Selasa, 16 April 2024, mahasiswa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) FISIP Unika Widya Mandira (Unwira), melaksanakan Sosialisasi Pencegahan Stunting melalui Pasangan Usia Subur. Kegiatan ini mengambil tempat di Kantor Desa Oringbele, Kecamatan Witihama, Adonara. Sosialisasi pencegahan stunting merupakan salah satu bentuk program kerja di bidang pengabdian masyarakat dengan skema membangun desa melalui kegiatan MBKM.
Dalam sosialisasi ini, Rana Lamanepa, mahasiswa peserta MBKM dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fisip Unwira, berperan sebagai pemateri, menyampaikan bahwa penting untuk melakukan pencegahan stunting sejak dini.
Salah satu cara pencegahan stunting adalah melalui peningkatan konsumsi makanan bergizi mulai dari kalangan remaja putri, calon pengantin, serta ibu hamil dan menyusui. Rana juga menyampaikan bahwa menurut data yang diperoleh dari kader posyandu, anak stunting di Desa Oringbele berjumlah 17 orang. Angka ini terbilang cukup signifikan.
Kondisi stunting bukan hanya menyangkut masalah tinggi badan atau perawakan fisik, namun stunting juga dapat mempengaruhi masa depan anak-anak. Penderita stunting beresiko mengalami gangguan belajar, penyakit kronis dan bahkan kematian.

Melihat dari besarnya pengaruh stunting pada masa depan kehidupan anak-anak Indonesia, khususnya di lokasi kegiatan, maka dilakukan sosialisasi dengan tujuan mencegah terjadinya stunting di masa yang akan datang.
Sosialisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dari remaja dan ibu-ibu muda untuk menerapkan perilaku hidup sehat, dengan mengkonsumsi makanan bergizi sehingga dapat mencegah stunting sejak dini. Sosialisasi ini juga bertujuan untuk memantik pemerintah setempat untuk dapat lebih memperhatikan masalah stunting di masyarakat yang jauh dari jangkauan rumah sakit, sehingga dapat menjalankan perannya dalam bentuk menghimbau dan mengupayakan kesadaran pola hidup dan pola makan yang sehat, khususnya di kalangan generasi muda agar dapat menghasilkan generasi yang lebih sehat bermutu dan berkualitas, serta tentunya bebas dari stunting di masa yang akan datang.
Peserta dalam kegiatan ini adalah masyarakat setempat, dengan fokus sasaran utama adalah para calon pengantin dan para ibu-ibu muda. Mereka cukup antusias mengikuti proses sosialisasi dari mahasiswa Unwira yang didampingi oleh kader posyandu setempat. Usai sosialisasi, dibagikan kuisioner untuk diisi bersama, guna mengukur pengetahuan dan sikap pasangan usia subur tentang stunting. Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi pencegahan stunting, akan dilakukan pula program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan balita stunting. *Rana Lamanepa, Nina Lawalu