Simeon Lake Odel calon bupati Lembata dan Marsianus Uak calon wakil bupati Lembata. Pasangan ini mendapat dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kolaborasi paslon ini penuh dengan perjuangan yang melelahkan bahkan nyaris menyerah. Dari perjuangan yang melelahkan itu akhirnya lahirlah paket Salam. Paket Salam ini sudah mendaftar di KPU Lembata. Paket ini banyak mengisahkan bagaimana perjuangannya Untuk bisa mendapatkan tiket untuk maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Dihadapan ketua KPU Lembata cabup Simeon Lake Odel mengakui bahwa untuk bisa mendapat peluang lolos dalam seleksi pencalonan kami harus berjuang keras untuk mendapat rekomendasi dari kedua partai yakni partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa. ”Berjuang dalam waktu yang panjang dan sangat melelahkan capek memang bahkan nyaris angkat tangan mengapa demikian karena kami tidak punya uang,” ungkap calon bupati Simeon Lake Odel.
Simon Lake Odel mengatakan, semua proses tahapan panjang yang kami lalui ini lelah memang, cape gelisa juga bahkan hampir angkat tangan tetapi niat harapan dan perjuangan yang kami lalui bersama kedua partai politik yang selalu konsisten mendukung paket Salam. Memang ada banyak hambatan dan tantangan namun kami sangat yakin dan berbesar hati untuk bisa mendaftar dan yakin diterima menjadi peserta pemilu di kabupaten Lembata pada tanggal 27 November yang akan datang,”kata Simeon Lake.
Ketika mendaftar di KPU Lembata kami tidak terlalu banyak yang ikut hadir, karena setelah kami berdua pulang dan berproses sebelumnya bersama partai, maka kami juga harus menyerahkan diri kembali kepada partai, orang tua sahabat dan kenalan kami untuk bersama-sama ke KPU untuk mengikuti tahapan pendaftaran.
Kepada KPU dan seluruh jajaran Simeon Lake berharap agar sebagai penyelenggara pemilu dan para pengawas harus bisa menjalankan proses ini dengan baik dan benar sehingga paket paslon salam dapat mengikuti kompetisi sebagai calon Bupati dan calon wakil bupati.
Kami tetap menjadi orang baik dan orang yang benar bersama Partai dan orang tua kami yang juga datang memberi dukungan dan mempersembahkan kami untuk ikut bertanggung jawab jika kami terpilih dan menjalankan tugas sebagai Bupati dan wakil bupati nanti.
Paslon Paket Salam juga meminta Kepada seluruh jajaran KPU, pihak kepolisian dan para pengawas,” biarlah seluruh rangkaian proses ini berjalan dengan baik dan bejalan dengan benar. Jika kami menjalankan proses ini tidak benar maka tolonglah kami ditegur agar kami juga bisa memperbaiki diri kami dengan benar.
Satu hal yang ingin saya sampaikan, memang kami berdua ini tidak punya uang tetapi jangan pernah menyepelekan kami karena kami tidak punya uang.
Menurut Simeon Lake, proses ini sangat panjang dan sangat melelahkan. Untuk bisa melewati semua proses selalu kita bicara soal uang. Dan proses keterlambatan yang melelahkan ini tidak hanya di paket salam tetapi proses ini dilewati hampir di semua partai. Untuk paket Salam kami sangat meyakini bahwa kami memang tidak punya uang tapi kami mampu melewati semua proses ini dengan benar.
Kepada media Simeon Lake Odel mempertegas mengapa dirinya menyebut paket Salam berproses tampa uang, karena proses yang dibangun itu cukup panjang dan selalu menjadi kesulitan ketika kita bicara soal uang. Bahkan Karena keterlambatan proses ini ada beberapa partai politik menyatakan bahwa kami tidak akan lolos karena kami tidak punya uang,”kata Simeon Lake.
Ketika proses ini bisa kami lewati, sebagai kader partai saya boleh katakan uang tidak menjadi suatu jaminan untuk lolos. Dan kami lolos bukan karena uang. Untuk itu saya mau menyatakan bahwa paket Salam tidak bisa dianggap reme karena uang. Dan kami sangat yakin kami bisa bekerja dengan kondisi apa adanya tanpa harus bergantung pada kepentingan uang apalagi pada kapitalis yang berusaha menguasai politik di daerah dengan mengandalkan uang.
Soal kemenangan kami sangat Optimis,”Bagi saya semua wilayah berpotensi untuk direbut dan yang kita kejar adalah soal siapa yang menjadi bupati Lembata. Begitu juga paket lainya tentu punya kesempatan untuk diterima masyarakat.
Saya tidak pernah merasa takut terhadap calon yang dari Kedang, saya tidak pernah khawatir karena saya juga punya hak berkompetisi bersama wakil saya. Kami punya partai politik yakni; Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan partai Partai Kebangkitan Banga (PKB) kami meyakini bahwa koalisi kami cukup kuat dan masyarakat Lembata pastinya bisa memilih kami tidak harus bersandar pada kekuatan wilayah untuk kemudian mengakumulasi pada kepentingan wilayah hanya karena soal jabatan dan kepentingan politik.
Pada kesempatan yang sama Marsi Uak calon wakil bupati menegaskan, bahwa dirinya ingin menjadi calon wakil bupati karena saya ingin sekali membangun kampung dan Lewotanah. Sehingga apa yang saya lihat selama ini saya merasa bahwa sebagai putra daerah punya tanggung jawab moral untuk memajukan kampung dan Lewotanah ini.
Apa yang saya lihat itu, merupakan sesuatu yang kami sepakati dari paket Salam yakni; (Santun Amanah, Lurus Adil dan Merata) dari tag line ini sebenarnya sudah menggambarkan apa yang selama ini terjadi di Lembata. Sehingga kami mau berpolitik secara santun adil dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami untuk tetap lurus seperti yang sudah disampaikan oleh ketua partai PDIP Lembata Fransiskus Gewura. Kami harus lurus bekerja adil dan merata di semua wilayah yang ada di Lembata.
“kami bekerja tidak pada spot dan daerah masing-masing. Andaikata paket Salam dipercayakan memimpin Lewotanah maka kami adalah bupati dan wakil Bupati Lembata. Kami tidak menjadi Bupati dan Wakil Bupati di masing-masing tempat yang berbeda-beda.
Soal keseringan terjadi Bupati dan wakil bupati tidak harmonis pada masa akhir kepemimpinan Marsianus Uak menepis keras. kami sudah bersepakat dan saya tidak mau jadi ban serep akan tetapi setiap masukan dan pendapat saya akan selalu di dengar oleh bupati Simeon Lake Odel. Kami pastikan bahwa kami akan bekerjasama untuk membangun Lembata secara konsisten dan satu hati.
kompetisi ini untuk memenangkan hati rakyat untuk memilih. Bahwa soal ada kepentingan visi misi kita berbeda itu soal pribadi yang kemudian masyarakat yang akan menentukan pilihannya.
Lanjut Marsianus, untuk melawan hal-hal yang buruk memang kita pasti lawan demi kepentingan Lembata tetapi bahwa yang paling penting adalah mari kita sama-sama berproses untuk mengikuti jalan ini secara baik apabila ada proses yang tidak baik terhadap politik maka kita pasti lawan,”ujar Marsianus Uak.
Simeon menambakan terkait visi misi sering kali orang selalu bicara terlebih dahulu tentang visi misi tapi sebetulnya masalah kita ada pada masalah.Visi misi lahir karena ada masalah supaya apa yang akan kita lakukan dapat keluar dari masalah. Persoalan yang terjadi selama ini adalah ketimpangan, kesenjangan, kepentingan politik dan korupsi, soal infrastruktur dan soal keuangan. Tapi kita tidak bisa membangun hanya karena kondisi uang kita kecil lalu kita korupsi dan akhirnya kita membangun tidak pada sasaran. Dengan demikian Maka visi misi kita adalah membangun dengan baik dan benar untuk seluruh kepentingan masyarakat Lembata berdasarkan potensi kita dan berbasis masyarakat yang ramah lingkungan. Kita optimis menang,”Kalau kalah kenapa mesti maju.”tutup Simeon Lake