Penjabat Bupati Lembata, Matheos Tan, mengingatkan hal penting yang terjadi akhir-akhir ini di Kabupaten Lembata khususnya di kota Lewoleba, Kecamatan Nubatukan terkait dengan kematian bunuh diri. Kematian bunuh diri ini tercatat sudah terjadi tiga kali selama bulan Desember 2023 dan Januari 2024 yang kini membuat keresahan seluruh masyarakat Lembata.
Menurut Matheos Tan, kasus seperti iniadi karena kondisi iman yang keropos serta kurang perhatian dari orang tua dan lingkungan terhadap anak,”ungkap Matheos Tan
“Untuk itu saya wajib mengingatkan masyarakat Lembata karena, akhir-akhir ini, sejak bulan Desember telah terjadi satu kali kasus bunuh diri dan di bulan Januari telah terjadi dua kali kasus bunuh diri yang menimpa ASN dan anak-anak ASN.
Hal ini jangan sampai membuat iman kita keropos, putus harapan, kurangnya perhatian dari orang kepada anak, kurangnya perhatian dari lingkungan kepada anak,”ujar Matheos Tan.
Dari peristiwa bunuh diri ini saya berharap kedepan peran orang tua harus lebih memberi perhatian yang serius kepada anak-anak. Hindari kata-kata yang membuat anak merasa tidak simpatik atau sakit hati kepada orang tua.
“Kata-kata yang sial itu tidak boleh dibuang kepada anak. Kalau anak ada salah maka panggil dengan baik pasti dia dengar. Supaya dia itu punya hati, tahu bahwa orang tuanya memberi nasehat yang baik. Jangan sampai anak-anak kita putus harapan,” jelas Matheos Tan.
Matheos Tan juga menegaskan agar kita semua harus bisa menghindari pencabulan, pencemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, dengki, roh pemecah belah, kemabukan dan pesta pora.
“kita harus bisa memberikan hidup ini dengan kasih, sukacita, kemurahan, kesabaran dan damai sejahtera,”tutup Penjabat Bupati Lembata.