LEMBATA, Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Lembata, Vigis Koban, menegaskan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang diserahkan kepada kelompok tani bukan sekadar bantuan fisik, melainkan instrumen untuk memerdekakan petani.
Hal itu disampaikan Vigis Koban yang juga Anggota DPRD Kabupaten Lembata saat memberikan sambutan pada acara penyerahan bantuan Alsintan berupa 3 unit traktor dan 2 unit pompa air kepada kelompok tani, Kamis 24/09/2026.
Kegiatan penyerahan Alsintan ini dilaksanakan di halaman kantor daerah kabupaten Lembata dan disaksikan Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq dan wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir Laode, Anggota DPR RI Gazali dan segenap masyarakat tani di kabupaten Lembata.
Dihadapan masyarakat Tani Lembata, Vigis koban menyampaikan bahwa, Tani Merdeka lahir bukan untuk gagah-gagahan. Tani Merdeka lahir karena kita memiliki keresahan yang sama: melihat petani bekerja paling keras, tetapi seringkali justru menikmati hasil yang paling sedikit,” tegas Vigis mengawali sambutannya.
Menurutnya, petani sering dianggap sebagai profesi tradisional bahkan dipandang sebelah mata. Padahal petani adalah fondasi ketahanan pangan bangsa.
“Tanpa petani, tidak akan ada pangan di atas meja kita,” ujarnya.
Menurut Vigis ada tiga makna besar dari bantuan Alsintan tersebut.
Pertama, memerdekakan petani dari biaya produksi yang mahal. Dengan Alsintan, pengolahan lahan lebih cepat dan efisien tanpa harus bergantung pada jasa sewa alat yang biayanya semakin tinggi.
Kedua, memerdekakan petani dari pekerjaan yang terlalu berat. “Petani kita tidak boleh selamanya mengandalkan tenaga fisik dari pagi sampai sore di bawah terik matahari. Sudah waktunya petani kita bekerja dengan teknologi,” katanya.
Ketiga, memerdekakan petani dari ketergantungan agar naik kelas menjadi petani pengusaha yang produktif, mandiri dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Pada kesempatan tersebut, Vigis Koban menitip pesan penting kepada kelompok tani penerima bantuan di Lembata agar menjaga dan merawat Alsintan secara bersama-sama.

“Tolong jaga dan rawat Alsintan ini dengan baik. Jangan dijual. Jangan dibiarkan rusak. Dan jangan hanya disimpan di gudang. Buat jadwal penggunaan yang adil, terbuka dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya iuran perawatan yang kecil dan wajar untuk biaya bahan bakar, servis dan pemeliharaan.
“Ingat, alat ini adalah amanah. Milik kepentingan bersama. Kalau dirawat baik, bisa dimanfaatkan ratusan petani dalam jangka panjang,” ujarnya.
Pada sambutanya Vigis Koban juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Menteri Pertanian Sudaryono selaku Pembina Tani Merdeka, Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Wakil Ketua Umum Ebid sebagai putra Tanah Sikka, serta Ahmad Yohan di Komisi IV DPR RI yang terus memberi perhatian bagi petani NTT khususnya untuk kabupaten Flores Timur dan Lembata.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Lembata, Bupati, Sekda dan Dinas Pertanian.
“Tani Merdeka siap menjadi mitra strategis pemerintah. Kami siap mendukung agenda pembangunan pertanian dan program nasional Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan,” tegasnya.
Vigis berharap swasembada pangan tidak hanya menjadi program di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani di Lembata.
“Petani bukan kelompok yang harus dikasihani. Petani adalah kekuatan ekonomi bangsa, penjaga pangan negeri, dan bagian penting dari masa depan Indonesia. Mari kita bangun pertanian yang maju dan petani yang mandiri dari desa,” pungkasnya yang disambut dengan yel-yel “Tani Merdeka! Jaya! Jaya! Jaya!”***