LEMBATA, 4 Juli 2026 – Festival Lamaholot Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 di Kabupaten Lembata resmi ditutup Sabtu 4/7 di Pantai Wulen Luo, Kecamatan Nubatukan. Penutupan berlangsung meriah dengan atraksi seni budaya, tarian tradisional, hiburan rakyat, dan pengundian hadiah.
Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq menegaskan, festival ini bukan sekadar hiburan. “Adat, seni, budaya, dan kearifan-kearifan lokal adalah akar dari peradaban kita. Apabila kita kehilangan akar ini, maka kita tidak akan memiliki jalan yang baik menuju masa depan,” ujarnya.
Sambutan Bupati yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Yakobus Andreas Wuwur menyebut Festival Lamaholot sebagai ajang pelestarian budaya sekaligus penguat jati diri masyarakat Lamaholot.
“Festival ini selain mempertegas kepribadian dan jati diri kita sebagai orang Lamaholot, juga dimaksudkan untuk menggali dan mengembangkan potensi produk seni, budaya, serta kearifan-kearifan lokal,” demikian kutipan sambutan tersebut.
Selain itu Bupati Lembata juga mengapresiasi panitia dan semua pihak yang membuat acara berjalan aman dan lancar. Ia berharap festival menjadi sumber semangat untuk menjaga nilai luhur seperti persaudaraan, kekerabatan, dan gotong royong.
Lebih jauh, ia menegaskan festival ini adalah wadah pemersatu sekaligus penggerak ekonomi daerah. “Kita ingin membangun daerah yang maju secara ekonomi, namun tetap berakal budi,” tegasnya.***