Tanam Jagung Komposit di Bean, Bupati Lembata Canangkan Desa Percontohan Pertanian

LEMBATA – Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq menanam benih jagung komposit bersama kelompok tani Desa Bean, Kecamatan Buyasuri. Aksi itu sekaligus jadi tanda Bupati mendorong Desa Bean menjadi sentra benih dan percontohan pertanian modern. Ia minta petani dan penyuluh bergerak bersama wujudkan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

 

“Desa Bean kita jadikan laboratorium. Kalau di sini berhasil, modelnya kita duplikasi ke desa lain. Penyuluh, kelompok tani, pemerintah desa harus satu komando. Kita buktikan pertanian modern bisa jalan di Lembata,” jelas Bupati Petrus.

 

Dalam arahannya, Bupati mengatakan Desa Bean memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai lokasi perbenihan berbagai komoditas pertanian. Menurutnya, pengembangan yang saat ini diawali dengan jagung komposit dapat diperluas ke komoditas lain seperti padi pulut dan kacang hijau sehingga mampu memenuhi kebutuhan benih bagi petani di Kabupaten Lembata.

 

Ia meminta agar seluruh proses penanaman dapat diselesaikan pada bulan Juni sehingga pada Juli hingga September sudah memasuki tahap pembibitan dan persiapan benih. Dengan pola tersebut, benih yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan petani saat memasuki musim tanam pada Oktober.

 

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mendengar secara langsung berbagai kebutuhan yang dihadapi petani di lapangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah masih terbatasnya sarana pendukung pertanian seperti pipa, selang, dan bahan lain yang dibutuhkan untuk mendukung sistem pengairan di lahan pertanian. Ia kemudian meminta petugas terkait segera melakukan inventarisasi kebutuhan agar dapat segera dipenuhi.

 

Selain itu Bupati juga menekankan pentingnya penerapan sistem irigasi tetes yang saat ini mulai dikembangkan di kawasan tersebut. Sistem irigasi tetes merupakan metode pengairan yang menyalurkan air langsung ke akar tanaman melalui jaringan pipa dan selang. Selain lebih hemat air, sistem ini juga membantu menjaga kelembaban tanah sehingga tanaman dapat tumbuh lebih baik dan produktif.

 

Terkait persoalan sarana produksi, Bupati juga menyoroti perlunya pengamanan lahan pertanian dari gangguan ternak yang dapat merusak tanaman. Ia meminta kelompok tani dan masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga areal pertanian serta meningkatkan kesadaran pemilik ternak agar tidak melepas hewan secara bebas di sekitar lokasi budidaya.

 

Lanjut Bupati Kanis, Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan Desa Bean menjadi contoh penerapan peningkatan indeks pertanaman (IP), yaitu menanam lebih dari satu kali dalam setahun pada lahan yang sama. Menurut Bupati, pemanfaatan hujan pertama pada Oktober atau yang sering disebut petani sebagai “hujan emas” harus dimaksimalkan agar produktivitas pertanian dapat meningkat.

 

Melalui pengembangan sentra perbenihan, penerapan irigasi tetes, serta peningkatan indeks pertanaman, Desa Bean diharapkan menjadi model pengembangan pertanian yang mampu meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani di Kecamatan Buyasuri maupun Kabupaten Lembata secara umum.

**ProkompimPemkabLembata**

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *