Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, bersama tim dari BNPB Pusat, didampingi BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lembata, melakukan verifikasi lapangan terkait rencana pembangunan sumur bor bantuan BNPB di Desa Kaohua dan Desa Tubung Walang, Kecamatan Buyasuri.
Pembangunan sumur bor tersebut direncanakan memiliki kedalaman 70 hingga 140 meter, dengan debit air mencapai 1,2 liter per detik. Fasilitas ini diharapkan mampu menjawab persoalan krisis air yang selama ini dialami masyarakat desa, yang harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.
Dalam arahannya, Bupati Kanis Tuaq menegaskan pentingnya dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah desa demi kelancaran pekerjaan di lapangan.
Bupati juga mengajak seluruh Masyarakat, kepala Desa, Pejabat Desa, Kapolsek untuk mendukung penuh ketika pekerjaan ini berjalan. Misalnya soal pembebasan lahan, masyarakat desa harus dukung. Sudah ada sertifikatnya, siapa yang hibah, semua harus dilalui,” tegas Bupati.
“Dalam pekerjaan, kalau ada hambatan-hambatan, kita tidak boleh tunggu dari BNPB saja. Kampung ini juga harus ambil langkah. Untuk itu mohon dukungan kita semua, baik di tingkat Desa, Kecamatan, termasuk pemerintah Kabupaten,” ajak Bupati Lembata.
Selain dukungan teknis dan sosial, Bupati menekankan pentingnya kelengkapan administrasi untuk memperlancar proses pembangunan.
“Terkait administrasi dukungan, surat-surat komunikasinya tidak boleh putus. Jika ada data atau dokumen yang kurang, baik di Kabupaten, Kecamatan, atau Desa, harus segera dilengkapi,” ujarnya.
Dengan pembangunan sumur bor ini, pemerintah berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat di Desa Kaohua dan Desa Tubung Walang, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Lembata bersama BNPB akan berkomitmen untuk memastikan proyek ini akan berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan asas manfaat sebesar-besarnya bagi warga Buyasuri.**ProkompimPemKabLembata**