Meriahkan HPN 2026, FJL Lembata Gelar Talkshow, Usung Tema Kritik, Membangun Pers Yang Bermartabat

Melalui sejumlah rangkaian kegiatan sosial dan edukatif, Forum Jurnalis Lembata sebelum puncak kegiatan melakukan berbagai kegiatan untuk memperkuat literasi, dan membangun kedekatan sosial, serta mendorong terciptanya ekosistem pers yang sehat di Kabupaten Lembata. Hingga pada puncak Peringatan HPN 2026 FJL Lembata kembali menyemaraki HPN 2026 dengan menggelar Talkshow mengusung tema,” kritik, membangun Pers Lembata yang bermartabat. Momentum perayaan HPN 2026 ini Pers di Lembata lebih membuka diri untuk dikritik. Hal ini dipandang sangat penting karena Pers di Lembata bukan malaikat, pers di Lembata juga butuh dukungan untuk menjadi yang lebih bermartabat.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lembata, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, pimpinan dan perwakilan OPD, kepala sekolah, kepala desa, petani, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Forum Jurnalis Lembata (FJL) mengawali sambutannya sekaligus secara resmi membuka kegiatan talkshow. Ia menyampaikan bahwa, Di negara demokrasi, informasi ibarat oksigen yang menjadi barang publik. Tantangannya kini, informasi di internet justru dimanipulasi oleh opini-opini publik yang sebenarnya tidak ada, akhirnya dianggap ada.

Disrupsi teknologi dan kebebasan pers menjadi dua pukulan terberat terhadap Pers dalam menghadirkan jurnalisme yang berkualitas. Padahal, kualitas demokrasi salah satunya dipengaruhi oleh kualitas jurnalisme dalam menyampaikan  informasi sebagai barang publik.

Di negara demokrasi, informasi ibarat oksigen yang menjadi barang publik. Jika kualitas informasi yang disuplai untuk publik tidak berkualitas, bisa berdampak pada kualitas demokrasi. Disini Pers punya peran menyediakan ‘oksigen’ yang sehat untuk publik.

Di era disrupsi teknologi,

Uber, Gojek, Grab mendisrupsi taksi konvensional.

Netflix, YouTube  mendisrupsi industri TV dan bioskop. E-commerce (Tokopedia, Shopee) mendisrupsi toko fisik. AI dan otomasi mendisrupsi kerja administratif dan industri manufaktur. Fintech mendisrupsi bank tradisional.

Media mungkin tidak berhasil membuat publik memercayai sesuatu, tetapi selalu berhasil membuat publik memikirkan suatu isu. Ketika narasi yang dimanipulasi oleh media-media arus utama itu masuk dalam percakapan publik, maka akan menjadi wacana yang dianggap benar oleh masyarakat. Pada titik ini, kredibilitas, integritas, dan independensi media, dan juga jurnalis, menentukan kemana arah demokrasi kita, ke arah mana publik dituntun.

Oleh karena itu, tugas pers ke depan adalah menyajikan berita yang lebih jernih dan bisa menjelaskan informasi melebihi opini-opini warga yang banyak beredar di media sosial. Hal itu sangat bisa dilakukan karena pers terikat pada kode etik, dan juga undang-undang.

Jurnalisme berkualitas menjadi elemen penting untuk menyebarkan informasi menjadi jernih dengan merekam fakta sebaik-baiknya. Namun, di era sekarang, hal tersebut jelas tidak mudah dilakukan oleh jurnalis karena melimpahnya informasi di media sosial.

Peranan cross-check dan filter berita dalam newsroom memegang peranan penting untuk meningkatkan kualitas berita. Media juga harus melihat pembaca sebagai bagian integral dalam proses pembuatan berita. Media harus peka terhadap permintaan pembaca, bahkan menjadikan pembaca sebagai bagian dari ekosistem informasi.

Media dan jurnalisme, dalam hal ini, bertanggung jawab memastikan bahwa teknologi hanya alat yang membantu meningkatkan kualitas jurnalisme, bukan sebaliknya.

Momentum Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap 9 Februari bertepatan peringatan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946 di Surakarta. Penetapan ini didasarkan pada Keputusan Presiden No. 5 Tahun 1985 yang ditandatangani Presiden Soeharto, guna menegaskan peran pers sebagai pilar demokrasi dan perjuangan nasional.

Bagaimana Forum Jurnalis Lembata memaknai HPN 2026?

Melalui sejumlah kegiatan sosial dan edukatif, Forum Jurnalis Lembata juga berupaya memperkuat literasi, membangun kedekatan sosial, dan mendorong terciptanya ekosistem pers yang sehat di Kabupaten Lembata.

Membangun Literasi Digital di Kalangan Pelajar

Rangkaian kegiatan FJL diawali dengan penyuluhan mengenai penggunaan media sosial dan media mainstream (arus utama) kepada para siswa SMKN 1 Nubatukan pada 24 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan tentang cara menyaring informasi, memerangi informasi hoax, serta memanfaatkan media digital secara positif.

Dalam sesi tersebut, para jurnalis berbagi pengalaman nyata di lapangan, memperkenalkan proses kerja jurnalistik, serta menekankan pentingnya etika bermedia.

Inisiatif ini mendapat sambutan antusias dari para pelajar yang selama ini hidup berdampingan dengan perkembangan teknologi dan informasi.

Merajut Silaturahmi dan Kebersamaan

Pada 31 Februari 2026, FJL melanjutkan kegiatannya dengan melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al Fatah di Desa Waowala, Kecamatan Ile Ape.

Kunjungan ini tidak sekadar seremoni, melainkan wujud keterhubungan antara insan pers dengan lembaga pendidikan nonformal yang selama ini menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter generasi muda.

Para jurnalis berdialog dengan para pengurus dan santri mengenai peran media dalam masyarakat serta pentingnya membangun komunikasi yang sehat, terbuka, dan saling menghormati.

Berbagi Sembako bagi Warga yang Membutuhkan

FJL juga menggelar aksi sosial melalui pembagian paket sembako kepada warga yang membutuhkan di wilayah Rayuan dan Lewoleba Tengah pada 2 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian insan pers terhadap kondisi sosial masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan uluran bantuan. Warga menyambut kegiatan ini dengan penuh syukur.

Kami juga mengunjungi Orang dengan HiV (Odhiv), Yustina Hekur, Ketua Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Kabupaten Lembata,  Terdiagnosis sejak 2005, Yustina kini sudah mencapai kondisi undetectable setelah menjalani pengobatan Antiretroviral (ARV) secara rutin, dan telah dinyatakan tidak berpotensi menularkan HIV. Saat itu pula kami beritakan bahwa HIV bukan akhir dari segalanya.

Bagi FJL, aksi tersebut bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan cerminan bahwa pers dapat hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial.

Pencerahan Literasi Bermedia Bagi Pelajar SMK Sanctus Lewoleba

Rangkaian kegiatan FJL ditutup dengan edukasi literasi digital bagi siswa SMK Sanctus Lewoleba pada 7 Februari 2026.

Para siswa diajak untuk memahami tata cara bermedia sosial yang baik dan benar, termasuk cara menyikapi informasi yang sensitif, membangun komunikasi yang beretika, serta menggunakan media digital secara produktif.

Pada Puncak Perayaan HPN 2026: Membangun Pers Bermartabat Sebagai puncak peringatan Hari Pers Nasional, FJL menggelar kegiatan talkshow bertema “Kritik Membangun Pers Lembata yang Bermartabat”  Tema ini tentu menjadi refleksi mendalam mengenai pentingnya kritik konstruktif dalam perkembangan dunia pers, sekaligus ajakan untuk terus membangun praktik jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab.

Meneguhkan Peran Pers sebagai Mitra Strategis Daerah

Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Forum Jurnalis Lembata menegaskan kembali perannya sebagai pilar penting dalam pembangunan daerah.  Bahwa Pers tidak hanya mencatat dan memberitakan, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis yang mendorong perubahan.

Dengan semangat kolaborasi dan integrasi, momentum HPN 2026 ini, FJL berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus menjaga martabat profesi jurnalis di tengah dinamika perkembangan informasi yang semakin cepat.

Akhir sambutan, Alexander Taum ketua FJL menyampaikan Terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu memperlancar seluruh rangkaian Kegiatan FJL, terimakasih sudah hadir pada kesempatan ini. Kami bukan malaikat, kami butuh dukungan untuk menjadi Pers yang lebih bermartabat.***

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *