BPBD Flotim Gelar Bimtek TRC Kebencanaan

PLT sekda kabupaten Flores Timur Petrus Maran  memulai sambutan tertulis Penjabat Bupati Flotim.  Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si pada ada kegiatan Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten FloresTimur dan Kegiatan Bimbingan Teknis Tim Reaksi Cepat (TRC) Kebencanaan bertempat di Aula Setda Kantor Bupati Flores Timur Larantuka, Kamis, 3/11/2022.

Kegiatan yang berlangsung satu hari ini di buka oleh PLT. Sekda, Petrus Maran,  dan dihadiri oleh PLT. Kepala BPBD, Edu Fernandez dan 41 peserta Bimtek utusan  dari Kodim 1624 Flores Timur, Polres Flores Timur, Kejaksaan Negeri Larantuka, Pengadilan Negeri Larantuka, PLN Cabang Larantuka, KPLP Syabandar Larantuka, BMKG Flores Timur, PDAM Flores Timur dan ASN dilingkungan Pemkab Flores Timur.

PLT Sekda Flotim, Petrus Maran mengatakan bahwa berkaitan dengan Perencanaan penanggulangan kebencanaan di berbagai level, sepanjang ini  kita masih menempatkan masyarakat sebagai sasaran. Masyarakat masih diposisikan sebagai obyek mobilisasi ketika simulasi tanggap darurat dilakukan atau korban yang harus dibantu pada saat atau pasca kejadian sebuah bencana.

Maka dari itu, lanjut Petrus Maran tidaklah mengherankan jika partisipasi masyarakat dalam persoalan penanggulangan bencana masih tergolong rendah. Untuk itu optimalisasi penanggulangan bencana justru terletak dan melekat pada struktur sosial masyarakat. Oleh Karena itu sangat diperlukan upaya strategis meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana,” kita harus lebih khusus penguatan pengetahuan dan kemampuan untuk mengurangi resiko bencana.

Pada kegiatan ini juga PLT. Sekda Flotim Petrus Maran menyerahkan SK. Bupati Flores Timur, terkait Pembentukan Tindakan Reaksi Cepat (TRC ) Kebencanaan di Flores Timur, kepada perwakilan peserta Bimtek Kornelis Oematan, SH.

Petrus Maran berpesan agar

belajar dari pengalaman kebencanaan selama ini dan tunjukkan bahwa bencana itu sangat dekat dengan masyarakat dan korbannya juga adalah masyarakat, akan tetapi tanggungjawab kita untuk mengurangi resiko bencana tersebut masih menjadi tanggungjawab kita sebagai pemerintah. 

Lanjut Petrus Maran, mestinya persoalan kebencanaan ini tidak dapat dilihat sebagai tanggungjawab pemerintah saja sebab kalau kita Merujuk pada lambang segi tiga biru pada logo BNPB dan BPBD, gambar ini mengartikan bahwa tanggung jawab penanggulangan resiko bencana ada pada pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Karena itu paradigma pembangunan saat ini harus menempatkan pentingnya peran keterlibatan kita semua dalam upaya mengurangi resiko bencana ,”kata Maran

Kepada seluruh Peserta Bimtek TRC Kebencanaan,”Saya berharap agar peserta yang mengikuti kegiatan ini harusnya lebih fokus dan konsen, sehingga dapat mengimplementasikannya saat menghadapi tanggap bencana yang mungkin saja akan terjadi di wilayah kita sendiri”ungkap Petrus Maran.

Petrus Maran pada kesempatan yang sama langsung menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan (SK) Bupati Flores Timur, Nomor 251 tahun 2022, tentang Pembentukan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana di Kabupaten Flores Timur kepada Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Larantuka, Kornelis Oematan, SH.(Gusty,Chelle,Tri Budi/Kominfo Flotim)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *