Dari Waijarang, Bupati Lembata Gaungkan Persatuan: Jadikan Idul Adha Alat Pemersatu, Bukan Pemecah

LEMBATA – Tak sekadar seremonial, Bupati Lembata manfaatkan momen Idul Adha di Waijarang untuk kirim pesan persatuan. Di tengah jamaah Masjid Nur Hasanah, ia tegaskan semangat kurban harus jadi perekat sosial. “Beda pilihan boleh, tapi persaudaraan jangan sampai putus. Kita semua anak Lembata,” seru Bupati, Jumat (6/6/2026).

 

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Masjid Nur Hasanah, Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Selasa (2/6/2026). Warga dari berbagai kalangan berkumpul dalam kegiatan Halal bi Halal Idul Adha 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan pelantikan dan pengukuhan Badan Pengurus Masjid Nur Hasanah Waijarang periode 2026–2031.

 

Halal bi Halal ini mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menghapus Perbedaan, Menguatkan Iman dalam Semangat Idul Adha” kegiatan berlangsung dalam suasana penuh persaudaraan. Masyarakat bersama pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat membaur dalam satu semangat kebersamaan yang menjadi ruh perayaan Idul Adha.

 

Turut hadir Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, staf ahli PKK, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lembata, pimpinan OPD, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah dan masyarakat Desa Waijarang.

 

Dalam sambutannya, Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Lembata. Ia mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Menurut Bupati, Idul Adha mengajarkan nilai-nilai keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan yang sangat relevan dalam kehidupan saat ini, terutama dalam upaya membangun daerah.

 

“Pembangunan Kabupaten Lembata tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter, moral, dan spiritual masyarakat,” katanya.

 

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan antar umat beragama, serta memperkuat persatuan dan persaudaraan. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki masyarakat Lembata merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat sebagai modal pembangunan daerah.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada Badan Pengurus Masjid Nur Hasanah Waijarang periode 2026–2031 yang baru dilantik dan dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa amanah yang diemban para pengurus bukan sekadar tugas organisasi, tetapi tanggung jawab untuk memakmurkan masjid dan meningkatkan pelayanan kepada jamaah.

 

Bupati berharap pengurus yang baru dapat menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, profesionalisme, dan semangat pengabdian. Ia juga mendorong agar Masjid Nur Hasanah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan generasi muda, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan persaudaraan.

 

Menutup sambutannya, Petrus Kanisius Tuaq mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergandengan tangan menjaga persatuan dan semangat gotong royong dalam membangun Kabupaten Lembata.

 

Bagi masyarakat Waijarang, kegiatan tersebut menjadi momen yang tidak hanya mempererat silaturahmi pasca-Idul Adha, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan di tengah keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Lembata.**ProkompimPemkabLembata**

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *