Wakil Bupati Lembata, H. Muhammad Nasir Laode, mengunjungi SDK 2 Lewotolok di Desa Lamawara, Kecamatan Ile Ape, peninjauan sekolah SDK 2 Lewotolok ini guna melihat langsung kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan akibat erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kamis (15/1/2026).
Pada Kunjungan ini Wakil Bupati Nasir ini bersama Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Syafrudin Sira, Sekretaris Camat Ile Ape, serta unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Kepala SDK 2 Lewotolok, Agatha Boi Geroda, menjelaskan bahwa sekolah tersebut memiliki 79 siswa, 10 tenaga pendidik, dan 6 rombongan belajar. Ia menerangkan bahwa, bangunan sekolah yang berdiri sejak tahun 1965 itu telah beberapa kali mengalami perbaikan, terakhir pada tahun 2012 dan 2016.
Dan hingga saat ini sekolah SDK 2 Lewotolok ini mengalami kerusakan pada ruang perpustakaan, ruang guru, serta empat ruang kelas, yakni kelas 2, 4, 5, dan 6. Kerusakan yang paling menonjol berada pada bagian plafon dan atap yang bocor.
“Kerusakan ini terjadi sejak erupsi Gunung Ile Lewotolok pada Oktober 2017. Sampai sekarang, beberapa bagian belum tertangani secara menyeluruh,” ungkap Agatha.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati H. Muhammad Nasir memerintahkan agar segera dilakukan pendeteksian dini serta asesmen kerusakan untuk menghitung kebutuhan anggaran perbaikan.
“Langkah cepat harus dilakukan demi keamanan dan kenyamanan siswa serta para guru. Ia juga meminta untuk segera melakukan Pengajuan dana melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) ke BPBD akan segera diproses,” kata Wabup Nasir.
Ia juga menekankan agar sektor pendidikan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.
“Anak-anak harus belajar di lingkungan yang aman dan layak. Itu tanggung jawab kita bersama,” tutup Wabup Nasir.**ProkompimPemKabLembata**