Berbagi kasih pada dasarnya adalah cara kita menjadi perpanjangan tangan kebaikan untuk menyebarkan cinta dimanapun kita berada. Berbagi kasih merupakan tindakan mulia menebar kepedulian, empati, dan kebahagiaan kepada sesama, baik berupa materi, waktu, maupun perhatian. Ini adalah wujud syukur, untuk mempererat persaudaraan, dan menciptakan keharmonisan sosial yang membawa dampak positif.
momen ini menjadi pengingat bahwa harmoni lahir dari kolaborasi dan empati. Saat hati bersatu dalam niat baik, setiap langkah kecil mampu memberi dampak besar. Dari Lewoleba Barat, pesan itu bergema: Berbagi kasih adalah cara paling indah untuk mensyukuri kehidupan.
Oktavianus Barcelona, Kepala SPPG 02 wilayah Kecamatan Nubatukan, Lembata, Nusa Tenggara Timur, kepada media ini menyampaikan bahwa, Kegiatan berbagi kasih ini merupakan kegiatan yang spontan yang dilakukan oleh MBG 02 di bilangan Longser kota Lewoleba kabupaten Lembata.
Dikatakannya kegiatan berbagi kasih ini tujuannya untuk menjalin rasa silaturahmi antar umat beragama di Kabupaten Lembata khususnya di Kota Lewoleba.
Selain itu Kegiatan ini juga sebagai bentuk toleransi yang kuat terhadap masyarakat di kabupaten Lembata. “kami seluruh keluarga besar Dapur MBG 02, memandang perlu untuk merajut tali kasih, Ujar Vian.
“kendati Program MBG ini sementara disoroti oleh masyarakat, kami akan mengevaluasi dan berbenah untuk terus memberikan pelayanan terbaik, ungkap Vian.
Lanjut Vian, “kami di SPPG 02 juga membuka ruang bagi siapa saja yg mau berdiskusi mengenai MBG agar kedepan menjadi lebih baik lagi, pintu MBG 02 Longser terbuka bagi siapa sajah, terang Vian.
Sementara itu, Bartol Mudaj, Akuntan MBG 02, dalam kesempatan yang sama menyampaikan. “Aksi berbagi tali kasih kepada sesama ini Jangan memandangnya sebagai upaya untuk membuat sentimen baru.”
Bartol menegaskan bahwa kehadiran MBG 02 pada hari ini semata-mata dilandasi oleh semangat kepedulian sosial. Program ini tidak membawa kepentingan politik, kelompok, ataupun agenda tersembunyi, melainkan murni sebagai wujud solidaritas terhadap masyarakat yang membutuhkan, Ujar Bartol.
Menurut Bartol, di tengah berbagai dinamika sosial yang sering kali memunculkan perbedaan pandangan, hal yang paling penting adalah menjaga persatuan dan memperkuat rasa kebersamaan.
“Kita ingin membangun rasa saling percaya bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat.
Bartol juga mengajak semua pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah. Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antarwarga, tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun pilihan politik, ujar Bartol.
Dengan semangat berbagi dan kebersamaan, MBG 02 berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat dan membawa dampak positif bagi masyarakat. **