Yayasan IDEP Selaras Alam Bali dan Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata (Barakat), menggelar Festival Tanah Mean 2025 di lokasi perumahan Tanah Merah.
Festival ini berlangsung meriah dan dihadiri masyarakat Lamawolo dan Waimatan. Festival Tanah Mean merupakan momentum untuk melihat sejauh mana capaian pelaksanaan Program, yang didapatkan guna memperkuat komitmen seluruh stakeholder untuk terus membangun ketangguhan komunitas, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya adaptasi, mitigasi, dan pendidikan kebencanaan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Festival ini dilaksanakan tepatnya di pelataran perumahan Tanah Merah Jumat 07 September 2025, dihadiri, Bupati Lembata yang diwakili Asisten II Donatus Boli, Anggota DPRD kabupaten Lembata, Beberapa OPD terkait, Yayasan dan beberapa komunitas lainya juga turut hadir memeriahkan Festival Tanah Mean.
Kepada seluruh hadirin Bupati Lembata dalam sambutanya yang dibacakan Donatus Boli Lajar Asisten II mewakili, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, mengajak.seluruh hadirin yang turut mengikuti kegiatan Festival Tanah Mean ini. Untuk bersama-sama mengangkat hati Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya atas penyertaan-Nya, kita semua dapat hadir di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat.
Bupati dalam pesannya bahwa, Alam adalah titipan Tuhan yang berharga bagi kita. Dari alam kita memperoleh sumber kehidupan yang kemudian diwariskan kepada generasi kita mendatang. Kendati kita sering, dihadapkan dengan berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, polusi, dan permasalahan lingkungan lainnya, yang sewaktu-waktu dapat mengakibatkan bencana. Dan hal seperti ini di kabupaten Lembata pernah kita alami bersama.
Harus diakui bahwa, daerah kita memang memiliki kondisi geologis, geografis, hidrologis, demografis dan sosiologis yang rawan terhadap bencana, baik, bencana alam, non alam maupun bencana sosial, maka sangat dibutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap segala kemungkinan bencana yang akan terjadi. Kondisi ini kita memerlukan perhatian serius dan tindakan nyata dari kita semua.
Pada momentum Festival Tanah Mean 2025 ini, Pemerintah daerah kabupaten Lembata mengucapkan terimakasih kepada Yayasan IDEP Selaras Alam Bali dan Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata (Barakat), yang telah berkolaborasi menghadirkan Program DREAMS (Disaster Resilience through Education, Adaptation, and Mitigation Strategies) di Desa Waimatan dan Lamawolo.
Lanjut Bupati Kanis dalam sambutanya yang dibacakan mengatakan, upaya memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana, melalui edukasi terkait strategi adaptasi dan mitigasi, maka perlu juga dilakukan pendekatan-pendekatan Untuk mendukung lingkungan yang berkelanjutan, kesejahteraan dan lestari.
“Hari ini, kita hadir di sini untuk melaksanakan Festival Tanah Mean 2025, kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian Program DREAMS. Untuk itu patut kita memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkolaborasi bersama-sama menyukseskan seluruh rangkaian Program DREAMS sampai pada pelaksanaan Festival ini.
Festival Tanah Mean 2025 ini adalah momentum untuk melihat sejauh mana capaian pelaksanaan Program yang didapatkan sekaligus memperkuat komitmen bersama seluruh stakeholder untuk terus membangun ketangguhan komunitas, dalam meningkatkan kesadaran publik terkait pentingnya adaptasi, mitigasi, dan pendidikan kebencanaan yang partisipatif yang berkelanjutan.
Kita berharap agar implementasi Program ini terus berlanjut dengan sebuah gerakan kolektif yang sinergis antara seluruh stakeholder, sehingga dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi ketahanan kita khususnya terhadap bencana dan kelestarian alam yang berkelanjutan.