Dalam rangka meriahkan Hut RI-79, Lurah Lewoleba Tengah Fransiska Tuto menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan semua warga masyarakat kelurahan Lewoleba Tengah. Pantauan media ada Sekitar empat ribuan warga yang tersebar di 10 RW. Carnaval edukasi pendidikan ini sekitar empat ribuan masyarakat yang memadati perarakan carnaval edukasi pendidikan tersebut. Adapun kegiatan lainya yakni lomba sepak bola kaki dangdut untuk orang dewasa, tarik tambang, Lomba pasangan suami istri makan pisang, lomba anak -anak makan kerupuk dan lomba band bisu. Untuk Lomba bola kaki putra putri diwajibkan semua peserta makai daster, dan lomba makan pisang masing-masing RW menyiapkan tiga pasangan suami istri dan aneka perlombaan menarik lainya.
Lurah Lewoleba Tengah Fransiska Tuto usai membuka kegiatan Carnaval kepada media mengatakan bahwa bahwa terselenggaranya kegiatan ini awalnya pihaknya bersama para lurah melakukan rapat dengan bapak Camat Nubatukan Dionisius Ola Wutun. sehingga kita mendapat petunjuk dari bapak Camat untuk melaksanakan kegiatan ini guna meriahkan kegiatan Dirgahayu Republik Indonesia -79.
Menurut Fransiska Tuto semua kegiatan perlombaan ini rencana awalnya akan terpusat di kantor Bupati lama. Akan tetapi saya coba rapat dengan para staf dan muncul ada pikiran dan saran dari para staf bahwa selama ini tidak pernah dilakukan perayaan HUT RI di tingkat kelurahan sehingga kalau bisa kita selenggarakan HUT RI- 79 tahun ini di kelurahan Lewoleba Tengah. Hasil dari kesepakatan bersama ini bapak Camat Nubatukan Dionisius Ola Wutun menyetujuinya,”kata Fransiska.

“Melalui petunjuk bapak camat maka sebagai Lurah saya langsung membentuk pantia dan puji Tuhan semua rangkaian kegiatan yang kita rencanakan akhirnya berjalan dengan lancar.
Fransiska juga membeberkan terkait anggaran untuk pelaksanaan kegiatan kita berangkat dari nol, namun semua kegiatan kita dapat laksanakan. Ini karena antusiasnya masyarakat dan semangat untuk rela berkorban untuk mensukseskan kegiatan ini. Dari niat baik dan antusias ini kita juga mendapat dukungan dari semua warga masyarakat Kelurahan Lewoleba Tengah. Dan total sumber dana yang terkumpul sudah Rp. 7.500.000 (Tuju Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik,”ungkap Fransiska Tuto.
Terkait Carnaval Sebagai Lurah tentu saya punya rencana karena selama ini saya melihat pelaksanaan carnaval hanya biasa-biasa saja. Untuk itu carnaval kali ini kita tampil agak beda dan benar-benar untuk menghormati jasa para pahlawan. Karena dalam prosesi carnaval kita menampilkan peran penjajah, korban perang yang adalah bagian daripada pasukan Indonesia yang berani mati dan juga peran anggota polisi dan tentara yang membawa senjata api dan bambu runcing. Dan juga ibu-ibu dan anak yang dilindungi, tandu untuk menolong korban perang, ada juga peran R A Kartini yang mana merupakan pahlawan emansipasi yang harus diperankan sesuai dengan profesinya, dan juga peran Sukarno Hata,”jelas Lurah lewoleba Tengah.

Tujuan daripada kegiatan ini untuk mendidik anak-anak kita apalagi dengan hilangnya pendidikan sejarah PSPB, PMP sehingga kebanyakan anak-anak tidal tahu sejarah perjuangan Bangsa Indonesia hingga mencapai kemerdekaan.
Lanjut Fransiska Tuto bahwa HUT RI -79 ini adalah momentum untuk kita dapat memberikan edukasi terhadap anak-anak terutama siswa siswi sekolah untuk bisa lebih tahu bagaimana awal dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang kita cintai,”ungkap Lurah Lewoleba Tengah.
Untuk diketahui Setelah semua peserta carnaval kembali ke kantor Kelurahan Lewoleba Tengah, ditutup dengan doa penghormatan yang ditandai dengan menyalakan Obor dan lilin dan pembacaan naskah Proklamasi. Doa penghormatan ini merupakan ujud penghormatan terhadap para pahlawan bangsa dan pahlawan otonomi daerah,”ungkap Lurah Lewoleba Tengah Farnsiska Tuto.
Selain itu kita juga melaksanakan ritual memberi makan para leluhur pejuang tanah Lembata ini, kita juga memberi penghormatan terhadap para pejabat pendahulu sebelumnya, para istri Bupati yang terdahulu, mantan Lurah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur terhadap semua pejabat yang pernah memimpin di kelurahan Lewoleba Tengah.
Terkait beberapa pertandingan dan perlombaan itu kita tidak sedang mencari siapa yang menang dan kalah. Namun ajang perlombaan ini untuk lebih mengutamakan semangat keutuhan dan silaturahmi kebersamaan antar warga masyarakat kelurahan Lewoleba Tenga,”tutup Fransiska Tuto.