Kontradiksi Jadwal vs Data di Tender CT Scan RSUD Lewoleba, ULP: “Belum Ada Pemenang, Baru Perangkingan

LEWOLEBA – Tender pembangunan ruangan CT Scan RSUD Lewoleba pagu Rp 952 juta mengalami dua kali proses. Tender pertama dinyatakan gagal 17/6/2026 oleh Pokja ULP karena “kesalahan dokumen pemilihan”. Pada tender ulang, data LPSE 23/6/2026 pukul 17:48 WITA menunjukkan perubahan komposisi peringkat peserta dibandingkan tender sebelumnya.

 

Kepala ULP Kabupaten Lembata Herman Yosep Taranpira memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan Perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Ia menegaskan belum ada penetapan pemenang karena tahapan evaluasi masih berlangsung sesuai jadwal LPSE sampai 26/6/2026.

 

Berdasarkan data LPSE yang dihimpun media ini, pada tender pertama 17/6/2026 dari 17 pendaftar hanya 4 kontraktor yang memasukkan penawaran yakni: CV Nekad Bangun Mandiri berada di urutan 17 karena tidak memasukkan dokumen penawaran. Sementara CV Ina Kewa Mandiri diklaim berada di urutan teratas sebelum tender dibatalkan.

 

Pada tanggal, 23/6/2026 pukul 17:48 WITA, data LPSE tender ulang menampilkan CV Nekad Bangun Mandiri di urutan pertama dengan penawaran Rp836.989.056,69. CV Ina Kewa Mandiri berada di urutan kedua Rp846.826.528,93. Padahal jadwal LPSE mencatat tahap evaluasi baru dimulai 23/6/2026 pukul 11:00 dan berakhir 26/6/2026 pukul 08:00 WITA. Hingga penetapan pemenang dijadwalkan 26/6/2026 pukul 15:31 WITA.

 

Menanggapi sorotan publik, Kepala ULP Herman Yosep Taranpiraq memberikan klarifikasi. “Paket ini belum ada pemenang, baru di tahap perangkingan. Nanti Pokja melakukan evaluasi baru diumumkan siapa pemenang,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan tender ulang memberi kesempatan sama bagi semua peserta yang mendaftar ulang, baik yang sudah pernah mendaftar maupun belum.

 

FAKTA DATA LPSE 

Tender Pertama 17/6/2026 – Tender Ulang 23/6/2026 17:48 WITA. CV Nekad Bangun Mandiri: Urutan 17, Tidak ajukan penawaran.

CV Nekad Bangun Mandiri: Urutan 1, Rp836.989.056,69

CV Ina Kewa Mandiri: Diklaim Urutan 1, Rp851.539.154,24 CV Ina Kewa Mandiri: Urutan 2, Rp846.826.528,93

 

Direktur CV Ina Kewa Mandiri, SB, menyayangkan pembatalan tender pertama. Ia mengaku menerima email dari Pokja RSUD Lewoleba 17/6/2026 pukul 13:50 WITA. “Penghapusan paket dari aplikasi LPSE ini cara Pokja menutupi kesalahan. Ini kesalahan fatal,” ujarnya. Informasi beredar di kalangan politisi menyebut CV Nekad Bangun Mandiri beralamat di Ende Selatan dan diduga memberi kuasa direktur kepada Bendahara DPD PAN Lembata.

 

Kepala ULP Herman Yosep Taranpira membantah adanya intervensi. “Tidak ada tekanan. Saya sampaikan kepada Pokja kerja sesuai aturan. Semua proses tender dilakukan secara terbuka di laman LPSE dan dapat diakses siapapun,” tegasnya.

 

Ia juga merinci 3 poin klarifikasi:  

Pertama, tender diikuti 17 calon peserta. Tender ulang memberi kesempatan sama bagi semua untuk mendaftar ulang.  

Kedua, alasan gagal tender “kesalahan dokumen pemilihan” merupakan salah satu alasan yang termuat dalam Dokumen Pemilihan dan aplikasi SPSE.  

Ketiga, proses tender bersifat transparan, terbuka untuk umum, dan tidak ada intervensi dari pihak mana pun termasuk Bupati maupun Wakil Bupati.

 

“Terkait hal lebih teknis akan disampaikan oleh Pokja Pemilihan kepada Kepala UKPBJ setelah semua tahapan tender dilaksanakan,” kata Herman. 

 

Lebih lanjut Ia mengingatkan evaluasi Dokumen Penawaran bersifat rahasia sesuai aturan. Setiap usaha mencampuri proses evaluasi dapat mengakibatkan penawaran ditolak.

 

Tetkait kontradiksi muncul antara jadwal resmi LPSE dengan kemunculan data. Jadwal LPSE mencatat evaluasi berlangsung 23-26 Juni 2026. Sementara data peringkat + harga sudah tampil 23 Juni 2026 pukul 17:48 WITA, atau 6 jam setelah evaluasi dimulai. Penetapan pemenang baru dijadwalkan 26 Juni 2026 pukul 15:31 WITA.

 

Pada proses tahapan ini sejumlah publik berharap APIP, Inspektorat, dan aparat penegak hukum terus mengawasi proses ini agar sesuai prinsip terbuka, transparan, kompetitif, dan bebas intervensi.*** 

 

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *