Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lembata, Yos Boli Muda secara tegas kepada media mengatakan, Direktur PDAM Kabupaten Lembata, Lambertus Ola Hara yang memberikan penjelasan terkait dugaan kolusi, nepotisme yang diduga penuh drama kecurangan dalam seleksi penerimaan pegawai PDAM Lembata, sangat konyol,“penjelasan atau klarifikasi direktur PDAM bagi saya itu konyol. Tidak hanya konyol tapi juga sedang melakukan gol bunuh diri”ujar Yos Boli Muda ketua fraksi PKB, kepada media ini, Minggu (2/2/2025).
Yos Boli Muda anggota DPRD Lembata putra asal pantai selatan kampung Pasir Putih inipun, menanggapi dengan tegas terhadap penjelasan direktur PDAM Kabupaten Lembata yang dimuat di media online dan beberapa akun media sosial lainya.
Lanjut Ketua komisi I DPRD Lembata, Yos Boli Muda, mengutip penjelasan atau klarifikasi direktur PDAM Kabupaten Lembata, Lambertus Ola Hara bahwa memang benar dalam pengumuman tercantum poin 10 yaitu peserta berdomisili di Lembata yang dibuktikan dengan KTP. Lalu panitia Adminitrasi kemudian menyadari ada kontradiksi antara poin 1 yaitu warga negara Indonesia dan poin 10 peserta berdomisili di Lembata yang dibuktikan dengan KTP. Untuk itu melalui pertimbangan dari aspek hukum, ada diskriminasi sebagai sesama warga negara Indonesia sehingga sebagai penanggungjawab dalam hal ini yakni; Direktur PDAM memutuskan bahwa karena pengumuman sudah terlanjur tayang maka jika ada yang datang dengan KTP luar maka diterima saja dalam tahapan seleksi adminitrasi.
Yos Boli kembali mempertanyakan, kenapa perubahan persyaratan itu tidak diumumkan secara terbuka, tapi direktur PDAM Lambertus Ola Hara hanya sampaikan kepada staf atau panitia. Sementara public sudah tahu lewat pengumuman terbuka bahwa pelamar harus berdomisili di Lembata yang dibuktikan dengan KTP Lembata.
Pertanyaan lebih lanjut, terhadap salah satu peserta pelamar yang jauh-jauh datang dari Maumere, bagaimana mungkin yang bersangkutan bisa tahu ada perubahan persyaratan seperti itu? Apakah direktur yang menelpon yang bersangkutan atau panitia yang menelpon?”ujar Yos Boli Muda penuh tanya.
Ia menyayangkan ada begitu Banyak anak Lembata yang berdomisili di luar Lembata dan ber KTP luar Lembata, tidak dapat ikut mendaftar karena terbentur dengan persyaratan yang sudah diumumkan secara terbuka bahwa harus berdomisili di Lembata yang dibuktikan dengan KTP.
“Menurutnya, penjelasan direktur PDAM itu konyol dan sedang melakukan gol bunuh diri. Jadi tidak ada jalan lain selain proses ini dibatalkan”tegas Yos Boli Muda.
Menurut Yos Boli, untuk pelamar dari Maumere, dari sisi kualifikasi pendidikan juga tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang diumumkan oleh panitia. Dalam persyaratan sudah jelas, untuk kepala satuan pengawas internal kualifikasi pendidikan adalah sarjana (S1) manajemen atau akutansi. Sementara pelamar yang lulus adalah pelamar dari Maumere yang kualifikasi pendidikan D4 sarjana terapan pajak.
Kepada media Yos Boli juga kembali menyoroti soal penjelasan direktur PDAM Lembata terkait dengan pengumuman menggunakan nomor ujian tanpa nama. Bagi Yos Boli Muda, dirinya bisa menerima penjelasan dari direktur jika strategi seleksi penerimaan pegawai PDAM menggunakan nomor ujian tanpa nama dan pada saat seleksi penerimaan tahap pertama, pemeriksaan ini tidak menjadi soal. Tapi kalau sudah penetapan kelulusan, seharunya sebagaimana lazimnya selama ini, mestinya nama dan nomor dicantumkan untuk publik juga perlu tahu. Mengapa demikian Karena disini Orang bisa menduga bahwa ini bagian dari strategi permainan untuk public tidak tahu bahwa yang lulus adalah keluarga dari orang-orang tertentu baik di PDAM maupun panitia,”demikian pungkas Yoseph Boli Muda Ketua komisi 1 DPRD Lembata.