Berhasil Amankan 25 Pekerja Migran Ilegal Kapolres Vivick Tjangkung ; Minta Masyarakat Lembata Waspada Human Trafficking  

Ada Banyak persoalan di Lembata yang menjadi tugas berat untuk Kapolres AKBP Vivick Tjangkung harus berjuang keras, mengurai segala permasalahan di lapangan. Diantaranya adalah kasus baru-baru ini 25 orang pekerja migran ilegal asal TTS tujuan Malaysia ditahan oleh tim Intelkam Polres Lembata di pelabuhan laut Lewoleba.

Peristiwa itu bermula dari laporan personil Polda NTT yang telah menahan 16 orang TKI ilegal di pelabuhan Tenau, Kupang. Dari laporan tersebut, tim gercap Intelkam Polres Lembata kemudian melakukan penyisiran di atas KM Bukit Siguntang yang tiba di Lembata. Tim Gercap  berhasil mengamankan 25 orang pekerja migran ilegal.

Dari peristiwa ini, Vivick Tjangkung Kapolres Lembata  mencurigai adanya oknum yang  tidak bertanggungjawab, yang bermain dibelakang keberangkatan TKI ilegal ini. Kabarnya tim yang tak bertanggung jawab ini mereka menjadikan daerah NTT sebagai target beroperasinya mafia perdagangan orang atau trafficking. 

Pada persoalan ini Kapolres Lembata Vivick Tjangkung merasa hal ini sangat  penting untuk perluh dinformasikan kasus ini kepada seluruh masyarakat Lembata. 

Dalam sambutan Vivick dihadapan  masyarakat desa Pasir Putih Mingar  kapolres cantik ini lebih mengutarakan terkait bahaya trafficking saat hadir bersama Penjabat Bupati Lembata melakukan pengresmian air minum di Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung.

Vivick Tjangkung dalam sambutanya secara tegas menghimbau seluruh warga masyarakat agar selalu waspada terhadap mafia perdagangan orang atau human trafficking terhadap anak perempuan dan laki-laki dibawa umur,”ujar Vivick Tjangkung

“Menurutnya data Indeks perdagangan orang yang dikeluarkan oleh pihak berwenang, kabupatenLembata juga termasuk kategori tinggi. Dan ini tentu menjadi keresahan Kita bersama, ketika data itu difixkan dengan data pengaduan di kepolisian, ternyata berbanding terbalik. Bahkan diperpara lagi hingga saat ini tidak ada laporan dari masyarakat Lembata terhadap permasalahan besar ini,”kata Vivick Tjangkung

” Ini menjadi pertanyaan besar , ada apa sebenarnya yang terjadi di Lembata,? Sementara  dari data 5 tahun terakhir, kasus perdagangan orang yang awalnya TKI ilegal, ternyata nol laporan. Pertanyaanya  apakah karena ketidakpedulian dari masyarakat terhadap masalah ini, ataukah ada rasa ketakutan untuk berterus-terang, ataukah merasa aib di dalam keluarga sehingga tidak dilaporkan.

” ini tidak bisa dibiarkan. Masalah ini kita harus  tepiskan bersama karena ini merupakan kasus yang sedang diperhatikan oleh seluruh negara 

Vivick Tjangkung kembali mengingatkan bahwa  di kabupaten Lembata ini merupakan ladangnya para mafia untuk meraup bisnis sekelompok orang tetapi tidak memperhatikan kehidupan masyarakat kita.

Oleh karena itu, “Mari kita bersama-sama peduli dengan masalah ini. Karena ladangnya ada di orang-orang yang kita cintai. Kita punya saudara-saudara perempuan, kita punya anak-anak kecil dan tidak menutup kemungkinan anak-anak remaja laki-laki pun bisa diambil keuntungan oleh mereka,” jelas kapolres Lembata.

Sebagai kapolres tentu wajib menyampaikan  informasi, selain itu Vivick Tjanhkung  juga menyampaikan  bahwa tepatnya 29 April baru-baru ini, ada rapat tim yang dipimpin oleh Bupati Lembata, dari hasil rapat kemudian kita bersama tim turun ke lapangan. Dari hasil kerja tim, tidak sampai 1×24 jam, tim sudah bisa menahan 4 orang pelaku seks, 3 orang mucikari dan 25 orang calon TKI ilegal,beber Vivick Tjangkung

“Menurut Vivick, ini Sangat membahayakan. Kalau kita tidak peduli dengan hal ini, anak-anak manis dan cantik kita yang ada di sini semuanya akan menjadi korban, dan akan menjadi musibah besar. Jadi kalau dari sekarang kita tidak peduli, maka jangan berharap banyak, anak-anak manis yang ada didepan kita ini akan hancur mental dan psikologi nya,”ujar Kapolres Lembata

“Generasi  ini sebenarnya yang akan menjadi harapan akan memimpin Lembata ke depan, tapi kalau sudah diambil mental psikologi mereka, maka kehidupan yang aman di tanah leluhur kita pasti tidak akan terwujud.

Vivick juga mengajak semua masyarakat Lembata, “Pegang erat kuat-kuat, kita bersama-sama perang kriminal yang sudah merajalela di tempat kita”.
Mengakhiri sambutanya, Kapolres Vivick Tjangkung  memberikan juga memberikan nomor WhatsApp (WA) nya untuk masyarakat bisa menyampaikan keluh kesahnya terkait kriminalitas di daerah kabupaten Lembata.(Gusty,Chelle/Prokopim Setda Lembata)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *