LEMBATA, Bupati Petrus Kanisius Tuaq, S.P., mengingatkan masyarakat untuk menjaga iman di tengah berbagai tantangan daerah. Peringatan itu disampaikan saat menghadiri Perayaan Syukur 25 Tahun Hidup Membiara Br. Siprianus Sina, OFM dan 40 Tahun P. Laurentius Tueng, OFM di Lapangan Futsal Desa Hadakewa, Kecamatan Nubatukan, Jumat 27/6.
Sebelumnya, Bupati bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Lembata Ny. Ursula Bayo Tuaq baru saja mengantarkan jemaah haji asal Desa Balauring dan Desa Kalikur. “Jangan sampai kita mengalami krisis iman,” tegas Bupati dalam sambutannya.
Perayaan syukur tersebut berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan. Turut hadir para pimpinan perangkat daerah, Camat Nubatukan, unsur Forkopimcam, Kepala Desa Hadakewa, Romo Deken Lembata, Pastor Paroki Hadakewa, para imam, suster, bruder, diakon, frater, serta umat dari berbagai wilayah yang memadati lokasi acara.
Dalam sambutannya, Bupati Kanisius Tuaq menyampaikan ucapan proficiat dan penghargaan setinggi-tingginya atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Lembata kepada Br. Siprianus Sina, OFM dan P. Laurentius Tueng, OFM atas kesetiaan mereka dalam mengabdikan diri melalui hidup membiara selama 25 tahun dan 40 tahun.
Bupati mengatakan, perayaan syukur seperti ini tidak hanya menjadi ungkapan sukacita bagi para yubilaris, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi semua pihak, termasuk pemerintah, dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
“Perayaan ini memberikan kekuatan tambahan bagi saya untuk terus memimpin Kabupaten Lembata di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi saat ini,” ujar Bupati.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani ajaran Yesus Kristus tentang kasih dan kesabaran dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menurutnya, pemerintah harus mampu menghadapi kritik, caci maki, maupun berbagai dinamika dengan hati yang sabar dan tetap berorientasi pada penyelesaian masalah demi kepentingan masyarakat.
“Sebagaimana ajaran Yesus untuk memberikan pipi kanan ketika pipi kiri ditampar, demikian pula pemerintah harus mengedepankan kesabaran, tidak membalas kebencian dengan kebencian, tetapi terus mencari solusi terbaik bagi daerah ini,” ungkapnya.
Di tengah kondisi fiskal daerah yang masih terbatas dan berbagai tantangan pembangunan, Bupati mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan harapan. Menurutnya, kesulitan ekonomi boleh saja dialami, namun jangan sampai masyarakat mengalami krisis iman.
“Kita boleh mengalami keterbatasan ekonomi, tetapi jangan sampai kehilangan iman. Iman adalah kekuatan yang membuat kita tetap berharap, tetap bekerja, dan terus membangun Lembata dengan semangat persaudaraan,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para imam dan seluruh pelayan Gereja yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat. Menurutnya, kehadiran para imam tidak hanya melayani di altar, tetapi juga menjadi terang dalam kehidupan sosial, budaya, kemanusiaan, serta turut mendukung pembangunan daerah.
Mengakhiri sambutannya, Bupati memanjatkan doa agar Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, sukacita, dan berkat kepada Br. Siprianus Sina, OFM dan P. Laurentius Tueng, OFM sehingga tetap setia menjalankan panggilan dan pelayanan bagi Gereja serta masyarakat.
Perayaan syukur ditutup dengan tarian dolo-dolo yang melibatkan seluruh hadirin dalam suasana penuh keakraban. Kehadiran saudara-saudari umat Muslim yang turut bergembira bersama menjadi simbol nyata semangat Taan Tou, nilai luhur masyarakat Lembata yang menjunjung tinggi persaudaraan, kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati dalam keberagaman.**ProkompimPemKabLembata**