
Catatan pinggiran ETMC Rote Ndao 2023
Tuntas sudah babak 16 besar pergelaran Kualifikasi Liga 3 El Tari Memorial Cup 2023 di tanah terselatan Indonesia, Rote Ndao. Ke 16 tim terbaik yang lolos dari babak penyisihan tentu membawa ambisi, asa dan gengsi masing-masing untuk melangkah lebih jauh di ETMC tahun ini. Tapi, kompetisi pada hakekatnya adalah pertarungan ganas tanpa belas kasih, sebagian tim harus pulang dan merelakan tiket Babak 8 besar kepada lawan yang lebih tangguh,”ungkap Kedang Chriztiofano
“Ada beberapa catatan menarik yang sempat direkam olehnya di sela-sela waktu menyaksikan turnamen paling bergengsi se-NTT ini
Lamaholot Membara
Menurut Chrztiofano ETMC edisi kali ini bisa dibilang sebagai ajang pembuktian tim-tim dari Lamaholot (Flores Timur, Lembata, Alor) untuk unjuk taring. Sebagai daerah dengan animo sepakbola amat tinggi, tentu tim-tim dari daerah ini tidak sekedar datang hanya untuk ‘kasi kotor kaki’. Sepak terjang hebat ditunjukan Perseftim, Persebata, BMP Flotim dan BMU Alor Pantar di babak perdelapan final ini. Para punggawa Perseftim yang datang ke Rote kali ini dengan persiapan seadanya namun mereka mampu menyudahi perlawanan PS Kab.Kupang, meskipun harus dipaksa melalui babak extra time, tapi kegemilangan striker Patrisari Aukoli dan kecerdikan coach Hengky Hallan mampu membawa Laskar Ile Mandiri menang 3-2.
Setali tiga uang dengan sang adik, Persebata Lembata. Setelah dipaksa bermain imbang selama 120 menit, GK Persebata, Rinno Namang seolah mentabhiskan diri sebagai Nabi bagi Tanah Terjanji Lembata setelah menggagalkan 3 eksekutor Persematim Manggarai Timur dalam babak adu pinalti. Meskipun punya 2 eksekutor yang gagal, tapi Anak-anak Sembur Paus berhak melaju ke babak 8 besar dengan Skor 4-3 untuk Persebata,”urai Christofano Kedang
Selain itu BMP Flotim pun tak mau kalah, meski disebut tim anak bawang, mereka tak gentar melawan satu-satunya wakil tanah Sumba, Persewa Waingapu dengan meraih Skor tipis 1-0 cukup mengantarkan tim muda ini melangkah dengan perkasa ke fase gugur ke dua.
Adàpun cerita skuad BMU Alor Pantar lebih yang tampil heroik, tak tanggung-tanggung, tim debutan ini mampu mepermalukan Sang Juara Bertahan Perse Ende dengan skor meyakinkan 2-0. Perse Rore ini hanya datang untuk antar piala kali ini.
Sekarang, yang menjadi pertanyaan sekaligus harapan terbesar orang-orang Lamaholot adalah; “mampukah piala El Tari Memorial kali ini pulang ke Lewotanah??”. Setelah Persebata yang paling dekat tahun lalu,”semoga harapan itu tercapai kali ini.
Juara Bertahan Tertahan
Seperti yang sudah disinggung di atas, ETMC kali ini menghadirkan kejutan yang besar setelah tim debutan asal Pulau Pantar, BMU, memporak-porandakan salah satu raksasa El Tari Cup, Perse Ende. Ada yang bilang ini seperti kisah Daud vs Goliath. Tapi tidak begitu. Tunggu dulu. Kehancuran Perse Ende sudah seperti diprediksi bahkan oleh pendukungnya sendiri. Sedari babak penyisihan grup, Perse sudah ngos-ngosan. Lolos ke babak 16 besar tanpa kemenangan (meskipun juga tidak kalah), adalah hal yang tak lazim bagi tim sekelas Perse,”ujar Kedang Christofano
Lanjut Kedang Chriztiofano Kabangkitan di babak knock-out yang diharapkan tak kunjung datang bagi publik Kota Pancasila. Ini adalah sebuah kemuduran yang luar biasa setelah tahun lalu sukses menjadi juara. Apakah pola dan taktik permainan Laskar Kelimutu ini sudah terbaca lawan? Ataukah para pemain merasa sudah puas diri dengan label Defending Champion? Entahlah., Yang pasti, keinginan anak-anak RedBoys 58 dan Lomblen Mania untuk bersilahturahmi di babak semifinal nanti pupus sudah. Sepakbola NTT menantikan kebangkitanmu, Perse!
Yang Tak Boleh Dilewatkan
Selain 2 catatan menarik di atas, babak 16 besar ETMC Rote Ndao punya banyak cerita.
Persami Maumere yang lagi-lagi harus kandas di tangan tuan rumah. Perserond menjungkir balikan semua prediksi setelah pada pertemuan pertama di fase grup sempat menyerah 3-0 dari Persami. Tuan rumah mana yang ingin menjadi penonton di tanah sendiri?? No Rote, No Party!
Kemudian pada babak 16 besar juga menyajikan duel 2 tim elit, Persekota Kupang menantang PSN Ngada. Kali ini tim Oranje Ngada mampu menjaga marwah sebagai tim tersukses sepanjang perhelatan El Tari Cup. Babak tos-tosan masih menjadi momok bagi tim ibukota.
Cerita 8 tim kontestan Liga Champions-nya NTT masih akan berlanjut. Tentu persaingan semakin sengit untuk merebut tiket Semifinal. Menarik dinanti cerita dan catatan apa yang kan tersaji nanti, apakah para majus dari Lamaholot masih terus melaju? Apakah wakil dari daratan Timor akan tersapu habis di babak ini? Siapa saja tim yang beruntung ke babak ‘juara 4 sudah di tangan’..??
Karena drama sepakbola adalah drama terbaik dengan segala sihir dan intriknya,”tutup Kedang Chriztiofano putra asal Lamalera bumi ikan paus.(Gusty, Chelle)