Semangat kebersamaan dan gotong royong begitu terasa dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-18 Koperasi Simpan Pinjam (KSU) Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Laut Lewoleba. Pelaksanaan Kegiatan ini Bertempat di Ballroom & Resto Cafe Olympic, Lewoleba, Jumat (23/5).
RAT KSU TKBM ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi kinerja, tetapi juga perwujudan nyata dari solidaritas dan komitmen bersama untuk mencapai kesejahteraan anggota.
Hadir pada kegiatan RAT KSU TKBM ini Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, Ketua KSU TKBM Lewoleba, dan seluruh anggota KSU TKBM.
Wabup Nasir Laode dalam arahanya saat membuka acara tersebut, memberi apresiasi dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh anggota KSU TKBM.
Wabup Nasir Laode menekankan, pentingnya manajemen koperasi yang profesional dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
Selama ini Menurut Wabup Nasir, peran penting TKBM telah memberikan pelayanan prima di pelabuhan laut Lewoleba dan menjaga keamanan pelabuhan dari aktivitas ilegal.
Untuk itu pada momentum RAT ke-18 ini bukan sekadar membahas laporan keuangan dan program kerja. Namun Lebih dari itu, RAT menjadi momentum untuk memperkuat ikatan kekeluargaan dan solidaritas di antara anggota KSU TKBM,”ujar Nasir Laode Wakil Bupati Lembata.

Hal ini juga disampaikan dalam sambutan Hendrikus Buran, Ketua Dekopinda Kabupaten Lembata. Ia menekankan ada tiga aspek penting dalam kehidupan koperasi, yakni hidup dalam kasih, hidup dalam satu irama perjuangan, dan hidup dalam harapan.
Ungkapan slogan,” Go susah mo bantu, mo susah go bantu’ yang disampaikan Ketua Dekopinda ini, merupakan inti sari dari semangat gotong royong dan saling membantu yang menjadi landasan KSU TKBM, sejalan juga dengan visi koperasi, yakni mewujudkan keluarga TKBM yang berdaya saing untuk kesejahteraan bersama.
Semangat ini terlihat jelas dalam program prioritas koperasi dengan mendaftarkan seluruh anggota sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan batas usia pensiun 58 tahun, ini merupakan sebuah langkah nyata untuk menjamin masa depan anggota,”kata Ketua Dekopimda Kabupaten Lembata.
Kita patut berterima kasih karena Pemerintah Kabupaten Lembata telah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Respon bukti dukungan Pemerintah ini disampaikan langsung oleh Bupati Kanis Tuaq pada kegiatan talk show, 30 April 2025 tepatnya hari raya buruh. Bupati Kanis Tuaq telah menjanjikan akan memberikan bantuan subsidi BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota KSU TKBM Pelabuhan Laut Lewoleba, yang realisasinya paling lambat di tahun 2026.
Sebagai informasi, kemajuan KSU TKBM Pelabuhan Lewoleba, yang berdiri sejak 2004, hingga saat ini terus berinovasi dan berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
RAT ke-18 ini menunjukkan bahwa KSU TKBM bukan hanya sebuah koperasi, tetapi juga sebuah keluarga besar yang berjuang bersama untuk mencapai kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik.
Hendrikus Buran menerangkan, Koperasi TKBM ini berusia 18 tahun, masih terhitung usia remaja. Koperasi TKBM ini tumbuh dari orang orang yang senasib dan seperjuangan. Usia koperasi ini masih membutuhkan asuhan dan perhatian dari pihak lain dalam hal ini pemerintah sebagaimana undang undang nomor 25 1992 pasal 60 yang mengatur tentang pemerintah sebagai pembina, memberikan bimbingan dan perlindungan kepada koperasi.
Dengan Tugas inilah kita berharap dapat mengantar koperasi mencapai tujuan sebagaimana amanat undang-undang yakni koperasi sebagai soko guru perekonomian rakyat,”ujar Hendrikus Buran
Koperasi TKBM juga memiliki Visi KSU tujuanya untuk mewujudkan keluarga TKBM yang berdaya saing menuju kesejahteraan bersama dengan program prioritasnya adalah menjadikan anggota TKBM sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu kegiatan RAT KSU TKBM lebih memprioritaskan Program dan menjadikan anggota sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Untuk diketauhi saat ini, KSU TKBM memiliki 3 unit usaha yakni 1 unit usaha simpan pinjam, 2 unit pertokoan dan 3 unit usaha kantin Dan anggota BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 178 orang aktif membayar iuran dalam 2024 sebesar Rp 463.964.000. Artinya, rata rata per orang menyetor iuran BPJS sebesar Rp229.000.
Dalam hal ini pihak Pemerintah Bupati dan Wakil Bupati tentu lebih peka melihat bagaimana tingkat kesulitan orang orang yang bekerja di pelabuhan baik yang ada di pelabuhan Lewoleba, pelabuhan Balauring, pelabuhan Wulandoni dan pelabuhan Waijarang yang telah membayar BPJS Ketenagakerjaan.
Terima kasih untuk Pak wakil bupati yang telah hadir pada hari ini, semoga subsidi BPJS ketenagakerjaan ini dapat membantu para pekerja dikala pada bulan bulan tertentu kami kesulitan mendapatkan pendapatan dikarenakan cuaca atau kendala lain,”pungkas Hendrikus Buran.