesia di http://www.vsi.esdm.go.id dan media sosial resmi Badan Geologi.***

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *