Tepatnya Senin, 04 November 2024. Minggu, 03 November 2024 malam, sekitar pukul 24.00 wita, Gunung Lewotobi laki-laki kembali meletus dan memuntahkan lava dan bebatuan besar dan kecil.
Akibat dari letusan ini menyebabkan banyak bangunan rumah warga dan fasilitas umum rusak. Untuk sementara sudah teridentifikasi 7 orang meninggal dunia dan jumlah ini diprediksikan bisa saja terus bertambah.
Letusan Gunung Lewotobi ini menelan Salah satu korban meninggal dunia adalah seorang biarawati Katolik yaitu Sr. Nikoline Pajo, SSpS. Korban ini tinggal di biara susteran SSpS Hokeng. Beliau terjebak di dalam kamarnya akibat reruntuhan batu yang menimpa kamarnya.
Informasi yang didapat media Hingga saat ini Gunung Lewotobi masih menyemburkan material batu dan pasir serta lava panas.
Berikut kronologi bencana gunung Lewotobi meletus awalnya warga mendengar suara gemuruh dahsyat yang disertai dengan getaran panjang. Warga panik dan berhamburan bergerak untuk mengamankan diri.
Akibat dari letusan Gunung Lewotobi laki-laki yang muntahkan lava panas dan material dan menerjang rumah warga di sekitaran hokeng, Boru kecamatan wulangitang kabupaten Flores Timur
Warga yang mendengar suara gemuruh dahsyat yang disertai dengan getaran panjang panik dan berhamburan mengamankan diri.
Selain itu abu vulkanik juga turun dan menyelimuti permukiman di sekitarnya. Selain hujan abu, erupsi Gunung Lewotobi juga memuntahkan lava panas dari kawah Gunung Lewotobi, yang membuat warga sekitar semakin panik.
peristiwa meletusnya Gunung Lewotobi Laki-laki tersebut, beberapa rumah di Desa Klatanlo, Wulanggitang juga dilaporkan mengalami kebakaran akibat terpapar material panas dan belerang yang terlontar saat erupsi.
Terhadap warga yang terkena muntahan material untuk sementara dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Meskipun dalam kondisi panik namun warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan erupsi susulan dan dampak lainnya dari aktivitas gunung yang meningkat.
Erupsi gunung Lewotobi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi ± 24 menit 10 detik.
Saat ini Gunung Lewotobi Laki Laki berada pada Status Level III (Siaga) Pantauan media dari dua video berdurasi OO.50 detik dan 00.51 detik, terlihat masyarakat terdampak sedang mengevakuasi diri mereka masing-masing dari bencana alam itu.
Sementara itu, PVMBG Pos Pengamatan Gunung api Lewotobi Laki Laki memberikan 6 himbauan penting yakni;
Pertama, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki Laki dan pengunjung/wisatawan tidak boleh melakukan aktivitas apapun dalam radius 3.5 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki serta sektoral 4 km pada arah Utara-Timur Laut dan 5 Km pada sektor Timur Laut.
Kedua, masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan Pemerintah Daerah serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Ketiga, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki Laki harus tetap waspada potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki Laki, Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Keempat, masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki Laki wajib memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Kelima, pemerintah daerah kabupaten Flores Timur senantiasa akan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
Keenam, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan Gunung Lewotobi Laki-laki.
Untuk informasi lebih jelas dapat mengubungi Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki atau mengubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606.