PT Lembata Hira Sejahtera atau juga dikenal dengan BATARA di kabupaten Lembata kini mulai mengirim bibit Malapari dari Lembata kepada PT Sasando di Kupang. Pengiriman bibit Malapari ini sebagai wujud tindak lanjut dari MOU sebelumnya yang telah dilakukan pada bulan Desember tahun 2023 lalu, di Kantor PT Sasando. Kesepakatan kerja sama ini merupakan langkah awal dari usaha mengembangkan Malapari dan Porang di Nusa Tenggara Timur.
Untuk diketauhi PT Sasando ini memiliki lahan strategis seluas 170,55 hektar di sepanjang Jalan Timor Raya (Jalan Trans Timor). “Lokasi lahan yang sangat strategis di sepanjang Jalan Trans Timor ini, besar harapan kedepan dapat menjadi showcase dan model penanaman Malapari dan Porang dalam satu lahan. Dan untuk saat ini telah tersedia lahan siap tanam seluas 10 hektar. “ persiapan yang kita lakukan ini untuk memasuki musim tanam tahun ini. Sehingga diharapkan kegiatan penanaman harus sudah dapat mulai dilakukan dari sekarang,” demikian ungkap Alfons Loemau, Komisaris Utama PT Sasando.
Menurut Alfons Loemau, Tanaman Malapari, atau dikenal dengan nama latin pongamia pinnata, adalah spesies pohon leguminosa yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Alfons mengatakan pohon ini juga banyak ditemukan di sepanjang pesisir pantai Nusa Tenggara Timur. Pohon ini dikenal karena kemampuannya untuk tumbuh di berbagai kondisi lingkungan, termasuk lahan yang terdegradasi dan marginal. Malapari ini juga merupakan tanaman hijau abadi yang daunnya tetap hijau sepanjang tahun (evergreen), bahkan di musim kemarau.
Selain itu, Malapari juga memiliki kemampuan untuk menyerap karbon dioksida (CO2) yang menjadikannya penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Bahkan Biji dari tanaman ini mengandung minyak yang dapat diolah menjadi biodiesel sehingga menjadikannya sumber energi terbarukan yang potensial.
“dengan adanya kerjasama ini membuktikan bahwa minat masyarakat Nusa Tenggara Timur terhadap tanaman Malapari semakin tinggi dan saya berharap suatu saat nanti NTT bisa punya bibit unggul, setelah bibit unggul Malapari Lembata,”, kata Alexander Tifaona Founder dan CEO BATARA penuh semangat.
Sebagai informasi, saat ini BATARA tengah mengembangkan bibit unggul Malapari di Lembata dengan membangun persemaian dan kebun bibit yang bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pada bulan Oktober 2023 lalu, BATARA juga Bersama-sama Yayasan Anton Enga Tifaona, DAEMETER Consulting dan BRIN telah menggulirkan kerjasama riset “Program MAMA PAPA” di Lembata, yang artinya “Menanam Malapari, Panen Porang”, yakni; program penanaman Malapari dengan porang dalam satu lahan yang sama.
Malapari dan Porang adalah tanaman alam yang kerap dijumpai di NTT. Inovasi ini tujuanya untuk mendukung semangat agroforestri yang tengah didorong Pemerintah Indonesia dalam pemanfaatan lahan hutan dan pertanian demi menjaga biodiversitas lahan.
“Semoga kerjasama ini dapat mendorong kemajuan komoditas alam asal NTT dan akhirnya mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur,”, demikian tutup Alexander Tifaona.