Marsianus Jawa, Ajak Seluruh OPD Berjuang Bersama Bangun Lewotana Lembata

Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa dalam kesempatan menghadiri  kegiatan launching buku Lembata Dalam Pergumulan Sejarah dan Otonominnya yang dilanjutkan dengan seminar dengan tajuk” Membangun Lembata Menuju Indonesia Emas 2045 dan 50 Tahun Otonomi Lembata Berbasis Budaya dan Sejarahnya” bertempat di Aula  Hotel Palm Indah Lewoleba Kabupaten Lembata  (12/10).

Penjabat Bupati Lembata, kepada peserta seminar  mengatakan bahwa pada momentum HUT Otonomi Kabupaten Lembata yang ke-23 patut disyukuri karena Lembata menerima berkat dan kado sebuah  buku, Lembata Dalam Pergumulan Sejarah & Otonominya.

“Dalam momentum yang penuh syukur ini kita dapat menyatukan pikiran dan rencana kita untuk membangun Lewotana Lembata yang kita cintai ini”, kata penjabat bupati Lembata.

Dia juga mengajak seluruh kepala OPD untuk bersama-sama bangkit dan berjuang membangun  Lewotana Lembata, tujuan membangun Lembata ini adalah untuk  menujuh Indonesia Emas 2045 dan 50 tahun otonomi Lembata berbasis budaya dan sejarahnya.

Acara Seminar ini dihadiri Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa,  Prof.Dr. Alo Liliweri. Ms,  Haji Sulaiman L Hamza, Ketua DPRD Lembata Petrus Gero, Dr. Yosep Taum, Goris Lewoleba, Thomas Atalajar dan segenap jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten Lembata,  para Camat se-Kabupaten Lembata, para Kepala Desa dan seluruh tokoh masyarakat Lembata yang turut hadir pada acara peluncuran buku dan seminar.

Dalam kesempatan yang sama Marsianus Jawa mengatakan bahwa, “momentum HUT Otonomi Daerah Kabupaten Lembata ini merupakan hari kebangkitan kita orang Lembata  untuk bersama-sama membangun daerah kita yang kini sudah berusia 23 tahun otonomi. Untuk itu saya mengajak seluruh elemen masyarakat yang ada di Lembata ini, untuk kita sama-sama mencoba merefleksikan Kepedulian dan kecintaan bapak Sulaiman L Hamza terhadap Lewotana Lembata”, kata Marsianus. 

Lanjutnya, “Ada satu pernyataan orang Israel bahwa, mereka akan terus berpikir dan berbuat sesuatu terhadap bangsanya, hal ini terbukti kalau orang israel begitu kuat dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan lain sebagainya. Saat ini hadir ditengah kita bapak Sulaiman Hamza. Walapun dia bertugas diluar luar daerah dan mendapat dukungan politik dari masyarakat Papua tapi hatinya selalu berpikir tentang kampung halamannya di Lembata. Hal ini memantik Pertanyaan untuk kita semua. 

Bagaimana dengan kita yang selama ini hidup di Lewotana  Lembata ini dan apa yang sudah kita buat untuk tanah Lembata,”sebut Marsianus Jawa

Marianus Jawa dalam seminar  mengajak seluruh masyarakat Lembata untuk kembali merefleksikan diri. Terhadap apa yang telah dilakukan bapak Sulaiman Hamza anggota DPR RI  salah satu putra Lembata yang berkiprah di dunia politik dan mendapat  dukungan dari masyarakat Papua. Sulaiman Hamza anggota DPR RI ini dirinya begitu besar memberi perhatian dan  rasa kecintaannya untuk Lewotana  Lembata.,”Mestinya hal ini menjadi cambuk untuk kita anak Lembata yang tinggal di Lewotana ini.”ujar Marsianus.

Ada beberapa poin yang sudah dikomunikasikan dengan Lembaga DPRD kaupaten Lembata terkait membangun  kordinasi dan kolaborasi antar Lembaga dan kini sudah berjalan baik.  kami juga sudah membangun komunikasi untuk sama-sama bergandengan tangan untuk membangun Lembata ini secara bersama-sama. Sehingga saya yakin apapun yang didiskusikan saat ini, akan kami rencanakan bersama yang pastinya akan dengan mudah juga dilakukan bersama-sama, ujar Marsianus.

Yang berikut terkait dengan fiskal, tentu pertama kita melihat PAD kita yang hanya  sekitar 40 Miliar sedangkan Transfer daerah dari pusat 800 miliar. Dengan meihat kondisi keuangan daerah kita seperti ini maka kedepan terlebih dahulu langkah yang harus kita ambil adalah  kita akan melacak semua aset pemerintah daerah yang dulu diserahkan orang tua leluhur kita. Sehingga kita harus sertifikasikan dulu. Ini sangat perlu Karena orang tua dulu juga hanya menghibakan tanah ini ke pemerintah daerah tetapi kita lupah mengadmistrasikan. Ada sekitar 90% tanah milik Pemda yang harus kita sertifikasi. Disitu baru kita bisa berpikir untuk apa lahan-lahan ini kita buat. 

Mengapa harus dimulai dari Aset Pemerintah, menurut Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa, Ia  mengambil Contoh di Negara Amerika itu Manusianya tidur tapi asetnya yang bekerja, kalau kita di Lembata banyak aset tidur dan kita yang bekerja,”kata Marsianus Jawa

Marsianus mengakui bahwa dirinya baru satu tahun memimpin Lembata dan ternyata selama ini di Lembata ini hampir tidak ada investor satupun yang menginves dananya di Lembata. Padahal di kabupaten Lembata hasil  bumi kita terlalu banyak. Ikan dilaut bahkan kita juga punya hasil mutiara yang sangat luar biasa kualitasnya. 

Pernah saya di Kupang bapak Gubernur sampaikan saya bahwa kalau di Lembata ada hasil laut Mutiara tetapi saya tidak pernah lihat Mutiara itu di pajang di kantor bupati.  Untuk itu saya juga berharap agar kedepan hasil mutiara di Lembata harus dipajang di kantor Bupati supaya kalau orang datang berkunjung juga orang bisa melihat hasil kekayaan laut kita.

Kalau kita tidak mau berinvestasi maka daerah ini tidak akan berkembang. Untuk itu kita peruh cari investor untuk bisa masuk ke Lembata untuk bisa membangun daerah Lembata ini. 

Pernah saya berkomunimasi dengan salah satu investor dari perusahaan Astra  di Jakarta dia menanyakan tentang hasil kelapa di Lembata. Bagi saya ini sangat menarik sehingga kedepan saya ingin tahu kekuatan hasil kita di Lembata dulu. Sehingga kedepan saya  berpikir untuk kalau untuk  membangun Lewotana kita ini dengan baik maka saya yakin Lembata akan lebih maju dan bisa keluar dari angka  kemiskinan dan kita juga bisa mengurangi  angka stunting di Lembata. 

Bagi saya Lembata sangat kaya dan punya banyak potensi, untuk itu saya mengajak kita semua untuk lebih berani dan semangat dalam membangun daerah Lewotana Lembata.(Gusty, Chelle Kedang)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *