Pokja PKP Gandeng YPPS-UNICEF Selenggarakan Workshop Perbaikan Air dan Sanitasi Sarana Kesehatan Masyarakat Flores Timur

Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman ( Pokja PKP) Kabupaten Flores Timur melalui dukungan UNICEF, “United Nations International Children’s Emergency Fund” (Dana Darurat Anak Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang bermitra dengan Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) menggelar workshop bertajuk Mendesain Advokasi hasil pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Flores Timur. Kegiatan ini dilakukan di Aula KPRI Gelekat Nara Larantuka 

Workshop ini diikuti oleh perwakilan OPD, Bagian Kesra Setda Flotim, Para Kepala Puskesmas, Pengurus IBI Flotim, Petugas Sanitarian, Pengurus Difabel, Anggota PKK, Akademisi dari IKTL Waibalun dan Sekolah Tinggi Pastoral Waibalun, Pokja PKP, HALKI dan FK. KDAD.

Kegiatan Workshop ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, Oggie Silimalar. Dan menghadirkan para pembicara dari Praktisi kesehatan, diantaranya Praktisi STBM, I Nyoman Oka serta Direkur kesehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, Adhy Prasetyo Widodo dan Kepala Seksi kesehatan Lingkungan dan Olahraga, Dinas Kesehatan Propinsi NTT, Helena Penny Tomasowa.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Flores Timur Oggie Silimalar dalam sambutannya mengatakan advokasi merupakan suatu usaha untuk mempengaruhi kebijakan publik dalam meningkatkan layanan wash (Water, Sanitation adn Higiene/Air, sanitasi dan kebersihan lingkungan) bagi semua fasyankes melalui macam-macam bentuk komunikasi persuasif. Advokasi ini merupakan  upaya proses strategi dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan stakeholder dalam rangka meningkatkan layanan wash bagi semua pada Fasyankes, “Fasyankes dimaksudkan adalah Air, sanitasi dan kebersihan lingkungan/limbah merupakan indikator pelayanan kesehatan,”kata Oggie Silimalar

Dihadapan Direktur Penyehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, Adhy Prasetyo Widodo, yang juga hadir sebagai pembicara pada kegiatan itu;  Kepala Dinas Kesahatan Oggie Silimalar memohon dukungan Kementerian Kesehatan terkait pengolahan limbah cair di Puskesmas, yang menurutnya belum seluruhnya mendapatkan perhatian dari menu DAK Kementrian Kesehatan RI.  Pihaknya mengakui bantuan itu ada namun baru 6 atau 7 puskemas yang mendapat sentuhan menu DAK tersebut. Pada tahun anggaran 2021, di Flores Timur juga baru 7 puskemas dari 21 Puskesmas yang mendapatkan bantuan sumur bor dari Kementerian Kesehatan RI. Dan hingga saat ini belum seluruh Puskesmas mendapatkan pasokan air bersih secara baik, sementara masih banyak Puskesmas yang membutuhkan sentuhan dari menu DAK untuk pengolahan limbah cair dan sumur bor,”ujar Oggie Silimalar.

dapat memicu tumbuh semangat kita berinovasi dari semua peserta untuk dapat melahirkan hal-hal baru, seperti kebijakan penggunaan pangan lokal untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui program PNPM di Flores Timur. Program water sanitation and hygiene (wash) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi ibu dan anak melalui pelayanan sektor air minum dan sanitasi yang layak,”kata Melky

Kegiatan workshop diakhiri dengan diskusi kelompok dan tanya jawab yang dipandu langsung oleh Praktisi STBM, I Nyoman Oka serta Direkur Penyehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, Adhy Prasetyo Widodo dan Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan dan Olahraga, Dinas Kesehatan Propinsi NTT, Helena Penny Tomasowa.(Gusty,Chelle)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *