Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU Terkait Sengketa Pers

KUPANG, Forum Wartawan Nusa Tenggara Timur (NTT) mendesak Kapolda NTT untuk mengevaluasi bahkan mencopot Kapolres Timor Tengah Utara (TTU) buntut penanganan kasus sengketa pers yang menyeret Media NTT Hits.

Desakan keras itu disampaikan dalam pernyataan sikap resmi Forum Wartawan NTT di Kupang, Rabu (23/9/2026).

Forum menilai Kapolres TTU dan penyidik Polres TTU telah mengabaikan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan mekanisme penyelesaian sengketa pers yang seharusnya menjadi rujukan utama dalam menangani produk jurnalistik.

Koordinator Forum Wartawan NTT, Andyos Manu, menegaskan aparat kepolisian seharusnya berpedoman pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) Nomor 01/PK/DP/XI/2022 antara Dewan Pers dan Polri yang ditetapkan pada 10 November 2022, serta Nota Kesepahaman Dewan Pers dan Polri Nomor 03/DP/MoU/III/2022 tertanggal 16 Maret 2022.

Bahkan Forum juga merujuk Putusan Mahkamah Konstitusi tertanggal 19 Januari 2026 yang berkaitan dengan penanganan sengketa pers.

“Polisi tidak boleh sembarangan memproses produk jurnalistik dengan pasal pidana umum. Ada UU Pers, ada MoU Dewan Pers dan Polri. Itu yang harus dipatuhi,” tegas Andyos dalam pernyataan sikap tersebut.

Karena itu, Forum Wartawan NTT secara tegas meminta penyidik Polres TTU untuk menghentikan seluruh proses hukum yang berkaitan dengan sengketa pers atas produk jurnalistik Media NTT Hits.

Permintaan itu bukan tanpa alasan. Pihak Media NTT Hits disebut telah melaksanakan rekomendasi Dewan Pers sebagaimana tertuang dalam surat resmi Dewan Pers.

“Meminta penyidik Polres TTU menghentikan semua proses hukum yang berkaitan dengan sengketa pers terkait produk jurnalistik Media NTT Hits, sebab sudah melaksanakan rekomendasi berdasarkan surat dari Dewan Pers,” demikian bunyi poin pernyataan sikap Forum Wartawan NTT.

Tak hanya itu, Forum Wartawan NTT juga memberikan ultimatum keras kepada Polda NTT.

Mereka memberikan batas waktu 2×24 jam agar permintaan tersebut mendapat tanggapan. Jika tidak diindahkan, Forum Wartawan NTT memastikan akan turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa dan audiensi langsung dengan Kapolda NTT.

“Jika permintaan ini tidak diindahkan dalam kurun waktu 2×24 jam, maka Forum Wartawan NTT akan melakukan unjuk rasa dan audiensi secara langsung dengan Kapolda NTT,” ancam Forum dalam pernyataan yang ditandatangani Koordinator Forum Wartawan NTT, Andyos Manu, di Kupang, Rabu (23/9/2026).***

 

 

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *