Perayaan Natal bersama se-Dekenat Lembata tepatnya Kamis (8/1/2026) menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial keagamaan. Ia menjelma ruang perjumpaan iman dan tanggung jawab sosial. Natal bersama se Dekenat Lembata ini, diawali dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin RD Philipus Sinyo Da Gomez, dan dilanjutkan syukuran Natal bersama di Aula Dekenat Lembata.
Ekaristi yang berlangsung khidmat itu dihadiri Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, Wakil Ketua DPRD Lembata, Ciku Namang dan Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapo Bali, bersama beberapa Anggota DPRD, Ketua Dekranasda Lembata, Ny. Ursula Surat Bayo, Katua Dharma Wanita Persatuan, Ny. Maria Anastasia Bara Baje, para imam, biarawan-biarawati, serta umat dari berbagai paroki.
Kehadiran unsur pemerintah daerah menunjukkan bahwa nilai-nilai Natal, kasih, pengharapan, dan pengabdian tak berhenti di altar, melainkan menemukan relevansinya dalam tata kelola kehidupan publik.
Dalam sambutannya, RD Philipus Sinyo Da Gomez menegaskan makna Natal sebagai momentum pembaharuan hidup dan solidaritas. Ia mengajak umat untuk menjadikan perayaan iman sebagai daya dorong membangun relasi yang adil dan berbelas kasih, terutama di tengah tantangan sosial yang dihadapi masyarakat Lembata.
Romo Sinyo juga menyampaikan terima kasih kepada Pemda Lembata dan DPRD yang telah berkomunikasi dan bekerja sama untuk pembangunan di Kabupaten Lembata. Ia berharap di tahun 2026 ini semua pihak dapat terus bergandengan tangan, bekerja sama membangun daerah agar lebih baik lagi.
“Marilah kita bergandengan tangan, bekerja sama untuk kepentingan pelayanan terhadap masyarakat yang adalah rumah kita juga di kabupaten kita ini, agar mereka juga diselamatkan baik secara jasmani, maupun secara rohani, baik secara fisik maupun secara spiritual,” ungkap RD Philipus Sinyo Da Gomez.
Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi atas kebersamaan lintas elemen yang terjalin dalam perayaan tersebut.
Menurutnya, Natal adalah pengingat akan pentingnya persatuan dan kerja bersama antara gereja dan pemerintah dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok-kelompok rentan.
“Semoga di tahun yang baru ini, kerja sama yang selama ini kita sudah jalankan akan semakin lebih baik lagi, dan makna Natal kembali ke Betlehem, melalui program NTT (Nelayan Tani Ternak) membangun daerah ini untuk dapat kita kerjakan secara baik dengan kesederhanaan kita,” kata Bupati Kanis Tuaq.
Bupati juga menegaskan bahwa di kepemimpinannya bersama Wabup Nasir yang baru berjalan kurang lebih sepuluh bulan, tentu kebersamaan ini akan terus dijaga dan ditingkatkan agar program pemberdayaan di masyarakat bisa berjalan lancar.
Bupati Lembata juga mendorong pihak Gereja agar bisa merealisasi kampus baru di Lembata sebagaimana MoU yang telah ditandatangani bersama dengan pihak Universitas Atma Jaya Jakarta beberapa waktu lalu.
“Bahwa kemarin kita sudah rencana mau membangun Universitas Atma Jaya disini! Saya bersama Romo Deken menyaksikan Bapa Uskup Fransiskus Kopong Kung telah menandatangani MoU dengan pihak Universitas Atma Jaya, ini semoga bisa dipercepat! Pemerintah akan mendukung pembangunan kampus di Kabupaten Lembata,” ungkap Bupati Lembata.
Syukuran Natal bersama di Aula Dekenat Lembata berlangsung dalam suasana hangat dan sederhana. Dialog, sapaan persaudaraan, serta ungkapan syukur mewarnai pertemuan itu, menegaskan peran gereja sebagai ruang pemersatu sekaligus mitra strategis dalam membangun etos sosial yang berkeadaban.
Perayaan Natal se-Dekenat Lembata tahun ini juga menegaskan satu pesan kunci, iman yang dirayakan bersama adalah iman yang dihidupi bersama.
Melalui tema, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga,” menjadi energi moral bagi pelayanan, kepemimpinan, dan kerja-kerja kemanusiaan di Kabupaten Lembata.**Prokompimkablembata**