Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, melakukan kunjungan kerja pada hari kedua setelah bermalam di Pantai Anger Laleng. Fokus kunjungan kali ini adalah melihat langsung persiapan pengembangan kawasan jagung industri serta mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Sebelum Bupati memulai kegiatan dari Desa Mahal I dan Mahal II. Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, membuka ruang berdiskusi dengan para petani rumput laut di Pantai Angar Laleng untuk mendengar kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi.
Pada ruang diskusi tersebut Bupati menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung peningkatan produksi dan pemasaran rumput laut sebagai sumber ekonomi masyarakat pesisir. Kedua desa tersebut telah menyiapkan lahan untuk pengembangan jagung industri berskala besar.
Setelah berdiskusi dengan petani rumput laut Bupati langsung bergerak menuju lahan pertanian, Ia Menyampaikan Bahwa pertanian harus dikelola secara efisien dan ilmiah, seperti: Memeriksa pH tanah, Menghemat air, terutama di musim kemarau, Menggunakan teknologi hemat biaya seperti panel surya dan sumur bor.
“Tidak boleh ada air yang terbuang. Kita mulai dulu, kalau ada kekurangan kita perbaiki sambil berjalan. Pemerintah tentu akan slalu hadir untuk atasi masalah masyarakat,” ujar Bupati.
Seperti biasa Bupati Lembata Setiap kali melakukan peninjauan lahan pertanian, Ia selalu turun langsung ke sumber-sumber mata air untuk memastikan debit air mencukupi kebutuhan pertanian masyarakat.
Selain itu Bupati juga Ia juga meminta petani untuk disiplin, membuka diri terhadap masukan, dan melibatkan anak muda dalam kegiatan pertanian. Dan selanjutnya Bupati Lembata menghadiri panen tomat ke-9 dan Tanam Perdana Jagung di Hamparan Naru. Hasil panen tomat kali ini mencapai Rp 56 juta dalam empat bulan, dengan lima tenaga kerja.
Bupati mengapresiasi capaian masyarakat dan meminta semangat kerja terus dijaga. “Semua harus berkelanjutan dan tetap semangat,” tegasnya.
Dalam beberapa pertemuan dengan masyarakat, Bupati menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan pengembangan 200 hektar kawasan jagung industri dari Atanila sampai Anger Laleg. Namun karena keterbatasan anggaran, sehingga di tahun 2026 nanti akan dikerjakan 75 hektar terlebih dahulu. Diantaranya : Desa Bean 10 hektar, Panama/Weipae 10 hektar, Mahal I dan II masing-masing 10 hektar, Wowong 10 hektar, Leubatang 5 hektar, Atanila 10 hektar. Setiap lahan yang dipilih harus dekat dengan sumber air agar mudah dialiri melalui saluran yang direncanakan.
Rombongan Bupati Lembata kembali melanjutkan survey ke wilayah Atanila–Lodoblolong. Di wilayah ini terdapat: 1,7 hektar di Atanila, 10 hektar di Nilanapo. Selain itu, Bupati meminta masyarakat untuk terus menjaga pertumbuhan ekonomi Nilanapo agar tetap seimbang.
Bupati juga menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan pasokan bahan pangan dari desa-desa, terutama sayuran dan komoditas lokal.
Dalam berbagai dialog, Bupati terus menekankan bahwa pembangunan pertanian bukan hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga untuk: Menciptakan lapangan kerja, Menambah penghasilan keluarga, Menggerakkan ekonomi desa.
“Pertanian adalah masa depan Lembata. Kita harus memanfaatkan lahan secara produktif dan membangun rantai ekonomi yang menguntungkan masyarakat,” ujar Bupati.
Kepada camat dan kepala desa Bupati meminta untuk terus memastikan setiap kegiatan di lapangan sesuai dengan rencana pembangunan pemerintah daerah.
Kunjungan kerja selama 2 hari ini menunjukkan kesiapan masyarakat dan potensi desa dalam mengembangkan pertanian industri. Dan peninjauan langsung Bupati ini menjadi langkah penting untuk memastikan setiap program benar-benar membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. **PromompimPemKabLembata**