Sosialisasi Kesadaran Bersosial Media Bagi Siswa SMPN 2 Witihama Oleh Mahasiswa MBKM Fisip Unwira 2024

Mahasiswa Fisip Unwira gelar sosialisasi di SMPN 2, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 6 Mai 2024 dan diikuti oleh siswa-siswi kelas 9. Dalam sosialisasi ini Mario F. Leta Bili, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fisip Unwira, selaku pemateri memberikan informasi tentang kesadaran menggunakan media sosial, dalam rangka memberikan pengetahuan kepada para peserta sosialisasi tentang pentingnya menjaga etika, bagaimana mencegah atau menghindari kecanduan media sosial, serta manfaat serta dampak positif yang dapat diperoleh dari penggunaan media sosial bagi peserta didik. Sosialisasi dijalankan dalam dua bagian, yakni penyampaian materi dan sesi dialog, diskusi atau tanya jawab.

Pada bagian pertama sosialisasi, disampaikan bahwa sosial media adalah media yang dapat digunakan oleh siapa saja untuk membagikan cerita, saling berinteraksi, serta menunjukkan kebolehan/kemampuan masing-masing. Sosial media juga dapat berfungsi sebagai media belajar karena melalui aktivitas di media sosial, dapat diperoleh berbagai informasi yang berguna untuk menambah wawasan dan membantu dalam kegiatan belajar mengajar. Namun bukan hanya membawa dampak atau manfaat positif, sosial media juga ternyata dapat membawa dampak negative, diantaranya lupa untuk berinteraksi dengan sesama di dunia nyata akibat keasyikan di dunia maya dengan ponsel masing-masing, sehingga menjurus pada perilaku anti sosial, hilangnya kepedulian terhadap sesama. Dampak negative lainnya adalah lahirnya perilaku harap gampang dalam belajar, karena banyak siswa/I yang enggan belajar atau membaca karena merasa bahwa semua jawaban dan materi belajar dapat diperoleh dengan mudah dari internet. Aktivitas bersosial media juga dapat cenderung merubah perilaku generasi muda menjadi lebih mementingkan gaya dan gengsi hingga menghalalkan segala cara untuk memenuhi tuntutan standar yang ditampilkan di media sosial tersebut. Semua hal yang telah dijabarkan di atas menyadarkan kita semua untuk lebih memperhatikan aspek etis dan etika dalam menggunakan media sosial untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat membahayakan masa depan generasi muda di Indonesia.

Beberapa solusi bijak bermedia sosial disampaikan pula oleh pemateri, yakni (1) cermat dan berhati-hati dalam membagikan unggahan di media sosial, (2) tidak menyebarkan informasi atau isu-isu yang berbau suku, agama, dan ras, (3) menggunakan Bahasa yang sopan dalam interaksi di sosial media, tidak mempermalukan orang lain (bully/shaming), (4) menggunakan internet dan media sosial untuk mengambil informasi-informasi berguna dan positif, (5) menjaga ketenangan dan tidak mengumbar emosi atau amarah melalui media sosial.

Pada bagian kedua dari sosialisasi, dilakukan dialog dan tanya jawab, juga sharing dan diskusi antara pemateri dengan para peserta yang dengan semangat dan antusias mengkomunikasikan pengalaman bermedia sosial mereka. Antusiasme ini ditanggapi secara positif oleh pemateri dengan sekali lagi menghimbau para peserta untuk dapat mengikuti tips-tips di atas agar dapat lebih berkualitas dalam menggunakan media sosial, sehingga lebih banyak manfaat positif yang dapat diperoleh, khususnya dalam hal membantu aktivitas belajar mereka.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat dukungan penuh dari para guru di SMPN 2 Witihama karena melalui kegiatan ini dan materi yang dipaparkan, diharapkan dapat membantu para guru pula melahirkan lulusan yang bermutu dan beretika, serta lebih berkualitas di ajang akademik. Pemateri juga mengharapkan agar materi yang telah dipaparkan dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka lebih mementingkan penggunaan media sosial untuk pendidikan dari pada hal-hal yang dapat merugikan siswa, serta tidak terjerumus kedalam hal-hal negatif yang diperoleh dari media sosial.*RioBili/Nina Lawalu

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *