Event Karisma Event Nusantara ini melibatkan komunitas Lamaholot dari Flores Timur, Lembata, Alor, plus komunitas tenun 10 kabupaten di Flores. Target: budaya, ekonomi, dan wisata naik kelas.
LEWOLEBA-Pemerintah Kabupaten Lembata memastikan Festival Lamaholot 2026 akan digelar 1 hingga 4 Juli 2026 di Pantai Wulen Luo. Event ini kembali terpilih 3 tahun berturut-turut dalam program Karisma Event Nusantara KEN Kementerian Pariwisata RI.
Kegiatan Festival Lamaholot ini Mengusung tema `Tue Taan Ago Lewo, Tane Taan Towe Tana` yang berarti “Tenun untuk Kehidupan”, festival tahun ini memperluas cakupan. Selain komunitas Lamaholot dari Flores Timur, Lembata, dan Alor, juga melibatkan komunitas tenun dari 10 kabupaten di Flores hingga Alor.
Latar belakang festival ini adalah persatuan etnik Lamaholot yang meski terpencar sejak abad 14-16, tetap terikat bahasa dan paguyuban. Kekhasan tenun dari setiap pulau menjadi daya tarik utama wisatawan, dengan tren kunjungan wisman ke kawasan Flores-Lembata-Alor naik 50%-68%.
“Festival ini menjadi implementasi area working group Larantuka-Lewoleba-Kalabahi,” demikian tertulis dalam KAK yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lembata, Yakobus Andreas Wuwur, SP.M.Si.
Tujuan utama festival ini untuk melestarikan budaya Lamaholot, menguatkan persaudaraan, mendongkrak pariwisata, mendorong ekonomi kreatif UMKM, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Community Based Tourism dan Sustainable Tourism.
Berikut Informasi Lengkap: Rundown Kegiatan Festival Lamaholot.
1. Hari 1: Rabu, 1 JULI 2026 – Pembukaan Megah di Wulen Luo Pukul 09.00-22.00 WITA: Pameran Tenun Lamaholot diikuti penenun dan Ekraf dari Sikka, Ende, Ngada, hingga Manggarai Barat, Timur, Nagekeo. Pukul 14.00-17.00 WITA: Grand Opening Karnaval Budaya Lamaholot. Rute: Titik Star Ex Kantor Bupati Taman Kota Swolsa menuju Pantai Wulen Luo Lapangan Ex Harnus.
Jumlah Peserta karnaval: 50 orang Flores Timur, 50 orang Alor, 450 orang dari 9 Kecamatan Lembata, 800 pelajar, 700 ASN, 100 swasta/BUMN, 200 desa wisata, plus 13 paguyuban se-NTT dan luar NTT. Total ribuan peserta. Pukul 17.00-19.00 WITA: Upacara Pembukaan bersama Kementerian Pariwisata dan komunitas adat.
Pukul 19.00-21.00 WITA: Pentas Budaya, Lomba Seni, Fashion Tenun Tradisional, Live Music, dan Gala Dinner.
2. Hari 2: Kamis, 2 Juli 2026 – Pist Tour ATakore & Lusilame
Pameran tenun tetap buka 09.00-22.00 WITA.
Pukul 08.00-15.00 WITA: Post Tour ke Desa Wisata Lusilame dan Atakore. Agenda: seremonial Holo Beba, kunjungan rumah adat, proses tenun ikat, pameran Ekraf Atadei, makan siang, dan wisata budaya Ina Kar Watuwawer.
3. Hari 3: Jumat, 3 Juli 2026 – Ile Ape: Watun Lewo Pito & Kolontobo
Pameran tenun 09.00-22.00 WITA.
Pukul 09.00-17.00 WITA: Post Tour ke Kampung Adat Watun Lewopito Desa Lamagute untuk ritual Utan Werun/Pesta Kacang, dan Festival Muro Konservasi Laut di Desa Kolontobo.
Pukul 18.00-22.00 WITA: Lomba Pentas Seni Budaya dan Live Music bersama Desa Wisata Lolong, Labalimut, dan sanggar sekolah.
4. Hari 4: Sabtu, 4 JULI 2026 – Talk Show & Penutupan
Pameran tenun 09.00-22.00 WITA.
Pukul 08.00-15.00 WITA: Talk Show Budaya Lamaholot bertema Tenun, Sole Oha, Konservasi Muro dan Badu di Desa Lusilame dan Atakore. Pukul 18.00-22.00 WITA: Closing Ceremony: Pentas Budaya, Fashion Tenun Casual, hiburan sanggar sekolah, Live Music, dan pengumuman pemenang lomba + door prize untuk pelajar SMK/SMA Lewoleba.
Ruang Lingkup & Dukungan
Ruang lingkup kegiatan meliputi: Tenun Lamaholot, Karnaval & Pentas Budaya, Konservasi Mangrove/Muro, Kedaulatan Pangan Lokal, Talk Show Masyarakat Adat, dan Pameran UMKM Pangan Lokal & Kerajinan.
Venue utama menggunakan material lokal seperti bambu dan daun kelapa. Anggaran: APBD Lembata Rp220.633.706 dan APBN Kemenpar, ditopang sponsor BPOLBF, Bank NTT, BRI, BNI, JNT, JNE, dan lainnya.
Protokol: tersedia Posko Kesehatan, Keamanan bersama Polri & Pol PP, Keselamatan laut dengan Basarnas & AL, serta kebersihan bersama komunitas lokal.
“Festival ini diharapkan dapat menguatkan branding Wisata Budaya Lamaholot sebagai event tahunan berkelanjutan, meningkatkan ekonomi UMKM, dan peran stakeholders pariwisata.***