Paket Manis, Marsianus Jawa dan Paskalis Laba Witak nomor urut 5. Bagi Marsianus Jawa Angka lima ini merupakan angka kerja keras yang butuh kolaborasi bersama-sama untuk membangun Lewotanah kabupaten Lembata.
Mantan penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa figur yang punya banyak pengalaman di birokrat Ia memiliki jiwa besar dan merasa terpanggil untuk kembali ke Lembata guna mengabdikan dirinya secara total di bumi ikan paus. Selain punya segudang pengalaman di birokrat ternyata Marsianus ini mempunyai kepribadian yang rendah hati. Putra Nagekeo ini juga mempunyai Motto pribadi yakni; “ sepanjang bisa bantu orang maka pasti bisa bantu orang sampai kosong di saya punya badan. Dan hanya itu yang saya miliki. Saya tidak mau mencari sesuatu yang hebat-hebat. Prinsip saya Memberi dan memberi dan tidak pernah lelah untuk berbuat baik kepada orang.,” ungkap Marsianus Jawa.
Marsianus Jawa, kepada media mengatakan bahwa proses perolehan nomor urut 5 ini sangat luar biasa. Kita hadir di KPU saat itu bersama paslon lainya, kita hadir dengan berbagai perbedaan beda partai, beda dari wilayah semuanya berbeda termasuk beda kampung karena saya dari Nagakeo,”kata Marsianus Jawa
Lanjut Marsianus, semua perbedaan ini bukan menjadi suatu ukuran. Yang menjadi ukuran adalah ketika kita menyelesaikan suatu masa tugas maka orang pasti melihat dan mengukur seberapa besar kinerja kita. Itu yang diukur bukan soal perbedaan,”katanya.
Paket Manis hadir di KPU saat itu dan mendapat Nomor 5 yang merupakan angka kerja keras dan kerja kolaboratif. Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat Lembata untuk Mari kita bersama-sama memenangkan pemilu di tanggal 27 November 2024 demi Lembata yang kita cintai ini.
Kepada media di sekretariat pemenangan Marsianus bersama Paskalis Laba (paket Manis) menyampaikan isi hati dan niat tulusnya untuk membangun Lewotanah Lembata.
Menurutnya nomor urut 5 ini awalanya memang kita tidak ada rencana untuk memperoleh angka tersebut tetapi kita meyakini bahwa angka 5 ini menjadi sempurna, itu berarti jalan Tuhan dan restu Leluhur memberi kami nomor 5,”ujar Marsianus calon bupati Lembata.
Kami tentunya bersyukur karena angka 5 juga identik dengan kerja kolaboratif tim untuk bersama-sama bergandengan tangan membangun Lembata secara baik.
Marsianus mengatakan ada banyak langkah strategis yang perlu kita lakukan di kabupaten Lembata yakni; Jalan, Air, ekonomi dan lapangan kerja. Saya targetkan jika saya terpilih rencana awal yang harus kita buat adalah air bersih. Sehingga 100 hari awal masa kepemimpinan kami pasti bisa selesaikan masalah air dan itu saya akan buktikan ketika paket Manis terpilih,” papar Marsianus.
Tidak hanya itu kita juga perlu meningkatkan PAD. Karena PAD Lembata itu masih dengan 65 Miliar lebih. Pertanyaannya mengapa PAD hanya sebatas itu,? Hal ini harusnya kita bangun komunikasi dengan teman-teman DPR yang bisa klarifikasi karena kadang-kadang target pendapatan kita terlalu banyak tapi potensinya sedikit saja.
Sesungguhnya potensi yang ada itu kita bisa mengaturnya secara baik. Karena saya sangat meyakini ada banyak celah yang membuat uang tidak masuk ke kas daerah banyak terjadi kebocoran. Dan sampai dengan saat ini kita masih memakai model manual.
Terkait retribusi pajak, sejak saya datang tahun 2022 dipercayakan menjadi penjabat bupati Lembata saya menginginkan semua retribusi harus memakai non tunai Terhadap retribusi pajak dan lainya tapi sayangnya kita belum bisa melakukanya. Dan kebocoran itu bisa terjadi terus menerus karena kita belum memiliki aplikasi untuk mengontrol semua retribusi.
Hal yang membuat kita sulit untuk menaikan PAD dengan target Miliaran itu karena sampai dengan saat ini masyarakat Lembata juga masih menolak investor. Iya Kita memang menolak investor berinvestasi disini tapi di lain sisi kita juga sedang mengejar target. Sementara pada kondisi ini pemerintah juga tidak bisa membebani masyarakat. Contoh di lokasi eks Harnus itu kita Jangan memberikan angka yang besar. itu namanya kita mencari uang tapi kita sedang membebani masyarakat kita. Pemerintah tidak boleh berpikir begitu. Tugas Pemerintah harusnya cari uang di pos-pos lain untuk menambah penerimaan daerah,”jelas Marsianus Jawa.
Terkait investasi investor mutiara yang pernah menuai protes dari masyarakat nelayan, menurut Marsianus dirinya bukan menolak investor akan tetapi lokasi yang mau dipakai pada titik koordinat tersebut memang tidak bisa karena disitu ada aktivitas para nelayan kita. Kalaupun bisa dilakukan maka titik koordinatnya harus dipindahkan.
