Rs Bukit Lewoleba, Datangkan 11 Tenaga Medis dan 4 Dokter Spesialis Mata Dari FKIK Atma Jaya Layani Operasi Katarak Gratis di Lembata

Direktris  RS Bukit Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dr. Vincensia Caroline, kepada media menyampaikan pihak rumah sakit Bukit resmi membuka kegiatan bakti sosial operasi katarak.

 

Kegiatan ini bekerja sama dengan tim dokter mata dari FKIK Atma Jaya (ACOPE) serta Yayasan Putra Peduli.

 

Kegiatan sosial ini dilakukan sejak tahun 2023 di Rs Bukit Lewoleba dan kegiatan ini selalu dilaksanakan rutin sekali dalam setiap tahun. kegiatan ini tim dokter spesialis mata ini telah memulainya dari tahun 2018.

 

Operasi katarak ini dimulai 1 bulan sebelumnya. Sehingga terhadap pasien harus wajib di skrining atau melakukan pemeriksaan awal. 

 

Mengingat komunikasi kegiatan ini  tidak bisa menjakau ke kampung – kampung maka para donatur bersama tim dokter Rs, Bukit turun langsung ke desa. Hal Ini memang perlu dilakukan pendekatan pelayanan untuk menghindari agar pasien tidak boleh pergi pulang dua kali.

 

Pihak Rs,Bukit turun langsung ke desa untuk membantu meng skrining awal untuk memastikan pasiennya bisa memenuhi syarat operasi katarak atau tidak. 

 

Pemeriksaan skrining dilakukan mengecek dengan mengecek  gula, dan matanya pasien dulu setelah itu baru kita sampaikan pasien untuk datang ke Rs, untuk melakukan operasi. 

 

Hasil skrining yang kita lakukan di setiap desa itu pasiennya bisa mencapai 10 sampai 13 pasien. Total pasien yang akan di Operasi ada 180 pasien katarak dan 40 Pterigium atau selaput.,” jelas Vincensia Caroline.

Untuk pasien yang katarak itu disebabkan karena faktor usia yang biasanya pada pasien yang usianya 50 tahun keatas, sementara Pterigium itu faktor faktor luar ruangan dan bisa kena pada orang yang usia muda. Sehingga kita hanya melakukan tindakan ringan dengan membersihkan,” terang dr, Vincencia.

 

Kegiatan operasi katarak ini berlangsung pada 4–7 Maret 2026 di RS Bukit Lewoleba dan melibatkan 11 tenaga medis dari FKIK Atma Jaya, termasuk 4 dokter spesialis mata.

 

Menurut dr. Vincensia, mayoritas pasien datang dengan keluhan utama berupa pandangan yang sangat kabur, seakan tertutup kabut tebal yang telah dirasakan selama bertahun-tahun.

 

“Kami berharap melalui kegiatan ini, pasien dapat kembali melihat dengan lebih jelas dan kualitas hidup mereka meningkat,” ujarnya.

 

Baksos katarak ini merupakan komitmen RS Bukit Lewoleba untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Lembata.

 

Rumah sakit yang berdiri sejak 1967 itu terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dan aktif menyelenggarakan kegiatan sosial di bidang kesehatan.

 

“Harapan saya sebagai Direktur RS, RS Bukit dapat terus berkembang, semakin dipercaya masyarakat, dan menjadi rumah sakit yang memberikan pelayanan terbaik serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lembata,” ujar dr. Vincensia.

 

RS, Bukit Lewoleba sebagai RS pertama di Lembata yang didirikan sejak tahun 1967, saya berharap Rs Bukit masih bisa membantu pelayanan ke masyarakat lokal terutama pelayanan bakti sosial ini. 

 

Kedepan Kami akan selalu berinovasi meningkatkan pelayanan RS agar bisa membawa dampak positif bagi seluruh masyarakat lokal di Lembata terutama pada kegiatan bakti sosial ini. 

 

Untuk masyarakat yang di desa yang belum mendapatkan akses pelayanan ini agar kedepan tim kami bisa lebih menjangkau seluruh masyarakat yang di pelosok-pelosok. 

 

Kegiatan ini tujuannya agar kami bisa memberi cahaya penerangan bagi seluruh masyarakat. Kiranya kegiatan sosial ini akan terus berjalan rutin, tidak hanya di pelayanan operasi mata tetapi di semua pelayanan. Kesehatan. 

 

Dokter Vincensia juga mengimbau kedepan direncanakan ada kegiatan sosial lagi di bulan April 2026 ini yakni, operasi bibir sumbing gratis untuk seluruh masyarakat Lembata mulai dari usia bayi sampai orang dewasa. 

 

Kita berharap kedepan Rs, Bukit Lewoleba terus mendapat akses dari para donatur agar pelayanan kesehatan semakin bermanfaat bagi seluruh masyarakat Lembata .” Tandas dr, Vincensia Caroline.  

 

 

 

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *