LEWOLEBA – Mentari belum tinggi, tapi semangat warga Kelurahan Lewoleba Tengah sudah membara. Kegiatan bersih-bersih dan tebas rumput ini dipimpin langsung Lurah Fransiska, tampak puluhan warga turun ke Jalan Trans Lembata dan areal Kantor Bupati Lama, Jumat (6/6/2026) pagi tadi.
Pantauan media ini tampak warga masing-masing membawa peralatan Sapu, karung, dan parang, tujuan aksi bersih-bersih ini sebagai bukti nyata menjaga Lembata tetap resik itu harus kerja bersama. Selain itu Aksi ini jadi pembuka Gerakan Indonesia ASRI menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Jam menunjukkan pukul 06.00 WITA, tapi Jalan Trans Lembata di wilayah Lewoleba Tengah sudah ramai. Bukan karena pasar, tapi karena aksi bersih-bersih.
Untuk di kelurahan Lewoleba Tengah, Lurah Fransiska yang jadi komando. ia tak canggung pegang sapu lidi dan langsung mengajak warga. “Ayo bapak, ibu, kita mulai dari sini dulu. Malu kalau jalan utama kita kotor,” serunya menyemangati warga, Jumat (6/6/2026) pagi tadi.
Puluhan warga kelurahan Lewoleba Tengah, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu PKK, sampai anak muda karang taruna langsung menyebar. Ada yang menyapu dedaunan kering, ada yang angkut sampah plastik di selokan, ada juga yang cabut rumput liar di bahu jalan. Suasana gotong royongnya kental. Sesekali terdengar canda tawa di sela kerja bakti.”tau to orang Lewoleba kalau cerita barengan di lokasi kerja pastinya seru untuk menyemangati kerja.
Usai ‘menyisir’ Jalan Trans Lembata, barisan warga bersih-bersih Kelurahan Lewoleba Tengah geser ke areal Kantor Bupati Lama. Tempat yang dulu jadi pusat pemerintahan itu kini ikut dibersihkan. Semak belukar dipangkas, sampah-sampah yang berserakan dipungut satu-satu.
“Ini bentuk dukungan kami untuk program Bapak Bupati,” kata Lurah Fransiska sambil menyeka keringat. “Surat edaran sudah turun dengan tema ‘Saatnya Bekerja Untuk Iklim’. Ya sudah, kami langsung kerja. Tidak pakai tunggu-tunggu.”ujar Fransiska Making.
Ia menjelaskan Bahwa menindaklanjuti Instruksi Bupati: Satu Bulan Lembata Bersih-bersih sehingga kita mulai
Aksi pagi tadi bukan tanpa alasan. Tetapi Ini tindak lanjut surat Bupati Lembata nomor B/600.4.15/4/DLH/VI/2026 tertanggal 3 Juni 2026. Dengan arahan peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2026 dengan Gerakan Indonesia ASRI.
Bupati Lembata Kanisius Tuaq menegaskan semua elemen turun tangan. Mulai dari OPD, sekolah, camat, lurah, kades, bank, LSM, pramuka, sampai insan pers. Waktunya dimulai sejak 5 Juni sampai 30 Juni 2026. Kegiatan Kerjanya: edukasi, aksi bersih, olah sampah, tanam pohon. Lokasinya: di mana-mana. Dari kantor, sekolah, jalan, got, kali, sampai pantai.
“Kalau bukan kita yang jaga Lembata, siapa lagi? Iklim sudah berubah, kita harus ikut berubah. Mulai dari buang sampah pada tempatnya,” tegas Lurah Fransiska Making menirukan pesan Bupati.
Kegiatan ini tujuannya agar “Lembata Makin ASRI”
Antusiasme warga Kelurahan Lewoleba Tengah memang tak main-main. Mama Patricia Maing, salah satu warga yang ikut, mengaku senang. “Bagus begini. Lingkungan bersih, hati senang. Penyakit juga jauh. Anak-anak bisa main dengan aman,” katanya sambil memasukkan sampah ke karung.
Ketua RT 03, Nikolaus Olang, juga acungi jempol. “Ibu Lurah kasih contoh duluan. Kami warga tinggal ikut. Harapan kami, kegiatan begini jangan cuma seremonial. Harus rutin biar Kelurahan Lewoleba Tengah jadi contoh kelurahan lain.”
Dari aksi pagi tadi, terkumpul puluhan karung sampah residu. Sampah-sampah itu nantinya diangkut petugas Bank Sampah Cahaya Agate Waikomo ke TPA Bunga Bali, sesuai arahan Dinas Lingkungan Hidup.
Untuk kegiatan Puncak Acara di Waijarang, Sesuai surat Bupati bahwa puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 akan dipusatkan di Desa Waijarang yang digelar DLH bersama aparat dan Bumdes Kawela.
Untuk aksi di kelurahan dan desa lain, DLH Lembata minta semua dokumentasi dikirim. Foto, video, jumlah warga yang terlibat, sampai jumlah sampah yang terkumpul wajib lapor ke nomor 0852 5364 3186 (Alfi) atau 0822 3528 5621 (Vebby).
Kegiatan Gerakan Indonesia ASRI: Aman, Sehat, Resik, dan Indah telah dimulai. Dan warga Lewoleba Tengah sudah kasih bukti, mereka siap jadi garda terdepan.***