Soal Kembali mengabdi di Lembata marsianus menegaskan bahwa, panggilan adalah suara hati dan saya mengabdi di Lewotanah Lembata waktu itu terhitung 1 tahun. Hal yang mendorong saya untuk kembali ke Lembata itu karena “Ada banyak hal-hal kecil yang masih harus kita lakukan untuk orang-orang kecil yang belum tercapai dan saya menyadari itu. Contoh masih ada rumah yang tidak layak huni dalam kota. Saya masih kepingin untuk mendesain supaya kita bisa buat dan masih banyak hal lainya yang perlu kita lakukan.
Memang ada banyak hal yang belum saya selesaikan. Saya terpanggil lagi karena diminta oleh partai. Tidak hanya partai tapi ada berbagai elemen yang meminta saya untuk kembali. Dan ini saya termasuk mengambil langkah yang sangat berani karena saya bukan lahir di Lembata. Dan pada prinsipnya saya mau maju di Lembata ketimbang saya maju di Nagakeo. Saya berani karena saya meyakini masih banyak sodara-sodara saya di Lembata yang mencintai saya dengan apa yang sudah saya lakukan selama 1 tahun di kabupaten Lembata. Sehingga saya berkeinginan untuk mengabdikan diri saya dan bekerja tulus untuk masyarakat Lembata.
Soal sektor pendidikan itu kewenangan pemerintah pusat. Baik itu Sektor Pendidikan, Pertanian, Kesehatan dan beberapa sektor lainya itu menjadi kewenangan pemerintah pusat. Hari ini kita tidak bisa mengatakan bahwa saya akan atur semuanya tapi kita kembali kepada keuangan daerah kita dan kalau pendidikan, sekolah swasta tentu mereka akan menjerit karena semua bantuan dari pemerintah Pusat itu hanya di alokasikan ke sekolah Negeri. Banyak orang berlomba-lomba mengajar atau melihat sekolah Negeri akhirnya lupa. Kita juga mengakui bahwa semua orang-orang hebat hari ini di seluruh Ntt rata-rata produknya dari sekolah swasta. Untuk itu terkait pendidikan Saya tidak menjanjikan sesuatu yang luar biasa karena pendidikan itu sulit untuk kita lakukan. Memang kewenangan itu ada terhadap SD, SMP, Madrasa itu ada di kabupaten tapi yang lebih diutamakan adalah sekolah Negeri.
Untuk di Lembata memang ada sekolah Katolik dan Madrasa. Kemarin saya ke Wowong itu juga masih ada sekolah Madrasa yang pake dinding kasihan pengabdian guru-guru disitu juga tidak digaji dan ini adalah sebuah pengorbanan yang sangat luar biasa. Untuk itu kedepan semua pihak baik DPR dan semua stakeholder untuk mari kita sama-sama kolaborasi untuk melihat hal ini agar supaya guru-guru di daerah terpencil ini bisa memperoleh penghasilan yang lebih baik.
Dikatakannya Terkait ketiadaan dokter kandungan di kabupaten Lembata. Saya yakin pemerintah daerah akan mencari solusi itu. Kalau keadaanya sampai dengan sekarang belum ada dokter kandungan. Maka pasti melalui pak penjabat bupati Lembata yang bisa berusaha mencari jalan untuk bisa menghadirkan dokter kandungan untuk datang ke Lembata. Sebenarnya rumusnya simpel penghasilan dokter harus ditingkatkan sesuai dengan daerah lain. Saya yakin banyak dokter yang pasti mau ke Lembata.
Marsianus Jawa kepada semua pendukung dan simpatisan menyampaikan bahwa, paket Manis memiliki slogan membangun tanpa sekat artinya kami tidak mengatakan bahwa ini Uyelewun Raya, Selatan, Ile Ape tapi semua kita jadikan satu, bersama dan bersatu untuk Lembata Manise.
Singgung soal UMKM di Lembata Marsianus Jawa mengatakan bahwa dirinya sudah lama keliling di Ntt ini ada banyak UMKM yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) akan tetapi hanya sebagian UMKM yang bisa eksis, ini butuh keberanian para UMKM karena kita juga tahu kalau usaha kecil ini juga butuh modal belum pasarnya juga susah. Contoh di Lembata kita bisa anyam-anyam kerajinan, buat topi dan lain sebagainya tapi kita hanya bisa buat tapi mau jual kemana. Kita tidak bisa samakan dengan Bali. Contoh di kupang bisa jual keluar produk kelor dan itu sudah ada pasarannya.
Kalau kita di Lembata biasanya hanya jual langsung. Contoh di desa Bareng jual sarung tenun tetapi kualitas tidak ada karena kainnya dan benangnya pakai benang toko dan itu membuat kwalitas sarung jadi murah. Dari penghasilan yang mereka dapat mereka beli mobil pic up. Yang kita pikirkan itu adalah bisnis namun saya lihat bisnis seperti itu baik juga tapi satu waktu bisnis tenun itu pasti jatuh harganya karena sarung tenunnya dibuat dari bahan benang toko.
Kenapa Sumba begitu hebat dan mereka jual sarung juga harganya sampai belasan juta itu karena orang Sumba menjaga kualitas kain tenunnya. Kalau di Lembata itu di Lamalera juga punya sarung yang bagus. Dan saya pernah sampaikan ke masyarakat Lamalera bahwa kalau kamu hebat buat sarung dengan gambar ikan paus yang bagus harus bisa desain untuk buat Jas dengan kwalitas benang yang bagus maka orang pasti mau beli.
Terkait UMKM di Lembata kata Marsianus Jawa, Memang wajib untuk kita perhatikan UMKM namun kita harus lihat baik-baik,” demikian tandas Marsianus Jawa .