Penjabat Bupati, Marsianus Jawa mengingatkan kepada segenap kontestan Pemilu di Lembata untuk selalu menjaga persatuan. Ia berharap di tahun politik ini setiap peserta pemilu selalu menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan. Jangan sampai hanya karena ambisi kekuasaan kemudian mengorbankan daerah, negara dan anak cucu kita. Pesan moril ini disampaikan saat acara penerimaan kontingen kirab Pemilu KPU Kabupaten Alor di halaman depan Kantor KPU Lembata, Kamis (23/3/2023).
Hadir saat itu KPU Provinsi NTT, KPU Kabupaten Lembata, KPU Kabupaten Alor, Bawaslu Kabupaten Lembata dan penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa, unsur Forkopimda Kabupaten Lembata dan para Kepala OPD, para Camat serta tamu undangan lainnya
Bupati dalam pesan singkatnya meminta kepada semua peserta kontestan Pemilu di Lembata untuk melakukan semua tahapan Pemilu secara baik dan benar.
Saya yakin apabila semua proses dilakukan secara baik dan benar akan menghasilkan sesuatu yang baik untuk daerah ini. “Jangan kita bermain-main dengan semua proses ini,” ungkap Marsianus Jawa.
Ungkapkan disampaikan Marsianus Jawa Penjabat Bupati Lembata untuk menggugah kesadaran kita akan pengalaman pahit negara-negara di dunia yang karena politik dan kekuasaan, menghalalkan segala cara. Akibat ketidakjujuran, akibat ketidakadilan dan mengabaikan kebenaran maka menjadi seperti yang sekarang kita saksikan. Kehancuran dan perpecahan yang terjadi dimana-mana.
Kita harus belajar dari pengalaman Yugoslavia, Irak, Suria bahkan Filipina. Negara-negara ini dahulunya terkenal kemajuannya, tapi sekarang perang saudara terus berkecamuk. Apakah kita mau seperti itu? Tentunya tidak. Oleh karena itu, rawatlah persatuan dan kebhinekaan ini dengan baik. Lakukan semua tahapan Pemilu ini secara jujur sehingga tidak mengorbankan kepentingan masyarakat Lembata
Terhadap teman-teman dari KPU Alor, penjabat Bupati Marsianus Jawa mengucapkan selamat datang di Lembata. “Kita saudara, kita satu, maka kami akan dengan senang hati menerima anda berada di Lembata ini,”
Sementara sebagai tuan rumah, Ketua KPU Lembata, Elias Kaluli Making dalam sambutanya menyampaikan ucapan selamat datang di tanah Lepanbatan untuk rekan kerja KPU dari Kabupaten Alor
Elias Kaluli menyapa rekan kerja KPU dari Kabupaten Alor dengan sebutan Reu Breung. Karena menurut Kaluli, teman-teman dari Alor datang tidak disambut sebagai tamu tetapi sebagai saudara. Ini merupakan amanah para leluhur yang kalah itu berikrar untuk saling mengangkat diri sebagai saudara yang harus kita junjung tinggi,”Lembata dan Alor adalah “belabae”, atau saudara satu kandung,” jelas Kaluli.
Menurut Elias Kaluli terkait penyambutan kontingen kirab KPU di tanah Lembata. Dimulai dari Balauring kemudian diarak menuju Lewolein, Waienga dan selanjutnya bergerak ke Desa Sejarah Lembata, Hadakewa. Desa dimana awal mula lahirnya Kabupaten Lembata. Dari Hadakewa rombongan kemudian menuju kota Lewoleba. Di kota Lewoleba dan rombongan diarak mengelilingi kota sebelum akhirnya menuju tempat puncak acara di kantor KPU Kabupaten Lembata.
Semua rangkaian acara penjemputan pada beberapa titik tersebut disuguhi dengan seremonial adat tuang tuak atau baulolong dan diiringi bunyi gong gendang menyambut kedatangan rombongan bendera kirab Pemilu dari KPU Kabupaten Alor dan KPU Provinsi yang diwakili oleh Sekretaris KPU, Adiwijaya Bhakti.
Sebagai warga Lembata, kita patut berbangga bahwa bendera kirab Pemilu menyinggahi wilayah kita. Kirab Pemilu merupakan simbol bahwa Pemilu tidak saja terjadi di tingkat pusat atau di kota-kota besar saja. Pemilu juga bukan semata-mata gawean KPU, tetapi Pemilu adalah milik kita semua. Milik warga bangsa.
“Jika Pemilu adalah pesta, maka mestinya pesta demokrasi ini harus disemarakkan dan digemakan hingga ke pelosok-pelosok. Kemeriahan Pemilu harus dialami juga oleh warga di kampung-kampung terpencil,” ujar Yosep Kaluli.
Lanjut Yosep Kaluli menegaskan bahwa, sebagai warga bangsa harus tahu bahwa melalui Pemilu serentak 2024 mendatang, tentu sejarah baru akan tercipta. Pemimpin baru akan hadir dari tangan rakyat dan calon-calon pemimpin bangsa ini diusung oleh 18 partai politik peserta pemilu.
Dikatakanya Sebagai penyelenggara pemilu phak KPU wajib memperkenalkan seluruh partai politik peserta pemilu tahun 2024 kepada warga pemili. Dan melalui kirab pemilu KPU juga ingin memastikan bahwa pemilu 2024 akan berlangsung tepat di hari Rabu tanggal 14 Februari 2024.
Adapun beberapa tahapan pemilu yang sedang dijalani dan akan dilewati nanti. KPU baru saja melaksanakan tahapan pemutakhiran daftar pemilih. Nanti di tanggal 30 sampai 31 Maret 2023 mendatang Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan melakukan pleno Daftar Pemilih Sementara (DPS). Selain itu pada 26 Maret nanti KPU juga akan melaksanakan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan. Selanjutnya tahapan pencalonan DPD, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota akan dilaksanakan pada bulan April 2023 mendatang.
Menurut ketua KPU Lembat, tahapan pemilu kali ini akan berjalan sangat ketat, tidak saja beririsan tapi sudah saling baku potong antara satu tahapan dan tahapan yang lain. Kendati demikian kami ingin memastikan kalau pelaksanaan tahapan dan jadwal akan berjalan tepat waktu apalagi didukung oleh semua elemen bangsa.
“Kehadiran semua kita pada kirab hari ini adalah bukti riil dari dukungan semua elemen di Kabupaten ini kepada KPU selaku penyelenggara pemilu,” tandas Ketua KPU Lembata
Event pemilu ini juga telah menyerap tenaga kerja yang besar di Kabupaten Lembata. Dari Badan Ad hoc di tingkat PPK dan PPS itu saja, telah menyerap sebanyak sembilan ratus sembilan puluh enam (996) orang, dengan besaran honor di setiap tingkatan bervariasi dari Rp. 1.050.000 sampai Rp. 2.800.000 setiap bulannya. Sementara masa kerja Badan Ad hoc ini cukup lama sekitar empat belas sampai lima belas bulan, kata Elias Kaluli.
Menurutnya, apabila diakumulasikan biaya honor untuk Badan Ad hoc se-Kabupaten Lembata, total secara keseluruhan yang wajib digelontorkan KPU Kabupaten Lembata mencapai Rp. 1.275.000.000 (Satu miliar dua ratus tujuh puluh lima juta rupiah) per bulan atau sebesar Rp. 15.300.000.0000 (Lima belas miliar tiga ratus juta rupiah) per tahun.
Dengan total biaya honor Badan Ad hoc seperti ini, KPU telah mendatangkan manfaat bagi penyerapan lapangan pekerjaan di Lembata. Hal ini juga belum termasuk dengan 415 orang Pantarlih atau Petugas Pemutakhiran Data Pemilih dan 2.975 orang KPPS. Dengan demikian saya berharap agar dengan sedikitnya honor penyelenggaraan pemilu yang turun melalu penyelenggara pemilu, dapat membantu percepatan perbaikan pendapatan warga Lembata.
Terkait Badan Ad hoc itu sendiri, merupakan sebuah badan yang dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota untuk membantu pelaksanaan kerja-kerja KPU dalam penyelenggaraan Pemilu ataupun Pemilihan baik di tingkat kecamatan, Desa/Kelurahan maupun Tempat Pemungutan Suara (TPS),”urai Yosep Kaluli
Sementara informasi penyelenggaraan kirab Pemilu 2024, merupakan gawean KPU RI. Sesuai surat edaran KPU RI nomor 02 tahun 2023 dengan tujuan memperingati satu tahun menuju hari pemungutan suara 14 Februari 2024. Karena itu, tujuh daerah telah ditunjuk KPU pusat untuk dijadikan titik awal kirab pemilu di Indonesia.
Ketujuh daerah tersebut diantaranya adalah Aceh, Kota Batam (Kepulauan Riau), Pontianak (Kalimantan Barat), Tanjung Selor (Kalimantan Utara), Morotai (Maluku Utara), Kupang (Nusa Tenggara Timur), dan Jayapura (Papua). Dari kota-kota itu, bendera partai politik peserta Pemilu 2024 diarak secara estafet ke kota-kota lain dan dijadwalkan tiba di Jakarta pada November 2023.
Makna yang mau diambil dari kirab ini (kirab dari daerah ke daerah) mau menegaskan bahwa pemilu tidak terjadi di tingkat pusat, tapi justru dimulai dan dilaksanakan di daerah. Hal ini sejalan dengan pesan kuat dari Ketua KPU Hasyim Asy’ari seusai peluncuran Kirab Pemilu Tahun 2024 di Jakarta, Selasa (14/2/2023)
Sehingga demikian bendera kirab Pemilu 2024 dan Panji kehormatan partai dari 18 kontestan Pemilu ini bertahan di Lembata selama kurang lebih enam hari. KPU Lembata selanjutnya akan mengarak kirab pemilu ke setiap kecamatan dan desa di Kabupaten Lembata selama enam hari berturut-turut sebelum nantinya akan diantar ke Kabupaten Flores Timur.
Kabupaten Lembata menjadi daerah yang kedelapan dari 16 Kabupaten Kita di NTT yang menerima bendera kirab Pemilu 2024. Bendera kirab ini akan berakhir di ujung bagian barat pulau Flores yaitu tepatnya di Kabupaten Manggarai Barat, sebelum bendera kirab tersebut diantar atau menyeberang ke Nusa Tenggara Barat (NTB).
Diperkirakan kirab bendera pemilu ini akan berakhir atau tiba pada pertengahan November 2023 di kantor KPU RI, jalan Imam Bonjol, Jakarta pusat, bersamaan dengan berakhirnya tahapan pencalonan.
Mengakiri sambutan, Ketua KPU Kabupaten Lembata menyampaikan ucapan terima kasih untuk kerjasama dan dukungan multi dari pihak baik KPU Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Lembata, Kapolres Lembata, Dandim 1642 Flores Timur dan jajaran aparat keamanan TNI dan Polri serta semua pihak yang terlibat di dalam kelancaran kirab Pemilu ini.
Selanjutnya Acara ditutup dengan penyerahan bendera kirab Pemilu 2024 dan Panji kehormatan partai dari KPU Kabupaten Alor ke KPU Kabupaten Lembata serta penandatangan berita acara penyerahan dan pemberian cenderamata.(Gusty, Chelle, Prokompim Setda Lembata)