Martinus Lende Mere kembali terpilih sebagai Ketua Ikatan Keluarga Flobamora Nusa Tenggara Timur (IKF NTT) Kota Sorong periode 2026–2031.
Martinus terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) ke-IX IKF NTT yang digelar di Aula Gereja Katolik Yohanes Pembaptis, KM 14, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (17/2/2026).
Dalam sambutannya usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Martinus mengajak seluruh elemen organisasi untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat sinergi.
Ia berharap seluruh tungku dan organisasi sayap di bawah naungan IKF NTT dapat bekerja sama demi kemajuan organisasi serta kesejahteraan warga Flobamora di Kota Sorong.
“Mari semua bergandeng tangan guna melihat warga kita di Sorong ini. Kerja sama semua tungku dan organisasi sayap sangat dibutuhkan untuk kemajuan bersama,” ujarnya.
Aktivis perempuan Flobamora Kota Sorong Agata Ure Wukak, SM menegaskan bahwa tekad dan komitmen Ikatan Keluarga Flobamora Nusa Tenggara Timur (IKF NTT) di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Akan terus memberi dukungan untuk mensukseskan agenda Pemerintah Kota Sorong dan Papua Barat Daya.
Penegasan tersebut muncul pasca Musyawarah Besar (Mubes) ke-IX IKF NTT Kota Sorong di Aula Gereja Katolik Yohanes Pembaptis, KM 14, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (17/2). Mubes tersebut mengantar Martinus Lende Mere menahkodai IKF NTT Kota Sorong periode 2026-2031.
Aktivis perempuan Kota Sorong Agata Ure Wukak (Etty Wukak) mengatakan, keberadaan IKF NTT Kota Sorong merupakan wadah strategis dalam mendukung berbagai program kerja lima tahun ke depan.
“Sebagai aktivis kami perempuan asal tanah Flobamora di Kota Sorong mendukung IKF NTT Kota Sorong melalui kerja nyata terutama bersinergi dalam kegiatan pemerintahan dan Pembangunan Kota Sorong,” kata Etty Wukak di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (18/2).
Etty Wukak mengakui, selama ini ia bersama rekan-rekan sesama perempuan Flobamora, juga terlibat aktif mendukung program-program IKF NTT Kota Sorong untuk mengharumkan nama besar Kota Sorong dalam berbagai program Pemerintah Kota Sorong yang bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak tetapi butuh keterlibatan semua pemangku kepentingan (stakeholder) daerah.
“Kota Sorong sangat strategis dan menjadi salah satu barometer keberhasilan daerah tingkat dua di Papua Barat Daya,” kata Etty Wukak, aktivis perempuan kelahiran Kampung Kluang, Desa Belabaja (Boto), Lembata, NTT.
Lebih lanjut Etty Wukak mengatakan, melalui IKF NTT Kota Sorong ia bersama rekan-rekannya akan mendukung wadah kedaerahan dan siap bekerja maksimal demi kemajuan daerah.
Sebagai anggota ia bersama rekan-rekannya bekerja sesuai nasehat dan arahan Ketua IKF NTT Kota Sorong beserta pengurus demi kemajuan tanah Papua.
“Kami juga tetap setia memohon doa, nasehat, arahan, dan masukan agar kami bekerja keras mendukung IKF NTT Kota Sorong agar organisasi ini menjadi berkat bagi sesama khususnya di Kota Sorong,” ungkap Etty Wukak, aktivis jebolan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Muhammadiyah Sorong tahun 2025.
Roly Kana Pau, salah satu anggota aktivis menambahkan, ia dan perempuan asal Flobamora lainnya menyambut gembira pelaksanaan Mubes yang mempercayakan kembali Martinus Lende Mere memimpin IKF NTT Kota Sorong. Dan Selama ini, IKF NTT Kota Sorong di bawah kepemimpinan Lende Mere sangat memperhatikan masyarakat Flobamora Kota Sorong.
Menurut Roly Kana Pau, melalui IKF NTT Kota Sorong, para perempuan akan mengambil bagian memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki di bidangnya masing-masing, termasuk mendukung berbagai rencana IKF NTT Kota Sorong dalam rangka menyukseskan agenda Pemerintah Kota Sorong khususnya di Papua Barat Daya umumnya.
“Kota Sorong membutuhkan juga partisipasi seluruh elemen menyukseskan berbagai agenda pemerintah memajukan daerah agar masyarakat semakin hari semakin Sejahtera,” kata Roly Kana Pau.
Roly Kana Pau menambahkan, melalui IKF NTT Kota Sorong juga akan memaksimalkan seluruh potensi pengurus dan anggota ambil bagian. Hal ini penting karena suksesnya pemerintah Kota Sorong adalah sukses semua warga yang tinggal di kota ini.
“Pemerintah Kota Sorong tentu juga mengharapkan partisipasi seluruh elemen warga dalam bekerja memajukan daerah demi kesejahteraan. Karena itu, melalui IKF NTT Kota Sorong kami bertekad bekerja keras melayani dengan hati tulus dan ikhlas. Kota ini juga akan maju kalau seluruh elemen bekerja sepenuh hati,” tutup Roly Kana Pau. (**)