Hardiknas 2026 mengangkat tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” dengan fokus pada pemerataan kualitas dan perbaikan infrastruktur. Momentum ini menekankan bahwa pendidikan berkualitas adalah tanggung jawab bersama untuk dapat menciptakan pendidikan yang memanusiakan manusia.
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., didampingi Wakil Bupati Lembata Haji Muhammad Nasir, S.Sos., memimpin apel peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 tingkat Kabupaten Lembata yang digelar di Lapangan Bola Desa Roho, Kecamatan Buyasuri, Jumat (1/5/2026).
Hadir Apel Hardiknas pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lembata, Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Lembata, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta insan pers.
Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua Menuju Lembata Berinovasi, Cerdas Digital, dan Berakar Budaya.”
Tema ini mencerminkan tekad bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pendidikan sebagai tanggung jawab bersama, sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui inovasi, pemanfaatan teknologi digital, dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Kanisius Tuaq menegaskan bahwa Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bersama atas upaya membangun peradaban melalui sektor pendidikan.
“Hari Pendidikan Nasional menjadi kesempatan penting bagi kita semua untuk meneguhkan komitmen membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Pendidikan adalah pondasi utama pembangunan daerah,” ujar Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga pendidik, khususnya para guru perempuan dan guru yang mengabdi di wilayah pelosok Kabupaten Lembata.
“Para guru adalah garda terdepan dalam mencerdaskan generasi serta agen perubahan di tengah masyarakat. Pengabdian mereka patut dihormati dan diapresiasi,” katanya.
Bupati juga memaparkan sejumlah capaian sektor pendidikan Kabupaten Lembata berdasarkan data semester I Tahun 2026. Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan mencapai nilai 71,48 dengan predikat Tuntas Pratama, sekaligus menempatkan Lembata pada posisi lima besar dari 22 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, beberapa indikator penting juga menunjukkan peningkatan, diantaranya: Angka kekerasan fisik di sekolah menurun dari 62,49 persen pada tahun 2024 menjadi 61,42 persen pada tahun 2025, Efektivitas pencegahan narkoba, rokok, dan minuman keras meningkat dari 53,99 persen menjadi 68,1 persen, Kemampuan literasi siswa naik dari 63,98 persen menjadi 69,39 persen.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Lembata menetapkan tiga fokus utama pembangunan pendidikan, yaitu:
1. Penguatan PAUD, SD, dan SMP
Melalui wajib belajar satu tahun prasekolah, peningkatan mutu pembelajaran, try out, tes akademik, dan ujian sekolah.
2. Infrastruktur dan Digitalisasi
Peningkatan rehabilitasi sekolah serta bantuan perangkat digital secara bertahap, termasuk papan integratif dan laptop bagi sekolah-sekolah.
3. Kolaborasi Lintas Sektor
Kerja sama dengan berbagai pihak dalam pencegahan kekerasan terhadap anak, peningkatan literasi, layanan kesehatan sekolah, serta pemerataan perlengkapan pendidikan di daerah terpencil.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan rencana pelantikan 179 guru yang akan ditugaskan sebagai kepala sekolah sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025. Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari penyegaran kepemimpinan demi mendorong peningkatan mutu pendidikan.
Bupati mengaku bersyukur karena peringatan Hardiknas tahun ini dipusatkan di Kecamatan Buyasuri, wilayah yang memiliki nilai historis bagi dirinya.
“Di daerah ini, tepatnya di SDK Leudawan, saya pernah menimba ilmu sejak kecil. Karena itu, momentum ini terasa sangat istimewa,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghargai jasa para guru dan bersama-sama memajukan pendidikan di Kabupaten Lembata.
Mari kita jaga pendidikan dengan hati, karena di ruang kelas hari ini sedang dibentuk masa depan Lembata esok hari. Hormati guru, dukung anak-anak kita belajar, dan jangan biarkan satupun mimpi anak Lembata terhenti karena keadaan. Sebab ketika pendidikan maju, harapan akan selalu hidup.
“Guru hebat, Lembata kuat. Guru lemah, masa depan runtuh. Guru hebat bukan yang paling pintar, tetapi yang paling peduli terhadap murid-muridnya,” tegasnya.
Momentum Hardiknas ini juga dilaksanakan pembagian hadiah bagi para pemenang berbagai lomba yang sebelumnya diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lembata dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Adapun Berbagai lomba yang digelar mendapat antusiasme tinggi dari peserta, mulai dari kalangan pelajar, guru, hingga masyarakat umum. Penyerahan hadiah dilakukan secara simbolis kepada para juara sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, kreativitas, dan semangat kompetisi yang sehat.
Pemerintah Kabupaten Lembata berharap melalui rangkaian kegiatan ini, semangat Hari Pendidikan Nasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi motivasi bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, membangun generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing menuju Lembata yang lebih maju.**ProKompimPemKabLembaa**