Bersama Bermain, Bersama Berdaya”: KPOTI NTT dan Komunitas Baibereun Hidupkan Kembali Permainan Rakyat di Lembata

Lewat program “TEMAN KITA 2026”, 267 anak dari 10 sekolah di Lembata akan live-in dan berlomba permainan tradisional di Desa Dulitukan 6-8 Agustus 2026

 

LEMBATA,- Di tengah gempuran mainan pabrikan dan gadget, Komunitas Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) NTT bersama Komunitas Baibereun menghadirkan ruang bermain alami untuk anak dengan kegiatan “Lomba dan Parade Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional. Kegiatan ini bertajuk “BERSAMA BERMAIN, BERSAMA BERDAYA” atau TEMAN KITA 2026 – Teras Main Kekinian Lembata 2026. Kali ini anak-anak Lembata diajak kembali bermain gasing, kasti, hadang, dan permainan rakyat lainnya di Desa Dulitukan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata.

 

Kegiatan ini dengan konsep Homo Ludens dari Johan Huizinga bahwa manusia adalah makhluk yang suka bermain, kegiatan ini lahir dari keprihatinan bahwa daya imajinasi dan kreasi anak Lembata mulai memudar. Saat ini mayoritas mainan adalah produk instan. Anak-anak hanya jadi penonton, bukan pencipta permainan.

 

“Saat orang Lembata bermain gasing/kote, ia sedang mengekspresikan buah pikir tentang bentuk, keseimbangan, kecepatan, dan ketangkasan. Dari membuat gasing dari kayu pilihan sampai melemparnya, itu kolaborasi pikir dan tindak,”ujar panitia dalam rilisnya.

 

Pelaksanaan kegiatan selama 3 hari, dan di mulai dari  6-8 Agustus 2026, mengusung konsep Live In. Anak-anak peserta akan tinggal bersama keluarga di Desa Dulitukan untuk membangun interaksi alami tanpa gadget. Prinsip Zero HP dan Zero Waste juga diterapkan. Setiap anak wajib membawa peralatan makan minum sendiri.

 

Anak Jadi Pusat, Bukan Objek

Hal ini tentu berbeda dengan lomba pada umumnya, dalam kegiatan TEMAN KITA 2026 ini, anak adalah aktor utama. Orang dewasa hanya sebagai pendamping, pengingat, dan fasilitator. Semua kegiatan juga berbasis perlindungan anak dan partisipatif. 

 

Rangkaian kegiatan inti diantaranya meliputi Lomba Permainan seperti tali merdeka, kasti tradisional/gawi au, gasing/kote, tembak karet/pesi karet, dan hadang. 

 

Selain itu ada juga Parade Permainan yang menampilkan cici banca, tumbu blanga, ular naga, egrang, kuda kepa, kesengge, dan lainnya yang diiringi musik dan cerita.

 

Selain bermain, anak juga akan dapat materi interaktif dari Dinas P2PA Lembata, Yayasan Plan Indonesia, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan tentang “Bermain Mendukung Perlindungan Anak” dan “Literasi Berbasis Permainan”.

 

Output Nyata: Teras Main  

Target utama kegiatan ini bukan hanya lomba. Akan tetapi ada Deklarasi TEMAN KITA di SEKOLAH dan Launching TEMAN KITA di Desa Dulitukan. Ini adalah pilot project untuk menghadirkan ruang aman-nyaman bermain bagi anak di setiap wilayah.

 

“Outputnya adalah mendesain sekaligus mendeklarasikan Teras Main. Tempat anak bisa bermain, belajar membuat permainan, dan berbagi pengalaman,” jelas Koordinator Pelaksana, Maria Angelina Gerian.

 

Manfaat Besar Dari Bermain Tradisional

Menurut Maria Angelina data panitia, permainan rakyat punya banyak manfaat:  

1.Sosial-Emosional: Melatih kerja tim, menyelesaikan konflik, dan memahami nilai orang lain

2. Motorik: Mengembangkan motorik halus dan kasar lewat gasing, engrang, hadang

3.  Kognitif & Kreativitas: Anak belajar membuat mainan sendiri, berhitung lewat congklak/kemote

4.  Budaya: Menjaga nilai-nilai budaya daerah agar tidak punah

5. Kesehatan: Mencegah obesitas dan depresi karena anak lebih aktif di luar ruangan

 

Kegiatan ini diikuti 267 anak dari 10 sekolah dampingan dan imbas KPOTI NTT dan Komunitas Baibereun. Di antaranya SDI Kolontobo, SDN El Tari, SDK Tobiwutung, SMPN 1 Ile Ape, SMP Satap Holoriang, SMPS Ile Lewotolok, dan SDI Dulitukan.

 

Acara ini dibuka dengan main gasing massal dan tali merdeka massal bersama Gubernur NTT, Bupati dan Wakil Bupati Lembata serta Bunda Literasi yang dimulai pada 6 Agustus 2026 sore.***

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *