Kampanye Paket Tunas Lautan Simpatisan Tumpa Rua di Pantai Wulon Luo Lembata

Kampanye terbuka paket nomor 4 Tunas Alias  Kanisius Tuaq -Nasir Laode berhasil mengerahkan masa dukungan dari 9 kecamatan yang tersebar di 144 desa dan 7 kelurahan. Rombongan konvoi simpatisan laut darat  diperkirakan sekitar 316 Mobil dan 40-an kapal nelayan, untuk  rombongan  kendaraan sepeda motor tidak dapat diprediksi jumlahnya. Konvoi perarakan  paket Tunas ini sentral titik kumpulnya dimulai dari batas kota persimpangan Ile Ape- Hadakewa. Para simpatisan ini membludak usai mengelilingi kota Lewoleba dan langsung memasuki lokasi kampanye tepatnya di Wulon Luo Lewoleba Lembata NTT 16/11/2024.

Nampak terlihat pasangan Cabup dan Cawabub ketika memasuki lokasi kampanye disambut massa simpatisan dengan tarian dan iringan musik tradisional Gong.

Pantauan media, ada sekitar 15 Ribu massa simpatisan pendukung yang hadiri kampanye Akbar tersebut. Dengan hadirnya 15 ribuan massa pendukung ini tentu menjadi penentu Kunci Kemenangan Paket Tunas di tanggal 27 November 2024 nanti.
Paket Tunas yang mengusung tagline Nelayan, Tani, Ternak (NTT) ini bertekad akan membangun ekonomi masyarakat melalui sektor riil nelayan, tani dan ternak yang menjadi sumber hidup bagi 80 persen masyarakat kabupaten Lembata.
Kehadiran 15 ribu lebih massa pendukung Paket Tunas di Pantai Wulen Luo ini merupakan wujud komitmen dari masyarakat pendukung paket Tunas.

Ketua DPD PAN Kabupaten Lembata Laurensius Ola Keraf di awal kampanye akbar Paket Tunas menegaskan, kehadiran 15 ribu orang dalam kampanye akbar ini memberikan jaminan kemenangan bagi Paket Tunas.

Ia berharap dari 15 ribu yang hadir ini, akan diberikan tugas masing-masing untuk kembali mencari tambahan satu orang lagi, maka dari 15 ribu pendukung paket Tunas dapat bertambah menjadi 30 ribu orang lagi,”ujar Laurensius Ola
” Kalau massa pendukung sampe membludak seperti ini, apakah bapa mama masih ragu memilih paket Tunas,? Kalau bapa mama yang hadir hari ini ada 15 ribu terus masing-masing bisa cari tambah satu orang lagi maka sudah ada 30 ribu orang, maka selesai sudah,” kata Lorens Keraf.

Menurut Laurensius Ola, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem), telah melahirkan Paket Tunas yang akan memberikan perhatian khusus bagi nelayan, tani ternak. Untuk itu, jika ingin agar anak petani dan nelayan menjadi bupati dan wakil bupati Lembata, maka mari kita satu hati untuk tetapkan pilihan pada Paket Tunas, nomor 4 pada 27 November  2024 yang akan datang.

Yohanes Lake putra kelahiran Uyelewun ini mewakili keluarga menggaransikan, orang Kedang akan membawa Petrus Kanisius Tuaq dan Muhamad Nasir untuk mengunci kemenangan karena perjuangan keduanya sesuai hati nurani.

Pada 13 November lalu ketika dirinya menghadiri kampanye di Desa Kalikur, ia melihat dua kursi yang sudah diikat, untuk masyarakat menandu Kanis – Nasir dari gerbang Desa Kalikur menuju Leu Puhe Alang Ayaq (pusat kampung) untuk konsolidasi. Paket Tunas Kanis – Nasir yang diusung dengan tandu.  Atas peristiwa menandu ini paket Tunas mendapatkan reaksi negatif dari banyak kalangan di publik, bahkan ada yang mengatakan seolah menjadi manusia primitif dalam menjalankan proses politik ini.

Untuk itu terhadap penilaian negatif itu, saya mau meluruskan bahwa kursi merupakan lambang kekuasaan. Pada pemilu legislatif lalu juga para caleg merebut kursi dan kata yang dekat dengan kekuasaan adalah kursi. Maka Kanis dan Nasir yang ditandu dan duduk di atas kursi adalah bagian dari bentuk proses perjuangan untuk merebut kursi kekuasaan,”terang John Lake, mantan Politisi asal Kedang ini.

Ia juga menegaskan bahwa, dengan menunjukan Kanis – Nasir di kursi, adalah sikap politik dan pilihan orang Kedang kepada Kanis -Nasir untuk memimpin Lembata.

“Jadi apa yang terjadi pada 13 November itu sebenarnya orang Kedang sedang menunjukkan sikap politik pilihannya terhadap paket Tunas Nomor 4, di tanggal 27 (November) nanti. Hari ini massa pendukung paket Tunas sudah  menunjukan komitmen kemenangan dan saya yakin tanggal 27 (November) itu kita pawai kemenangan,” tegas Yohanes Lake yang pernah dua kali maju calon bupati dan meraih suara cukup signifikan.

Sebagai politisi John Lake merasa sangat yakin, ketika melihat massa bergerak keluar dari Kalikur yang adalah pusat Kedang Uyelewun terhadap Kanis – Nasir maka itu adalah pilihan politik final yang ada di Kedang.

Sentil soal politik uang. Menurut John, dengan kehadiran massa pendukung Paket Tunas yang jumlahnya begitu banyak, maka jika ada yang mau menggunakan uang untuk membayar, maka sampai selesai Pilkada pun uangnya tidak bisa terdistribusi. Sehingga saya mau menyarankan agar sebaiknya mereka menyimpan uangnya untuk membiayai ketika masuk rumah sakit.

Ferdi Koda, mantan Ketua DPRD Lembata 2014-2019 dalam orasi politiknya Ferdi Koda mengatakan, Lembata sudah diusia  25 tahun berotonomi ini, euforianya hanya ada di Paket Tunas ini sehingga saya mau memilih Tunas karena Kanisisus dan Nasir  ini orang baik.

“Kalau dua orang ini baik kenapa harus pikir-pikir lagi. Hari ini saya ada di sini karena mereka dua orang baik. Programnya sangat menyentuh kebutuhan masyarakat nelayan, tani, ternak. Oleh karena itu mari kita sama-sama sepakat untuk dukung Paket Tunas,” ajak Ferdi Koda dalam orasi kampanyenya.

Sementara itu Kanis Tuaq, calon bupati Lembata  Paket Tunas dihadapan seluruh massa simpatisan  mengakui, kehadiran massa pendukung pada kampanye akbar ini sangat luar biasa.
“Luar biasa ya karena saya tidak  membayangkan kehadiran bapa mama seperti ini. Terima kasih dan mari tetap bergandengan tangan sampai 27 November,” kata Kanis Tuaq.

Ia juga mengajak para ASN untuk memberikan dukungan doa dalam perjuangannya.
Menurutnya, ia hanya pamit dari ASN karena tuntutan UU dan ia pergi untuk kembali.
Ia berharap, dukungan dari ASN pada 27 November nanti semua ASN bisa memberi dukungan untuk  bersama-sama membangun Lembata yang tercinta ini,”ajak Kanisius Tuaq

Calon wakil bupati Paket Tunas Muhamad Nasir menambahkan, pertemuan akbar pada kampanya sore ini  Paket Tunas merupakan titik simpul dari pesta demokrasi.

Ia juga mengutip Benazir Bhutto yang mengatakan; “sebuah kapal tidak dibangun untuk dipajang di pelabuhan tetapi untuk berlayar dan mengarungi samudra sampai pada pelabuhan tujuan.
Karena itu, perjuangan demokrasi harus sampai pada pelabuhan tujuan yakni kemenangan.

“Perjalanan demokrasi di Kabupaten Lembata bukan saja melaksanakan amanat dari konstitusi itu sendiri tetapi mereduksi kebijakan dan program pembangunan jangka panjang di daerah ini yang sudah dijabarkan di dalam program pembangunan jangka menengah untuk membangun Lembata,” Kata Muhamad Nasir.

Lebih lanjut lagi  Nasir mengatakan, ada sekitar  80 persen masyarakat Lembata yang meliputi nelayan, tani, dan ternak, buruh dan tukang ojek serta pekerjaan lainnya. Maka sentuhan-sentuhan kebijakan yang selama ini belum dirasakan yang mana hari ini telah dipaparkan masih ada banyak kebijakan-kebijakan yang perlu diambil terkait dengan program yang sungguh selama ini tidak tersentuh dan tidak sesuai harapan masyarakat.

Dan ketika kita menyerahkan pilihan demokrasi pada orang yang tidak paham maka harapan terwujudnya program yang diharapkan tidak akan terwujud.
“Perjuangan demokrasi menuju kemenangan paket Tunas dimulai dari  titik kulminasi dan jawabannya di 27 November 2024.

Ada 80 persen masyarakat Lembata akan terkonsentrasi pada nelayan, tani, ternak, termasuk buruh pelabuhan, ojek serta pekerjaan lainnya.
Ini penting karena dalam konteks kehidupan ekonomi perlu diukur potensi ketimpangan. Bicara perubahan dan titian perubahan itu harus dititipkan kepada orang yang mengerti perubahan,” tegas Muhamad Nasir.

Memang semua paslon yang ada tentu mempunyai ide dan gagasan yang menawan. Tetapi, tidak saja ide dan gagasan yang menawan, akan tetapi perlu dibutuhkan keberanian mengeksekusi “Kalau tidak mampu mengeksekusi sebuah perubahan itu namanya kolongpohong,”sebut Nasir Laode lelaki Binongko ini.

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *