Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Manusia yang besar adalah manusia yang lupah dengan jasah pribadinya ungkap MC Jeremy saat memandu upacara pengresmian patung Brigjen Anton Enga Tofaona di simpang lima Lewoleba Wangatoa.
Hadir Mgr, Uskup kota Kupang Petrus Turang, Mgr Frans Kopong Kung, Romo Deken Lembata, para tokoh agama, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Forum Kordinasi pimpinan Ntt, Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa, Wakapolda Ntt Brigjen Pol. Drs. Heri Sulistianto, pimpinan dan anggota DPRD kabupaten Lembata. Forum koordinasi pimpinan daerah kabupaten Lembata, pejabat mewakili pemerintah kabupaten Flores Timur, Raja Larantuka bersama keluarga, pejabat sipil pengresmian monumen dan ketua yayasan Anton Tifaona ketua panitia Forum Pahlawan Nasional (Forpalnas), keluarga besar almahrum Brigjen Polisi Purnawirawan Drs Antonius Sthepanus Enga Tifaona, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda, masyarakat kabupaten Lembata yang juga turut menghadiri pengresmian patung AET di simpang lima Wangatoa Lewoleba Lembata.
Jhon Tifaona selaku ketua panitia Yayasan Anton Enga Tifaona dalam laporanya bahwa sejak awal mula proses pembuatan patung AET pada tanggal 10 November tahun 2022 saat itu Bupati Lembata masih bapak Tohmas Ola Langoday lalu kemudian dilanjutkan bapak Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa. patung inipun ahkirnya diselesaikan di bulan Januari tahun 2023.
Jhon Tifaona dihadapan para tamu undangan mengakui Memang Agak terlambat dengan proses pembuatan patung Brigjen Antonius Stephanus Enga Tifaona ini akibat cuaca dan terhambatnya ketersediaan material,”kata Jhon
Lanjut Jhon Tifaona, patung ini dibuat oleh pematung perempuan Ibu Dolorosa Sinaga. Patung atau monumen ini dipersembakan oleh keluarga bapak Anton Tifaona melaui yayasan Anton Enga Tifaona kepada Lewotana Lembata agar dapat dipergunakan untuk mempercantik kota Lewoleba. Selain itu patung ini juga dibuat sebagai persayaratan administrasi pengusulan bapak Anton Tifaona sebagai calon pahlawan nasional yang dimotori oleh gerakan Forum Pahlawan Nasional kabupaten Lembata. Patung ini dibuat dengan total biayah sebesar 2 miliar termasuk dengan pembelian lahan. Besaran anggaran pembuatan patung ini sekitar 2 Miliar untuk itu keluarga mengucapkan terimah kasih untuk semua pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan. Ungkap”Jhon Tifaona
Pada kesempatan peengresmian patung Brigjen Anton Tifaona ini keluarga akan menyerakan sertifikat lahan patung yang sudah didirikan ini kepada pemerintah kabupaten Lembata. lahan patung ini beserta seluruh pelataran patung ini dan CCTV yang sudah terpasang. Kiranya pemerintah kabupayen Lembata dapat menerimahnya.
Kepada seluruh undangan yang hadir Jhon Tifaona menyampaikan terimah kasih kepada semua pihak yang terlibat hingga sampai pada proses pengresmian patung ini, keluarga juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam persiapan pelaksanaan pengerjaan patung ada kekurangan. Semoga monumen patung magun Anton Tifaona ini dapat berkenan dihati masyarakat Lembata. Sebelum memulai acara puncak pengresmian patung Jhon Tifaona memperkenalkan anak-anak Almahrum Brigjen Polisi Anton Tiifaona kepada seluruh undangan yang hadir saat itu. Menurut Jhon Tifaona bahwa perkenalan diri ini sudah menjadi suatu kewajiban ketika bapak menghadiri suatu acara pasti akan memperkenalkan kita semua anak-anaknya. Selain itu kebiasaan bapak kalau menhadiri acara selalu ada nyanyian. Kita juga baru tahu kalau bapak itu tidak pernah pulang kampung kata keluarga di kampung,”Bapak hanya singgah saja tidak pernah pulang kampung. Untuk itu dengan adanya patung ini didirikan di Lembata berarti bapak pulang Lembata atau pulang kampung
Pada kesempatan yang sama Jhon Tifaona juga menghadirkan seluruh pengurus Forum Pahlawan Nasional (Forpalnas) ia menjelaskan soal proses pengusulan pahlawan nasional dimulai dengan berbagai persyaratan yakni harus dilakukan seminar di tingkat kabupaten. Memang semua proses tahapan lainya juga kita sudah usulkan ke Provinsi maupun Pusat bahkan di Provinsi juga sudah dilakukan juga seminar. Kita tinggal menunggu satu tahap lagi yakni seminar tingkat pusat. Dan patung yang hari ini kita resmikan juga menjadi salah satu syarat regulasi dalam administrasi untuk bapak Anton Enga bisa menjadi pahlawan nasional sehingga untuk memenuhi kriteria sayarat yang harus dilakukan ditingkat kabupaten dan Provinsi itu semua tahap sudah kita lalui tinggal tahap terahkir di Jakarta pusat, Seminar dengan materi mebicarakan terkait pengusulan bapak Anton menjadi pahlawan nasional,” urai Jhon Tifaona
Untuk kegiatan Forum Pahlawan Nasional ( Forpalnas) ditingkat kabupaten Lembata itu sudah selesai. Kita hanya menunggu kegiatan terahkir itu di jakarta untuk itu kami berharap agar kita semua meberi restu dukungan dan doa agar semua proses pengusulan dapat diterimah dan kita berharap semoga ditahun ini bapak Anton Enga Tifaona bisa langsung menjadi pahlawan nasional.
Terimah kasih untuk seluruh pihak yang telah membantu keluaraga dalam proses ini. Keluarga juga meminta doa dan dudkungannya agar bapak anton bisa mendapat gelar menjadi pahlawan nasional. Terimah kasih untuk para kepala desa, camat dan lurah dan semua unsur yang turut menberi dukungan dalam semua proses ini termasuk tokoh agama, para tokoh politik yang juga memberi dukungan ini merupakan suatu hal yang sangat luar biasa,”sebut Jhon Tifona. (Gusty/Chelle)